Hukum ›› Lusa, PN Sidangkan Korupsi Proyek Pembelian Tanah Gardu PLN

Lusa, PN Sidangkan Korupsi Proyek Pembelian Tanah Gardu PLN


Ambon - Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (13/1) akan menyidangkan kasus korupsi proyek pembelian tanah untuk pembangunan gardu PLN.

Humas PN Ambon, Glenny de Fretes kepada Siwalima di ruang kerjanya, Senin (10/1) menjelaskan, majelis hakim yang akan menyidangkan kasus tersebut, yakni SHD Sinuraya selaku hakim ketua, didampingi dua hakim anggota, yakni Yusrisal dan Agam Syarief Baharudin.

Berkas perkara kasus korupsi tanah gardu PLN dilimpahkan ke PN Ambon beberapa waktu lalu oleh Kejati Maluku.

Kasus yang menyebabkan negara diduga merugi mencapai Rp 1,7 milyar itu melibatkan makelar tanah Said Alkatiri dan staf PT. PLN Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara Abdul Haris Waliulu.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku, M. Natsir Hamzah kepada Siwalima, Jumat (7/1) menjelaskan, kemungkinan akan ada penambahan tersangka selain dua tersangka tersebut di atas.

Alkatiri dan Waliulu yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi dalam pembelian tanah oleh PT. PLN Pilkitring Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulmapap) tahun 2009 untuk pembangunan gardu PLN, kini tengah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon.

Dugaan sementara kerugian yang timbul akibat perbuatan Alkatiri dan Waliulu mencapai Rp 1,7 milyar. Membengkaknya kerugian negara yang timbul disebabkan diduga terjadi mark up dalam pembelian tanah oleh PT. PLN PIlkitring Sulmapap tahun 2009.

Pasalnya, harga yang dibayar tidak sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagaimana yang ditetapkan dalam SK Menteri Keuangan Nomor: KEP-81/WPJ.18/BD.05/2007, tanggal 27 Agustus 1997 tentang klasifikasi dan besarnya NJOP atas bumi dan bangunan Kota Ambon tahun 2008. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon