Daerah ›› Lima Putera Maluku Lolos Tahap Administrasi Seleksi Calon Pimpinan KPK

Lima Putera Maluku Lolos Tahap Administrasi


Ambon - Sebanyak lima putera asal Maluku dinyatakan lolos seleksi administrasi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Mereka ada­lah Amus Tofa Besan, Her­man Adrian Koedoeboen, Horatio Nel­son Sian­ressy, Johanis Leatemia dan Yoha­nis Anthon Raharusun.

Kelima putera Maluku ini berada dalam 192 nama yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dari 376 orang yang mengikuti seleksi calon pimpinan lembaga anti rasuah itu.

Amus Besan tercatat di nomor urut 19, Herman Adrian Koedoe­boen nomor 78, Horatio Nelson Sianressy nomor 81, Johanis Lea­temia nomor 93 dan Yohanis Anthon Raharusun nomor urut 184.

“Dari jumlah 376 pendaftar, yang lolos 192 orang,” kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih,  di Ge­dung Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (11/7), seperti dilansir, Kom­pas.com

Yenti merinci, 180 pendaftar yang lolos adalah laki-laki. Sisanya pe­rem­puan sebanyak 12 orang.

Adapun berdasarkan kategori profesi, ada 40 orang akademisi/dosen, 39 orang advokat/konsultan hukum, 17 orang korporasi, 18 orang jaksa/hakim, 13 anggota polri, 9 auditor, 13 komisioner/pegawai KPK. Sisanya 43 orang berprofesi sebagai PNS, pensiunan, wiraswasta, NGO, dan pejabat negara.

“Pansel mengharapkan masukan secara tertulis dari masyarakat terhadap nama pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi,” ujar Yenti.

Masukan dapat disampaikan langsung kepada sekretariat pansel mulai 11 Juli sampai 30 Agustus, dengan alamat Kementerian Sekretariat Negara, Gedung 1 Lantai 2, Jalan Veteran No 18, Jakarta Pusat 10110.

Sambil menunggu masukan dari masyarakat, proses seleksi tahap berikutnya akan tetap dilakukan. Menurut Yenti, para pendaftar yang lolos seleksi akan mengikuti uji kompetensi yang meliputi objective test dan penulisan makalah.

Proses seleksi tersebut akan dilangsungkan pada Kamis (18/7/) di Pusdiklat Kementerian Sekretariat Negara, di Cilandak, Jakarta Selatan.

Kemudian, capim yang lolos uji kompetensi akan mengikuti tes psikotes dan profile assessment. Setelah itu, dilanjutkan dengan uji publik agar masyarakat bisa melihat seperti apa gagasan para calon.

Usai uji publik, capim yang lolos akan memasuki tahap wawancara sekitar awal September. Kemudian pada akhirnya pansel akan memberikan 10 nama capim KPK kepada Presiden Joko Widodo pada bulan yang sama.

Kata Putera Maluku yang Lolos

Amus Besan yang dikonfirmasi meminta masyarakat Maluku turut mendoakannya agar Allah SWT memperlancar jalannya mengikuti seluruh pentahapan seleksi hingga selesai.

Wakil Bupati Buru kelahiran 2 Juni 1973 ini, mengaku sudah menyiapkan diri dan mental dengan baik mengikuti seleksi tahap berikutnya.

“Saya akan mengikuti pentahapan berikutnya sesuai jadwal proses yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi capim KPK. Niat saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi positif untuk negara dalam mencegah dan memberantas KKN,” kata Besan, yang dihubungi Siwalima, tadi malam melalui telepon selulernya.

Sambil terus mempersiapkan diri, ia juga akan tetap  melaksanakan tugas dan  tanggung jawab seperti biasa sebagai seorang wakil Bupati Buru.

Johanis Leatemia juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Lelaki kelahiran 20 Oktober 1958 ini, saat ini menjadi dosen di Fakultas Hukum Unpatti.

“Saya juga baru diberi informasi lolos seleksi administrasi dan saya akan siap untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya,” ujarnya singkat.

Hal yang sama juga disampaikan Horatio Nelson Sianressy. Ia mengaku, siap dan akan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

“Saya sudah siap. Saya akan mengikuti seleksi selanjutnya sesuai jadwal tanggal 18 Juli mendatang. Namun seleksinya seperti apa saya belum tahu karena nanti setelah di Jakarta barulah saya tahu. Intinya saya siap,” ujar, Sianressy yang berprofesi sebagai advokat ini.

Sementara Herman Adrian Koedoeboen yang dihubungi beberapa kali, namun enggan mengangkat telepon.

Pria kelahiran  Ohoiwait, Kei Besar, Maluku Tenggara, 18 Juni 1957 ini pernah menjabat sebagai Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, dan juga Wakajati Maluku.

Koedoeboen juga pernah menjabat Bupati Maluku Tenggara periode 2003–2008, dan menjadi calon gubernur Maluku sebanyak dua kali.

Sedangkan Yohanis Anthon Raharusun, adalah advokat di Provinsi Papua. Lelaki kelahiran Ohoi Varuan, Kei Maluku Tenggara 17 Juni 1965 ini juga menjabat Manager dan Technical Advisor Regulation Affairs pada Government Relations Department PT Freeport Indonesia. Raharusun juga ,mengajar di beberapa perguruan tinggi di Papua.

Tak hanya lima putera asal Maluku, dua petinggi polri yang pernah berdinas di Polda Maluku juga lolos mengikuti seleksi administrasi.

Keduanya adalah Irjen Antam Novambar dan Brigjen Akhmad Wiyagus.

Antam saat ini menjabat Waka Bareskrim Polri. Sebelumnya, pernah menjabat Direktur Reskrim Polda Maluku.

Sementara Brigjen Akhmad Wiyagus, sejak 22 Januari 2019 mengemban tugas sebagai Wakapolda Jawa Barat. Sebelumnya ia menjabat Wakapolda Maluku. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon