Pendidikan ›› Lulusan Unpatti Harus Berkontribusi bagi Daerah

Lulusan Unpatti Harus Berkontribusi bagi Daerah


Ambon - Gubernur Maluku, Said Assagaff meminta lulusan Unpatti untuk terus ber­kontribusi bagi pemba­ngu­nan dan kemajuan Pro­vinsi Maluku.

Sumber daya manusia yang diciptakan Unpatti harus menjadi garda ter­depan dalam menjawab tantangan dan dinamika sosial, ekonomi dan pen­didikan di Maluku.

“Sebanyak 1.173 lulu­san Unpatti yang diwisudakan hari ini (kemarin Red) diharapkan dapat menjadi harapan bagi kebangkitan kita semua, baik sebagai warga Maluku maupun warga Indonesia dan dunia internasional,” tandas Assagaff dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Maluku, Hamin bin Tahir dalam rapat senat terbuka luar biasa Unpatti dalam rangka wisuda sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3) yang berlangsung di auditorium Unpatti, Poka, Keca­matan Teluk Ambon, Kamis (6/12).

Dikatakan, keberhasilan wisuda­wan dan wisudawati merupakan sebuah dasar fundamental dan investasi strategis yang harus bisa gunakan dengan sebaik-baiknya untuk percepatan pembangunan di Maluku agar bisa dinikmati oleh generasi akan datang antara tahun 2020 dan 2030.

“Saat ini percepatan usia pro­duktif di Maluku semakin mening­kat, dan ini merupakan sebuah ke­niscayaan dalam sebuah bangsa. Kalau kita tidak memanfaatkan hal ini secara optimal, maka bangsa atau daerah ini akan menghadapi masa depan yang sulit. Oleh ka­rena itu saya harapkan Unpatti ha­rus terus berbenah untuk menjadi kampus yang unggul serta siap berkompetisi di era kompetisi global di masa kini,” ujarnya.

Unpatti sebagai salah satu kampus terbesar di Maluku telah melahirkan SDM dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan kehidupan khususnya di Maluku. Olehnya itu Pemerintah Provinsi Maluku selalu siap untuk mem­bantu lembaga kebanggaan masyarakat Maluku itu. “Saya harap Unpatti terus me­nyiapkan SDM  yang han­dal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena dengan SDM maka manu­sia bisa menyele­saikan perma­salahan-permasala­han dalam kehidupan sosial serta diri sen­diri,” ungkap Gubernur.

Rektor Unpatti, M J Sapteno me­ngatakan, Unpatti telah melakukan kerja sama baik dalam maupun luar negeri dan kerja sama juga dila­kukan dengan Kementerian Desa untuk melakukan evaluasi manfaat dana desa dalam pem­bangunan desa di Maluku, kerja­sama juga dilakukan dengan Ke­mensos untuk mengembangkan desa sejahtera mandiri di Maluku.

“Kita harapkan kerja sama de­ngan Pemerintah Maluku dan cam­pur tangan semua stakeholder dapat terus terjalin dan lebih baik lagi untuk sama-sama memba­ngun Maluku,” kata rektor

Ia mengaku, tidak lolosnya pe­serta CPNS salah satu faktor ka­rena gagal menguasai ilmu kom­puter ini terjadi di semua daerah di Indonesia. Olehnya itu saya harap kedepan para peserta nantinya bisa mem­persiapkan diri dengan baik.

“Salah satu solusi untuk keluar dari zona itu, maka harus mem­per­siapkan diri kita untuk menjadi se­orang pengusaha yang handal da­lam rangka menghadapi era revolusi industri 4.0, karena kita ketahui yang kaya raya itu bukan PNS, mereka adalah pengusaha, saya harap PNS itu alternatif terakhir,” ujar rektor

Untuk mengembangkan Unpatti tambah rektor, pihaknya semen­tara melakukan koordinasi untuk kedepan menyiapkan prody pariwisata dan prodi Teknik Kimia.

“Untuk itu juga diharapkan para mahasiswa harus menguasai IT dan bahasa inggris, dalam menghadapi persaingan dinamika pembangunan kedepan,” ujarnya.

Rektor juga berharap kepada delapan orang lulusan doktor baru, agar terus belajar dan diharapkan mampu membuat penelitian-penelitian yang berkualitas bagi pengembangan diri dan lembaga serta mengabdi pada Unpatti dengan bekerja sungguh-sungguh mengejar ketertinggalan. (S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon