Daerah ›› LIPI Pastikan Saringan Makanan Ikan Paus Benda Misterius di SBB

LIPI Pastikan Saringan Makanan Ikan Paus


Ambon - Benda misterius yang terdampar di Desa Sole, Ke­camatan Waesala, Kabupa­ten SBB, telah dipastikan oleh Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon sebagai bagian saringan makanan pada mulut ikan paus.

Sebelumnya peneliti LIPI sempat menduga benda ter­sebut sebagai tapis insang ikan paus,

“Telah dipastikan itu adalah bagian saringan makanan pada mulut ikan paus. Kemungkinan besar dari ikan paus yang pertama kali terdampar,” kata Kepala Pusat Pene­litian Laut Dalam LIPI Maluku Augy Syahailatua kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Rabu (5/7).

Menurutnya, kepastian tersebut ada setelah dilakukan pengambilan sam­pel pada Selasa (4/7) oleh tim dari Pu­sat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon. “Sudah kita lakukan peng­ambilan sampel, hanya beberapa saja, untuk mencocokan apakah itu dari paus yang sama dengan yang terdampar ataukah tidak,” ujarnya.

Syahailatua menegaskan yang di­duga masyarakat sebagai hewan mis­terius itu, tidaklah benar, karena yang ditemukan tersebut merupakan sari­ngan makanan pada mulut ikan paus.

“Jadi tidak benar kalau itu hewan misterius, yang benar itu merupakan bagian saringan makanan pada mulut ikan paus,” tandasnya.

Sehari sebelumnya dua peneliti dari Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon dikerahkan utuk meneliti benda yang diduga tapis insang ikan paus.

Masyarakat Desa Sole mengaku sejak terdamparnya ikan paus di desa itu, tiba-tiba muncul benda mis­terius yang panjangnya satu meter serta berbulu mirip burung kasuari.

Saat ditemukan ikan paus bebe­rapa waktu lalu, itu kemudian diha­nyutkan oleh warga namun benda aneh menyerupai hewan aneh ini kemudian tertinggal yang awalnya hanya berukuran satu meter. Selang beberapa hari kemudian hewan aneh tersebut itu sudah menjadi dua  dengan bentuk yang sama. Masya­rakat kemudian membawanya di dekat pantai.

Saat ini benda misterius yang sem­pat diduga oleh warga sebagai hewan tersebut sudah bertumbuh lebih besar dan panjang menjadi sekitar lima meter. Temuan ini kemudian dires­pons pihak Pemkab SBB dan pada Sabtu (1/7) Bupati SBB M Yasin Pa­yapo di­dampingi Kadis Kesehatan JH Sesa dan Kadis Lingkungan Hi­dup Alfin Tuasun turun ke lokasi guna melihat secara langsung hewan aneh itu. Beberapa waktu lalu, tepat­nya pada 28 Mei lalu di pantai Desa Sole juga terdampar ikan paus de­ngan panjang 23 meter, lebar 5 meter dan tinggi 4 meter. (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon