Politik ›› KPU Kota Ambon Kekurangan 1.961 Surat Suara Distribusi Logistik di MBD Terkendala Tinta & Segel

KPU Kota Ambon Kekurangan 1.961 Surat Suara


Ambon - Pelaksanaan Pilpres tersisa sepe­kan lagi. Namun hingga saat ini KPU Kota Ambon masih kekurangan 1.961 surat suara.

Sejak distribusi awal surat suara Pilpres ternyata KPU Kota Ambon telah mengalami kekurangan 1.639 surat suara. Selain saat penyortiran ditemukan kerusakan surat suara sebanyak 332 lebar sehingga jumlah keseluruhan yang diminta dari KPU Pusat sebanyak 1.961 lembar.

“Kita berharap dalam minggu ini kekurangan kertas suara yang sudak kita mintakan sudah dapat diterima oleh KPU Kota Ambon sebelum dilakukan pendistribusian logistik pada 6-8 Juni mendatang ke 688 TPS yang ada di Kota Ambon,” ungkap Ketua Pokja Logistik KPU Kota Ambon, Rikke Uruilal kepada wartawan di Ambon, Selasa (1/7).

Menurutnya KPU Kota Ambon sebelumnya telah menerima surat suara dari KPU Pusat sebanyak 262.668 kertas suara dari total suara sesuai dengan DPT Kota Ambon 265.747 pemilih.

“Sesuai hasil penyortiran dan pelipatan yang dilaksanakan oleh KPU ternyata ditemukan banyak sekali kerusakan sehinga KPU langsung mengirim surat ke KPU pusat untuk memintahkan penam­bahan surat suara termasuk kertas suara sissanya,” ungkapnya.

Dikatakan, surat suara yang diterima KPU Ambon belum sesuai jumlah DPT Kota Ambon, serta belum ditambah dua persen dari DPT, sehingga total yang harus diterima 271.062.

“Kami berharap sebelum didistri­busikan kekurangan kertas suara termasuk kertas suara yang rusat tersebut sudah ada di tangan KPU agar tidak mengganggu proses pemunggutan suara,” katanya.

Menyangkut perlengkapan pe­milu lainnya seperti formulir, tinta serta segel, Uruilal mengaku sudah siap untuk didistribusikan bersa­ma­an dengan kertas suara.

“Perlengkapan pendukung pelak­sanaan pencoblosan nanti sesmua­nya sudah siap dan tidak ada keku­rangan termasuk spidol, lem, be­nang, bantal spons, tanda pengenal KPPS,” jelasnya.

Akan Surati PLN

Disisi lain, KPU juga akan me­nyurati manajemen PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik saat proses rekapitulasi penghitungan suara dilakukan di tingkat KPPS, PPS, PPK maupun KPU.

“Gangguan mesin pembangkit yang terjadi selama ini akan berdam­pak pada pelaksanaan Pilpres men­datang khusus proses rekapitulasi suara yang berlangsung pada 9-12 Juli mendatang. Untuk itu diha­rap­kan PLN dapat mengambil kebijakan agar tidak ada lagi pemadaman listrik,” jelas Ketua KPU Kota Ambon Marthinus Kainama kepada wartawan di Balai Kota Ambon usai Rakor Persiapan Pelaksanaan Pilpres, Selasa (1/7).

Menurutnya, KPU telah meminta Pemkot Ambon agar menyurati manajemen PLN untuk tidak mema­damkan listrik ketika dilakukan perhitungan suara.

Distribusi MBD

Sementara itu, KPU Kabupaten MBD kini mengalami hambatan dalam melakukan pendistribusian surat suara.  Pasalnya, pelipatan surat suara sudah selesai dilakukan, namun sam­pai dengan saat ini, tinta maupun segel yang dikirim oleh KPU Maluku belum sampai di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut.

“Untuk pelipatan surat suara se­muanya sudah selesai, tinggal me­nunggu distribusi ke masing-masing kecamatan. Yang sementara kita tunggu itu tinta dan segel yang masih dimuat oleh kapal lintas Papua saat ini berada di Saumlaki, sampai sekarang belum tiba di Kisar-MBD,” Kata Sekretaris KPU MBD, Edy Ubro kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (1/7).

Dikatakan, keterlambatan tinta dan segel ini sangat berpengaruh bagi pihaknya untuk melakukan pendis­tri­bu­sian surat suara ke delapan kecamatan yang ada di MBD.

“Kita sementara berupaya mencari solusi atau berkoordinasi dengan Adpel Saumlaki maupun Kapal Lintas Papua agar secepatnya tiba di MBD pada Jumat (4/6) nanti,” katanya.(S-39/S-37)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon