Kriminal ›› Lagi, Warga Kudamati Ditemukan Tewas

Lagi, Warga Kudamati Ditemukan Tewas


Ambon - Setelah sebelumnya digeger­kan dengan penemuan mayat Federik Nussy yang telah mem­busuk di rumahnya, kini warga Kudamati kembali digegerkan dengan hal serupa.

Hermanus Elwarin, warga Kuda­mati RT.01/RW.06, Kecamatan Nusa­niwe, Kota Ambon, ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, kawas­an Farmasi Atas pada Kamis (14/3).

Lelaki 65 tahun yang diketahui berprofesi sebagai tukang batu ini ditemukan sudah tewas oleh warga dan keluarga yang melakukan pencarian, setelah korban diketahui keluar rumah  sejak Rabu (13/3) sekitar pukul 09.00 WIT.

Pieter Elwarin yang merupakan adik korban kepada wartawan di lokasi kejadian mengungkapkan, korban diketahui keluar untuk bekerja pada Rabu (13/3) pukul 09.00 WIT. Pada saat itu korban keluar sendirian, mengingat kerabatnya yang lain termasuk Pieter akan pergi ke Laha.

“Biasanya kita sama-sama keluar untuk mencari batu, cuma karena kita mau pergi ke Laha jadi korban keluar sendiri untuk mencari batu,” ujar Pieter.

Setelah pulang dari Laha, Pieter diberitahu keluarga yang lain kalau korban belum juga pulang, sehingga pihak keluarga mencoba mencari di tempat kerabat maupun keluarga yang lain, namun tidak juga dite­mukan.

Keesokan harinya pencarian kem­bali dilakukan, Pieter dan sejumlah warga kemudian berinisiatif mencari korban di tempat kerja yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari tempat tinggal korban.

“Hari Rabu itu kita cuma mencari di sekitar rumah dengan mencoba menghubungi kerabat dan keluarga di Passo siapa tahu korban ke sana, namun kata keluarga yang lain korban tidak ada, sehingga kita putuskan besok paginya (Kamis-red) melakukan pencarian di walang tempat korban mencari batu,” jelas Pieter.

Pencarian membuahkan hasil, Pieter dibantu dua rekannya, menemukan kor­ban tidak jauh dari walang miliknya dalam kondisi tersungkur dengan beberapa luka di tubuh dan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 12.30 WIT.

“Sampai di walang  saya , Antin Ngarbingan dan Oles melihat tas dan sepatu korban, setelah diperiksa tidak jauh dari situ korban ditemukan sudah tergeletak tidak bernyawa dengan batu karang di sekitar, serta tubuh korban juga dipenuhi beberapa luka,” ungkapnya.

Tidak langsung memindahkan jenazah korban, Pieter dan kawan-kawan kemudian menghubungi RT setempat, Roy Lerik. RT dan warga meninjau lokasi selanjutnya meng­hubungi pihak kepolisian.

Sekitar pukul 14.00 WIT, pihak kepolisian dari tim dokkes Polda Maluku dan unit Sabhara Polres  Ambon tiba di lokasi untuk meng­evakuasi korban.

Kepala SPKT Polda Maluku, Ipda Amir, di lokasi kejadian kepada wartawan, belum dapat memastikan penyebab kematian korban.

“Kita belum dapat pastikan penyebab kematian korban, tapi kalau dilihat dari kondisi korban dugaan awal korban meninggal akibat terjatuh dan tertimpa bong­kahan karang, melihat di samping jasad ditemukan beberapa bong­kahan karang, tapi pastinya kita harus lakukan penyelidikan lanjut,” ujarnya.

Untuk memastikan kematian, jasad korban dievakuasi 14.45 WIT, menuju Rumah Sakit Bhayangkara Tantui untuk dilakukan visum. 

Membusuk

Sebelumnya Feredek Nussy, warga RT 001/RW 05 Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, ditemukan tewas membusuk di rumahnya  pada Rabu (13/3).

Melihat kondisi mayat yang su­dah mulai bengkak dan mengeluar­kan bau tidak sedap, lelaki 54 tahun yang berprofesi sebagai buruh kasar ini diperkirakan telah mening­gal dunia lebih dari 3 hari. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon