Daerah ›› Makna Kemenangan di Hari Raya Kuningan

Makna Kemenangan di Hari Raya Kuningan


Ambon - Umat Hindu Dharma di Ambon merayakan Hari Suci Kuningan sebagai rangkaian Hari Raya Galungan yang bermakna mem­peringati Kemenangan Dharma (kebaikan) melawaan Adharma (keburukan), Sabtu (9/6).

Hari Suci Kuningan ini dirayakan sepuluh hari setelah Hari Raya Galungan, di mana umat Hindu menghaturkan sesaji (sesajen) di Pura. De­ngan mengenakan busana Bali, puluhan umat Hindu di Kota Ambon dan sekitarnya datang melakukan persembahyangan di Pura Sura Yudha Mandala, yang berlokasi di Kompleks Detasemen Kavaleri 5/BLC, Kodam Pattimura yang dipimpin langsung oleh Pinandite Ide Wayan Keniten.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Maluku, I Nyoman Sukadana saat mem­berikan dharma wacana tentang  mengarungi kehidupan dengan dharma menjelaskan, Hari Suci Kuningan memiliki makna, sebagai pengingat setelah memenangkan dharma, umat hindu dalam me­ngarungi kerasnya gelombang kehidupan selanjutnya selalu berpedoman pada ajaran dharma, baik dalam pikiran, ucapan dan tindakan

Dijelaskan dalam perayaan Hari Raya Suci Kuningan ini, banten atau sesajen yang selalu ada adalah, endongan sebagai simbol perbekalan, bekal dalam hal ini adalah bekal hidup baik fisik maupun rohani, ter (bentuk seperti panah) simbol tajamnya senjata maknanya dalam mengarungi hidup harus memiliki pengetahuan yang baik sehingga tujuan hidup sesuai agama dapat tercapai.

Selanjutnya, tamyang (perisai) maknanya perlindungan, agar umat Hindu selalu mengingat Tuhan, meningkatkan srada (iman) dan bakti (takwa) kepada Tuhan yang Maha Esa dan sampyan (penolak bala) makna menjauhkan unsur-unsur  negatif baik dalam microcosmos (pribadi manusia) dan macrocosmos (alam se­mesta).

Setelah persembahyangan umat bersama-sama menikmati prasadam (persembahan setelah dihaturkan) berupa nasi kuning yang bermakna kemakmuran.

Ditempat yang sama sesepuh umat Hindu di Maluku Kombes Pol I Gusti Sudarsana menyampaikan pesan kamtibmas kepada seluruh umat hindu untuk tetap bersama-sama umat lainnya di Maluku menjaga situasi kamtibmas agar situasi ini tetap terjaga, terpelihara dengan baik sehingga kondisi Maluku aman dan kondusif.

“Rasa kebersamaan kita. Kadang masalah keagamaan, tetapi kita umat hindu yang di Maluku kami  ingin secara kebersamaan saling berdampingan umat hindu, umat muslim, kristen, budha saling kedepan membantu menjaga situasi kamtibmas. Karena moto kita Bhineka Tunggal Ika walupaun berbeda tetapi tetap satu,” ungkapnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon