Politik ›› Lakukan Kampanye Hitam, Warga Nilai RL tak Beretika

Lakukan Kampanye Hitam, Warga Nilai RL tak Beretika


Ambon - Warga di kota Ambon meng­ingin­kan adanya pemimpin Ambon yang memiliki etika. Dan itu dapat diukur dalam proses kampanye yang dila­kukan oleh dua paslon yang telah ditetapkan oleh KPU kota Ambon.

Namun calon Walikota Richard Louhenapessy justru melakukan kampanye yang tak beretika, yaitu mengidentikan angka dua yang diperoleh pasangan PANTAS, dengan tindakan mencuri kini menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat.

Tindakan tak terpuji RL itu disampaikan, saat berkampanye di kawasan Kampung Tomia, Desa Batu Merah, 16 November lalu, seperti dikutip di laman facebook Sultan Ambon, pendukung setia RL.

Di depan para pendukungnya, RL menegaskan, hanya satu jari yang selalu menunjuk ke atas. Sebaliknya untuk dua jari, ia lalu memperagakan gaya seperti orang nyolong atau mencuri.

“Ini bukan basa-basi. Hanya satu jari yang selalu menun­jukkan keatas (sambil mengang­kat satu jarinya). Jika pake dua jari fungsinya seperti ini (sambil mem­peragakan cara orang nyolong atau jam­bret. Tidak ada orang yang mengangkat jari ke yang maha kuasa dengan cari seperti ini (mem­pe­ragakan dua jari yang berkonotasi negatif itu),” katanya.

Menyikapi hal ini, Salah satu warga Tantui, Fuad Wattimena ke­pada Siwalima mengatakan memang warga yang datang dalam kampanye sebenarnya sangat ingin mendengar apa program yang ditawarkan oleh calon bukan untuk menjatuhkan calon lainnya.

“Secara etika pemimpin harus menghargai perbedaan jangan sam­pai saling menjatuhkan,” ujarnya Sabtu (26/11).

Dikatakan, sebagai salah satu pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya dirinya tentu akan meng­gunakan pengalaman ini sebagai acuan dalam menentukan hak demokrasinya.

“Tentu saya akan memilih paslon yang beretika dan santun yang pu­nya visi dan misi ke depan. Sekarang saja sudah saling menjatuhkan de­ngan cara tidak sehat apalagi nanti ketika memimpin,” katanya.

Sejumlah netizen juga langsung mengomentari aksi RL saat kam­panye tersebut. Beberapa netizen yang berkomentar di laman face­book yang juga ditautkan dengan laman facebook Siwalima menilai muatan kampanye RL tersebut tak santun.

“Kalau berpolitik sudah tidak santun artinya menandakan Papa­rissa sudah harus menerima keka­lahan,” ujar salah satu netizen Amir Suat di facebook dalam mengo­mentari kampanye RL.

Tak hanya Amir, ada juga netizen lainnya yang berkomentar. “Pa ris su pusing su tau kalah to la bicara su pake bahasa pasar itu tanda suda ilang kewibawaan,” ujar pemilik akun Boga Marssy.

Ada juga yang menilai RL lagi galau saat berkampanye. “Galau neh. Kacau otakNya. Hilang keseim­bangan neh. Terlalu banyak problem tuh. Banyak masalah lagi me­nanti,” jelas pemilik akun Richard Tuapattinaya Tuapattinaya.

Mendoakan

Sementara itu, calon Walikota Ambon Paulus Kastanya mengata­kan pasangan PANTAS selalu me­maafkan orang-orang yang menebar fitnah.

“Jadi tidak perlu kita membalas. Kita justru mendoakan karena PANTAS itu orangnya pemaaf,” kata Poli kepada wartawan usai bersilah­turahmi ke kantor DPK PKPI Kota Ambon, Sabtu (26/11).

Menurutnya, PANTAS selalu memberikan pelajaran politik yang santun kepada masyarakat. “Sema­kin kita difitnah dan jika tidak di­tanggapi tentu orangnya pasti akan malu sendiri,” ungkapnya.

Dikatakan, kampanye yang dilaku­kan oleh PANTAS justru lebih mem­berikan pendidikan politik kepada masyarakat. “Masyarakat harus cerdas dalam berpolitik dan sebagai calon pemimpin harus diarahkan agar warga cerdas,” katanya.

Kesantunan dalam berpolitik itulah, jelas Poli, membuat visi, misi serta program yang dikampanyekan PANTAS terus mendapatkan duku­ngan warga.

“Jadi masyarakat tertarik dengan program serta visi misi maka biarkan hati mereka memilih,” jelasnya.

Ia juga mengaku bersyukur jika ada lawan politik yang menjelek-jelekan PANTAS di mata masya­rakat.

“Tidak apa-apa kalau kita dijatuh­kan dan difitnah tetapi pada prin­sipnya kita sangat menghargai la­wan politik dan tidak mau men­jatuhkan calon yang lain,” ungkap Kastanya.

Harus Diadukan

Sementara itu, Akademisi Fisip UKIM Sammy Ratumurun kepada Siwalima mengatakan PANTAS selaku pasangan yang merasa diru­gikan sebaiknya mengadukan hal ini ke Panwaslu kota Ambon.

“Jika mereka punya bukti dan saksi silahkan saja dilaporkan ke Panwaslu. Nanti Panwaslu meng­analisa apakah memang ada pelang­garan atau tidak. Kalau ada pasti akan ditindak. Ataupun bila dijumpai ada pelanggaran perdata dan pida­na, bisa diteruskan ke pihak kepo­lisian,” tegasnnya melalui telepon seluler, Sabtu (26/11).

Ia menyebutkan sebenarnya ben­tuk kampanye hitam seperti itu dimungkinkan untuk langsung ditindak bila PPL yang ada ditempat kejadian menganggapnya tidak sesuai aturan sehingga dapat menghentikan proses kampanye saat itu juga.

Belum Terima

Sementara itu, hingga kini, Pan­was Kota Ambon belum menerima laporan kampanye yang tak beretika yang dilakukan calon walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Jika ada  laporan maka Panwas akan segera menindaklanjutinya. “Ka­mi belum menerima laporan, jika ada maka akan ditindaklanjuti ka­rena sampai saat ini, PPL tidak mela­porkan adanya black campaign tersebut,” ungkap Latuconsina, kepada Siwalima, di Kantor KPU Kota Ambon, Sabtu (26/11).

Latuconsina menyarankan, jika ada bukti dan saksi maka bisa dila­porkan ke Panwas untuk ditindak­lanjuti. “Jika ada bukti dan saksi, maka segera dilaporkan ke Panwas maka akan segera ditindaklanjuti, karena itu sudah masuk dalam unsur penghinaan,” katanya.(S-42/S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon