Kriminal ›› Lagi, Polisi Ringkus Pengedar Narkoba 110 Paket Ganja Ikut Diamankan

Lagi, Polisi Ringkus Pengedar Narkoba


Ambon - Setelah bos Firma Murni Utama, Wiliam Stanley, Sat­resnarkoba Polres Pulau Am­bon dan Pulau-pulau Lease meringkus Marcel Noya.

Warga gang da Silva, Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini diringkus Rabu (3/5) sekitar pukul 14.30 WIT, di terminal angkutan umum jurusan Liang, deng­an barang bukti 110 paket ganja siap edar.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu N Anakota kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (6/5), menje­laskan, Marcel Noya berhasil ditangkap atas informasi intelijen. Ia juga sudah masuk target operasi (TO).

“Polisi selama ini sudah memper­hatikan gerak gerik tersangka, ketika men­dapat informasi tersangka se­mentara membawa ratusan paket, polisi langsung bergerak dan me­ringkus tersangka. Tersangka diketa­hui membawa ratusan paket ganja untuk kembali dijual,” jelas Anakota.

Selain 110 paket jenis ganja siap edar, polisi juga menemukan uang tunai sebesar Rp.2 juta yang diduga hasil penjualan ganja.

Lelaki 31 tahun itu, kemudian digiring ke Mapolres Pulau Ambon. Ia kini mendekam di tahanan.

“Saat ini tersangka sudah kita tahan di rutan Polres, sementara po­lisi masih melakukang pengem­bangan kasus dugaan adanya keter­libatan orang lain,” jelas Anakotta.

Tersangka dijerat dengan UU Nomor 35 tahun 2009 pasal 111, dan  pasal 114 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal 20 tahun penjara. 

Jadi TO

Sepak terjang bos Firma Murni Uta­ma, Wiliam Stanley, bukan baru dalam dunia narkoba. Dia bahkan sudah lama dijadikan target operasi polisi.

Kendati sudah menjadi TO, namun polisi membutuhkan waktu yang lama untuk menangkapnya. Apalagi, Wiliam tergolong orang yang lihai.

Satuan Resnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease meringkus Wiliam beserta barang  bukti puluhan gram sabu.

Sebelum menangkap Wiliam, polisi lebih dulu membekuk Michael Maka­tita, warga Soabali, Kecamatan Nusaniwe di salah satu kamar kos pada Rabu (25/4), sekitar pukul 03.00 WIT. Saat melakukan penggele­dahan, polisi menemukan 2 paket sabu di kamar kos Michael.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian bergerak menciduk Wiliam di kamar rumahnya, di Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, sekitar pukul 16.43 WIT.

Polisi kemudian melakukan peng­ge­le­dahan dan menemukan 11 kan­tong plastik berisi sabu-sabu de­ngan berat kurang lebih 40 gram.  Po­lisi juga mengamankan dua alat isap sabu atau bong, uang tunai sebesar Rp.500.000, sejumlah plastik bening, dua kotak penyimpanan sabu dan dua korek api gas.

Penyidik menjerat Wiliam dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Dalam penyidikan, polisi menemukan bukti-bukti kuat, kalau bos pengusaha distributor minuman beralkohol bir ini, menjadi pengedar sabu-sabu.

Sementara tersangka lain, Michael Makatita dijerat dengan pasal 112 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. (S-45)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon