Daerah ›› Atasi Kebutuhan Jasa, KSOP Bangun Pelabuhan Rakyat

Atasi Kebutuhan Jasa, KSOP Bangun Pelabuhan Rakyat


Ambon - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KOSP) Klas I Ambon kini mulai membangun Pelabuhan Rakyat. Pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama itu dilakukan Selasa (21/10) di Pantai Mardika Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy pada kesempatan itu dalam sambutannya mengatakan, pekerjaan pembangunan dermaga rakyat di Pantai Mardika itu semata-mata untuk melayani kebutuhan jasa pelayanan kepelabuhan.

Pasalnya, selama ini kapal-kapal rakyat kerap melakukan aktivitas bongkar muat disepanjang pesisir Teluk Ambon, lantaran tidak ada pelabuhan rakyat yang menampung kapal-kapal tersebut. 

Hal itu disebabkan perluasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon untuk kepentingan pelabuhan kontainer yang telah menghalangi tambat dan labuh kapal-kapal dibawah 35 GT.

“Kondisi ini yang menuntut diperlukannya pembangunan tambatan pelabuhan rakyat baru untuk menampung kapal-kapal dibawah 35 GT atau dengan kata lain dapat berfungsi sebagai pelabuhan rakyat lokal,” ungkap Louhenapessy.

Dijelaskan, Maluku merupakan daerah kepulauan, sehingga transportasi laut sangat dominan dalam menunjang pergerakan orang, barang, dan jasa dari Kota Ambon yang merupakan pusat pemerintahan di Provinsi Maluku.

“Keberadaan pelabuhan rakyat ini membuktikan bahwa kota ini tersedia fasilitas pelabuhan yang layak, guna memenuhi kebutuhan dan pelayanan arus bongkar muat barang maupun orang di pelabuhan yang berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat demi kelancaran, ketertiban dan keselamatan sektor lalu lintas angkutan laut,” tandasnya.

Menurut Louhenapessy, tersedianya fasilitas pelabuhan yang layak dalam menunjang kegiatan bongkar muat barang dan penumpang, sangat berdampak kepada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Bahwa untuk kelancaran dan peningkatan mutu pelayanan di bidang transportasi laut yang aman, tertib dan nyaman serta berdaya guna demi memenuhi kebutuhan masyarakat menggunakan jasa transportasi serta meningkatkan penerimaan bagi daerah, maka dibutuhkan keberadaan pelabuhan,“ ujarnya.

Sementara Kepala KOSP Klas I Ambon, Ali Ibrahim mengatakan, pembangunan pelabuhan rakyat dibiayai APBN Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2014 senilai Rp.6.839.000.000 yang dikerjakan oleh PT Sinar Timur Indonesia.

“Dalam pembangunan pelabuhan rakyat ini diselenggarakan melalui DIPA tahun 2014 kantor KOSP dengan dana kontrak sebesar Rp.6.839.000.000 yang mana dikerjakan oleh PT Sinar Timur Indonesia dan konsultan pengawasnya adalah PT Ihsan konsultan. Pekerjaan ini baru dapat berjalan pada bulan ini,” ungkap Ibrahim.

Ibrahim juga mengaku, pem­bangunan pelabuhan rakyat itu merupakan program pemkot yang diusulkan melalui KOSP. (Cr-2)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon