Politik ›› Lagi-lagi PDIP Diincar 'Orang Luar' Jelang Pilkada Maluku

Lagi-lagi PDIP Diincar 'Orang Luar'


Perebutan kursi kepe­mim­pin­an di Maluku tak ha­nya menarik bagi kaum po­litisi, tetapi ju­ga kalangan birokrat. Se­per­ti yang di­tunjukan Kadis Ketahanan Pangan Pro­vinsi Maluku, M Ze­deck Sa­ngadji. Ia me­ng­utus orang dekatnya untuk me­ngambil formulir pendaftaran bakal calon wagub di PDIP, Ka­mis (18/5).

Utusan Sangadji bernama Do­minggus Mailuhu itu, tiba di Sekretariat DPD PDIP Maluku, Ka­rang Panjang pukul 10.00 WIT yang diterima oleh tim penja­ringan dan penyaringan bakal calon gubernur dan wagub.

Setelah mengambil formulir, Mailuhu langsung bergegas keluar. Saat dicegat wartawan, ia menolak berkomentar. Ia hanya mengatakan, hanya diberi kuasa untuk mengambil formulir oleh Sangadji, yang juga mantan Asis­ten III Sekda Maluku.”Saya cuma utusan yang diberi kuasa saja,” katanya singkat.

Sejam kemudian, datang ka­der beringin Mozes Rudy Ti­misela untuk mengambil for­mulir.

Ketua DPD Partai Golkar Pro­vinsi Papua Barat ini mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon wakil gubernur.

Pantauan Siwalima, Timisela datang ditemani istrinya sekitar pukul 11.00 WIT. Ia kemudian me­nyapa tim penjaringan dan penya­ringan dan kemudian memper­kenalkan diri. Setelah itu, Timisela mendengar penjelasan terkait isi dan tata cara pengisian formulir.

Kepada wartawan usai meng­ambil formulir, Timisela mengata­kan, kehadiran dirinya untuk me­ngambil formulir pendaftaran, yakni sebagai wujud dari keseriu­san untuk ber­partisipasi dalam kontestasi pemi­lihan Gubernur Maluku 2018 men­datang. “Bagaimana keseriusan kami datang dari Papua Barat untuk maju dalam kontestasi pilkada yang sementara berjalan. Dan saya memposisikan diri seba­gai bakal calon wakil gubernur Maluku,” kata Timisela.

Pria 39 tahun ini menegaskan, dirinya maju dalam konstelasi Pilgub Maluku, mewakili anak muda. Sebab, dirinya merupakan satu-satunya anak muda yang membera­nikan diri masuk dalam ajang Pil­kada setingkat Gubernur di Provinsi Maluku ditahun 2018 mendatang.

“Hal ini menjadi rujukan bahwa gerakan muda akan bangkit. Dan diyakini bahwa PDIP akan membuka ruang terhadap proses regenerasi itu berlangsung,” tandassnya.

Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk politisi muda. Sebab dirinya akan maju me­representasikan kelompok muda yang memiliki peluang besar.

“Inilah saatnya anak muda tampil de­ngan amanat yang telah diper­juangkan selama ini. Jadi ini merupakan salah satu peluang besar yaitu representatif kelompok muda,” ujarnya.

Timisela mengakui, selama ini sudah membangun komunikasi dengan beberapa figur bakal calon gubernur Maluku. Tetapi, hal ini dibiarkan berjalan secara alami.

“Sebagai politisi sudah pasti ada komunikasi-komunikasi. Tetapi aras pikirannya menyerahkan ke­pada masyarakat yang menentu­kan pili­hannya, yang pasti biarkan proses­nya berlangsung secara alamiah melalui hasil survei,” ujarnya.

Selain itu, komunikasi dengan partai politik juga sudah dibangun. Timisela menilai masih cukup waktu untuk menentukan arah koalisi kedepan seperti apa. Yang pasti, saat ini dirinya serius maju dalam Pilkada Maluku.

“Komunikasi dengan partai lain sudah. Kan komunikasi itu bukan hanya sekedar berhadap-hada­pan. Tetapi yang pasti kita secara perlahan akan maju,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, Timisela bisa bersanding dengan kader sesama partai Golkar, Said Assagaff. Tetapi, sebagai kandidat, tentu akan dilihat dengan semua hitungan yang rasional yang dapat diterima oleh masyarakat terutama kelompok muda.

“Tidak tertutup kemungkinan akan berpasangan dengan Assa­gaff. Tetapi yang pasti kedatangan kesini sebagai bentuk pastisipasi dan sebagai penghormatan ke­pada PDIP yang merupakan partai besar. Sehingga proses kedepan nantilah biar masyarakat yang menilai dan akan terukur dari hasil survei,” tandasnya.

Wakil ketua tim penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah PDIP Maluku, Benhur Wa­tubun, mengatakan hanya dua kan­didat bakal calon wakil gu­bernur yang meng­ambil formulir pendaftaran. Dan diperkirakan Jumat (19/5) masih ada bakal ca­lon yang akan meng­ambil formulir pendaftaran.

“Hari ini dua bakal calon wakil gubernur yang ambil formulir. Pak M Z Sangadji dan Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat, Rudy Timisela. Mungkin Jumat besok masih ada yang akan datang ambil formulir,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak dibuka hingga kemarin total sudah ada 9 bakal calon yang mengambil for­mulir pendaftaran. Empat dian­taranya mengambil posisi bakal calon gubernur, sedangkan sisa­nya sebagai wakil.

Empat nama yang mengambil formulir sebagai bakal calon gu­bernur Maluku diantaranya, Bupati MBD, Barnabas Orno, Petahana Said Assagaff, Komarudin Watubun dan Herman Koedoeboen.

Sedangkan lima nama yang me­ngambil formulir bakal calon wakil gubernur yaitu Andreas Rentanu­bun, Abdullah Vanath, Lucky Wattimury, M.Z Sangadji dan Mozes Rudy Timisela.

Tagop Hari ini

Setelah menyatakan siap maju dan bertarung melawan petahana, Bupati Buru Selatan, Tagop S Soulisa hari ini akan mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur di PDIP. “Besok tanggal 19 Mei saya am­bil formulir pendaftaran di PDIP,” kata Tagop lewat telepon seluler­nya, Kamis (18/5).

Tagop yang merupakan kader PDIP itu nantinya akan mengi­rimkan utusan untuk mengambil formulir pendaftaran.  “Besok nanti utusan yang ambil,” timpal bupati dua periode itu.

Tagop merasa sa­ngat percaya diri. Orang nomor satu di Kabupaten Bursel ini sesumbar hanya dirinya yang mampu me­nan­dingi Said Assagaff dalam pemilihan Gubernur Maluku 2018. “Yang bisa lawan petahana cuma Bupati Bur­sel,” tandas Tagop kepada warta­wan disela-sela Rakerda PDIP Maluku di Ambon, Senin (8/5).

Penyataan Tagop ini bukan alasan, sebab bupati dua periode ini mengaku sangat mengetahui peta kekuatan politik Assagaff yang bakal menjadi salah satu dari calon lawannya nanti.

“Yang jelas, saya paham betul dengan petahana. Saya bupati aktif dua periode jadi bisa lawan petahana,” tandasnya.

Jika dilihat dari peta kekuatan berdasarkan basis daerah, kader PDIP ini mengaku memiliki basis besar di Kabupaten Malteng.

Tidak hanya di Malteng, Tagop juga mengaku jika selama meme­rintah Bursel, menjadi amunisi bagi dirinya memperoleh duku­ngan masyarakat di Bursel mau­pun Pulau Buru secara keseluruhan.

“Saya punya wilayah basis paling kuat itu di Maluku tengah. Sebagai anak Maluku Tengah dan Buru, saya yakin betul dengan kekuatan itu,” ungkapnya.

Menyangkut komunikasi dengan partai politik yang sudah dibangun, Tagop memilih merahasiakannya. Namun demikian ia meyakini jika mendapatkan rekomendasi dari PDIP maka sudah mengantongi 17 kursi jika ditambah partai-partai tersebut.

“Komunikasi sudah dibangun de­­ngan partai lain. Mereka hanya tunggu rekomendasi dari PDIP. Kalau PDIP berikan rekomendasi, maka sudah 17 kursi,” jelasnya. (S-46)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon