Daerah ›› Mahasiswa Demo Tuntut Naikan Upah Buruh

Mahasiswa Demo Tuntut Naikan Upah Buruh


Ambon - Memperingati Hari Buruh Inter­nasional, kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Komite 1 Mei untuk kemerdekaan, kesetaraan dan kesejahteraan (KOMITMEN), me­ngelar demonstrasi di depan monu­men Gong Perdamaian Dunia Rabu (1/5).

Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa membawa panflet yang berisi sejumlah tuntutan untuk kesejahteraan buruh. Salah satu tuntutan yang paling keras disua­ra­kan yakni kenaikan upah buruh, serta meminta pemerintah untuk mencabut Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang upah.

Alasan pencabutan menurut pendemo, dikarenakan kenaikan upah yang kecil pasca PP tersebut diberlakukan.

“PP 78 tahun 2015 harus dicabut, karena bukannya melihat kesulitan buruh, malah memangkas pertumbuhan upah buruh. Sebelum peraturan tersebut dikeluarkan upah buruh mengalami kenaikan hingga 30 sampai 40 persen, namun sejak PP 78 dikeluarkan pertumbuhan upah buruh hanya naik 8 persen,” teriak koordinator  aksi,  Ilen Alamin dalam orasinya.

Tak hanya menyuarakan kenaikan upah dan pencabutan PP 78 tahun 2015, mahasiswa juga membawa sejumlah tulisan yang berisi tuntutan untuk pemerintah memberikan cuti kepada pekerja wanita yang mengalami datang bulan atau haid serta cuti hamil dan melahirkan.

“Pekerja perempuan mempunyai hak untuk mendapat cuti haid maupun cuti hamil, tapi apa yang terjadi saat ini wanita dalam masa menstruasi tetap dipekerjakan,  ini yang kami lawan. Kami menuntut untuk perempuan mendapatkan haknya. Sementara untuk hamil dan melahirkan, kami menuntut adanya cuti hingga 14 bulan,” pungkas Alamin.

Dalam orasi masasiswa juga menuntut adanya pengurangan waktu kerja menjadi 6 jam per hari. Setelah melakukan aksi kurang lebih dua jam, mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon