Daerah ›› LMND Duga Panca Karya Rusaki Hutan di Buru Selatan

LMND Duga Panca Karya Rusaki Hutan di Buru Selatan


Ambon - Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam  Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Maluku, Senin (6/5) melakukan demonstrasi ke Kantor Gubernur Maluku. Mereka mendesak Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya, Jopie Huwae dicopot.  

Desakan agar Huwae dicopot lan­taran pengrusakan hutan yang dilaku­kan Panca Karya di Desa Lena, Keca­matan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Selain itu, perusahaan milik daerah ini juga tak memperhatikan hak-hak pekerja. 

Para pendemo tiba di kantor gubernur sekitar pukul 10.35 Wit, yang pada saat itu sudah dijaga ketat sejumlah aparat Satuan Polisi Pamong Praja dan personel Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Erwin Gafarudin dalam orasinya menuturkan, penebangan pohon yang dilakukan Panca Karya tidak teratur, sehingga menyebabkan banjir dan longsor. “Tanaman rakyat menjadi rusak, apalagi tidak memperhatikan jarak penebangan dari pinggir sungai dan tebing,” tandas Erwin.

Bukan hanya itu, kata dia, peneba­ngan pohon juga tidak sesuai dengan ijin rencana yang ditentukan.

“Setiap pengelolaan kekayaan alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus memperhatikan berbagai aspek baik lingkungan hidup, keadaan sosial, budaya, maupun tatanan adat yang berlaku serta pengolahannya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi dalam prakteknya PD Panca Karya di Bursel tidak sesuai dengan apa yang diinginkan,” kata Erwin.

Panca Karya juga dalam memberi­kan ganti rugi tanaman masyarakat yang rusak tidak sesuai dengan angka kerusakan yang ada. “Masya­rakat yang mengeluh tanamannya yang rusak selalu ditakut-takuti oleh pihak keamanan yang bertugas di PD Panca Karya,” ujar salah satu pendemo.

Dia juga mengungkapkan, hak-hak pa­ra pekerja diabaikan oleh Pan­ca Kar­ya. “Upah pembayarannya selalu di­realisasikan terlambat, padahal me­reka sudah memenuhi kewajiban­nya de­ngan baik sehingga berdampak pa­da kesejahteraan mereka,” kata dia lagi.

Hampir setengah jam berorasi mereka berkeinginan Gubernur, KA Ralahalu menemui mereka. Tapi orang nomor satu di Maluku tersebut tidak berada di tempat.

Para pendemo kemudian ditemui Ke­pala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Azam Bandjar. Koordinator lapangan Majid Takimpo kemudian membacakan pernyataan sikap me­reka,  yakni satu mendesak DPRD provinsi Maluku  segera membentuk pansus untuk menginvestigasi du­gaan pelanggaran yang terjadi.

Dua, mendesak DPRD Provinsi Maluku menyurati DPRD dan Pe­merintah Kabupaten Bursel untuk mengkaji ijin HPH PD Panca Karya yang beroperasi di Bursel, karena terjadi kerusakan hutan di Keca­matan Waesama.

Tiga, mendesak DPRD Provinsi Maluku meminta lembaga yang ber­kompoten untuk segera mengaudit kerusakan lingkungan yang terjadi atas ulah PD Panca Karya.

Empat, meminta pertanggungja­waban Dinas Kehutanan atas kela­l­aian dalam menjalankan tugas mereka di PD Kanca Karya yang beroperasi di Bursel. Lima, mendesak Pemerintah Provinsi untuk menindak tegas PD Panca Karya atas berbagai dugaan pelanggaraan yang terjadi.

Enam, mendesak pemerintah pro­vinsi untuk menegur  PD Panca Karya atas kelalaian dalam mem­perhatikan kesejahteraan para pekerja. Tujuh, men­­desak Gubernur Maluku untuk mencopot Direktur Utama PD Panca Karya.

Delapan, bila tuntutan kami tidak direalisasi dalam waktu satu bulan, maka kami bersama dengan masya­rakat akan memboikot aktifitas produksi PD Panca Karya yang beroperasi di Bursel baik aktifitas somel maupun kayu bulat.

Menanggapi tuntutan para pen­demo, Kepala Dinas Kehutanan Azam Bandjar berjanji akan melakukan investigasi, apakah aktifitas Panca Karya sesuai dengan peraturan per­undang-undangan ataukah tidak.

Usai mendengar penjelasan tersebut, pada pendemo kemudian membubarkan diri secara tertib.

Sementara itu, Dirut PD Panca Karya, Jopie Huwae yang dikonfir­ma­si Siwalima perihal tudingan LMND, tak mau berkomentar pan­jang. Ia hanya mengatakan, produksi di Bursel lancar. “Tidak ada masalah di sana, produksi berjalan lancar,” katanya.  

Huwae malah menduga ada pihak-pi­hak tertentu yang mendalangi aksi demo LMND. “Ada yang dibalik aksi demo ini, jadi no comment,” ujarnya. (S-34)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon