Hukum ›› LIRA Bursel Tantang Aspidsus Tuntaskan Korupsi

LIRA Bursel Tantang Aspidsus Tuntaskan Korupsi


Namlea - Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menantang Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), Natsir Hamzah untuk menuntaskan berbagai kasus korupsi yang melilit Kabupaten Bursel.

Pasalnya, Hamzah berjanji akan menurunkan timnya untuk mengusut berbagai kasus korupsi di kabupaten pemekaran ini, namun hingga kini belum juga tunjukan komitmennya untuk meninjau lokasi tersebut.

Belum turunnya tim Kejati Maluku di bawah pimpinan Aspidsus Kejati Maluku ini, membuat LIRA Bursel menjadi ragu atas komitmen Hamzah menuntaskan kasus korupsi di Kabupaten Bursel.

"Kami sangat ragu dengan Aspidsus dalam menangani kasus di Bursel," tandas Sekretaris LIRA Bursel, Ahmad Wael kepada Siwalima, Jumat (31/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi dalam sejumlah proyek di Kabupaten Bursel masih dalam tahap penyelidikan. Karena itu, Aspidsus Kejati Maluku, M. Natsir Hamzah belum mau beberkan penanganan kasus ini ke publik.

"Kasus ini masih tahap lid pidsus jadi belum bisa dibuka dulu," kata Aspidsus kepada Siwalima di Kejati Maluku, kemarin.

Aspidsus mengatakan, pihaknya tetap akan menuntaskan kasus ini." "Kita tetap tuntaskan," ujarnya.

Ditanyakan soal janjinya untuk menurunkan tim jaksa ke Bursel, Aspidsus enggan menyebutkan, kapan tim akan bertolak ke Bursel. Namun mantan Kajari Namlea ini memastikan kasus ini akan dituntaskan.

"Saya tidak mau janji lagi. Pastinya kita akan tuntaskan," ujarnya.
Sejumlah kasus dugaan korupsi di Kabupaten Bursel yang ditangani Kejati Maluku, yang kini belum juga tuntas adalah proyek rehabilitasi gedung SMP LKMD sebagai Kantor Bupati Bursel senilai Rp 1,7 milyar, namun dianggarkan dalam APBD Tahun 2009 senilai Rp 5,3 milyar, serta pengadaan 8 unit mobil dinas senilai Rp 2 milyar, namun dianggarkan dalam APBD Tahun 2009 sebesar Rp 5 milyar.

Kemudian kasus dugaan korupsi yang dibeberkan Front Study Isu-Isu Trategis (FOSIS) Maluku saat melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, di antaranya proyek jalan lintas Namrole-Leksula tahun 2009 senilai Rp 9,7 milyar, jalan lintas Leksula-Namrole senilai Rp 17 milyar, proyek air bersih di Desa Lektama, Kecamatan Namrole senilai Rp 1,3 milyar. Selain itu, talud penahan ombak juga di Desa Lektama senilai milyaran rupiah. (S-31)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon