Hukum ›› KPU Maluku-Tim Seleksi KPU Bursel Bakal di PTNU-Kan

KPU Maluku-Tim Seleksi KPU Bursel Bakal di PTNU-Kan


Ambon - Remsy Lesnussa, salah satu calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru Selatan (Bursel) akan menggugat KPU Maluku dan tim seleksi calon anggota KPU Bursel ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Kepada Siwalima kemarin, Lesnussa menjelaskan, gugatan tersebut dilayangkan ke PTUN, karena KPU Maluku dan tim seleksi telah melanggar aturan, karena dirinya yang sudah lolos seleksi menjadi anggota KPU Bursel bahkan telah mengkantongi undangan secara resmi mengikuti pelantikan yang digelar pada tanggal 17 Juni 2010 lalu sekitar pukul 09.00 Wit justru secara sepihak dibatalkan oleh tim seleksi bersama dengan KPU Maluku tanpa ada penjelasan.

"Kami yang lolos menjadi anggota KPU Bursel, saya (Remsy Lesnussa-red), Abdul Muin Loilatu, Said Sabdi Rajak Pesilette serta Benony Solissa telah diundang oleh tim seleksi pada tanggal 17 Juni 2010 lalu untuk dilantik,kami bersama dengan keluarga masing-masing dengan berpakian resmi protokoler, telah hadir di lokasi pelantikan, namun pelantikan tersebut terhenti sejenak lantaran sekitar 30 orang yang mengatasnamakan pemuda Bursel melakukan demonstrasi. Karena aksi ini sedikit menggangu jalan pelantikan, maka kesepakatan diambil yakni acara pelantikan ditunda hingga nantinya dilakukan pada pukul 16.00 WIT, ditempat yang sama pula,namun menunggu akan dihubungi oleh panitia," ujarnya.

Lesnussa menjelaskan, hingga pukul 16.00 WIT, tak seorangpun panitia yang menghubunginya dan ketika ia mengecek ternyata namanya telah diganti oleh orang lain.
Lebih jauh kata Lesnussa, jika harus terjadi pergantian dirinya maka seharusnya tim seleksi maupun KPU Maluku memberitahukan hal tersebut kepada dirinya, karena ia sendiri tidak pernah memasukan surat pengunduran diri.

Ia mengaku, saat pembatalan pelantikan pada pukul 09.00 WIT, ia sempat dihubungi oleh seorang calon Bupati Bursel untuk memberikan dukungan padanya jika menjadi anggota KPU Bursel, karena kalau tidak akan diganti. Namun ia menolak dengan memberikan alasan tugas KPU adalah independen dan tidak bisa diintervensi.

Sarat Politik

Ditempat berbeda, Ketua Forum Pemuda Penyelamat Bursel, Hesky Lesnussa menilai seleksi KPU Bursel sarat kepentingan politik, karena KPU Maluku maupun tim seleksi
sama sekali tidak berdasarkan aturan yang berlaku.

Hal ini terbukti dengan digugurkannya hasil pleno tim seleksi pertama yang telah meloloskan lima nama.

Ia mengaku binggung, mengapa KPU Maluku mengabaikan aturan dan mempertaruhkan kewibawaan hanya karena sebuah konspirasi yang dilakukan melalui demonstrasi
Selain itu, lanjut dia, subtansi dari aksi demonstrasi tersebut sangat tidak rasional serta pragmatis, karena miminta perimbangan wilayah. Jika ditelah secara mendalam ternyata ini hanya kamuflase, sebab hasil dari pleno kedua yang membatalkan pleno pertama itu sangat jauh dari aspek perimbangan dan KPU Provinsi harus bertanggungjawab penuh terhadap hal ini. (S-21)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon