Politik ›› KPU: 14 Desember Putaran 2 Kemarin KPU Pleno Penetapan

KPU: 14 Desember Putaran 2


Ambon - KPU Maluku telah menetapkan Pilkada Maluku putaran kedua akan berlangsung pada 14 Desember 2013.

Jadwal pencoblosan tersebut dite­tapkan dalam rapat pleno tertutup KPU Maluku, Minggu (17/11) malam.  

Rapat yang berlangsung pukul 20.00 Wit di ruang Ketua KPU itu, dipimpin Ketua KPU, Idrus Tatuhey. Hadir saat itu seluruh komisioner KPU, yaitu Noverson Hukunala, Musa Latua Toekan, MG. Lailossa, M. Nazir Rahawarin serta Sekretaris KPU, Arsyad Rahawarin.

Usai rapat Ketua KPU Maluku, Idrus Tatuhey kepada wartawan menjelaskan, rapat pleno yang dilakukan KPU untuk menindak­lanjuti putusan Mahkamah Kons­titusi (MK) pada persidangan Kamis (14/11) lalu.

“Jadi ini rapat lanjutan dari Jakarta. Kita kan sudah rapat di Jakarta, ini hanya rapat tindak lanjut saja keputusan tentang perolehan suara masing-masing kandidat yang ditetapkan oleh MK. KPU tidak me­ngorek satupun, jangankan angka, titikpun tidak dikorek. SK satu lagi itu menetapkan peringkat satu dan dua untuk mengikuti putaran kedua. Sekalipun semua orang sudah tahu MK sudah putuskan tetapi yang menetapkan peringkat satu dan dua ada di KPU,” jelas Tatuhey.

Lanjutnya, berdasarkan dua SK itu KPU telah menetapkan jadwal putaran kedua Pilkada Maluku yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember. “Pelaksanaan pemungu­tan suara tanggal 14 Desember. Ple­no peneta­pan gubernur dan wakil gubernur terpilih  tanggal 28 dan 29 Desember. Pertimbangannya adalah basudara umat Kristen melaksa­nakan Hari Raya Natal,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya telah berko­mitmen untuk pelaksanaan pilkada putaran kedua berlangsung sesuai aturan yang berlaku. Berbagai persoalan yang terjadi pada putaran pertama tak akan terjadi lagi. “KPU Maluku telah bersepakat untuk mela­kukan pemungutan suara berjalan sesuai dengan aturan, pokoknya tidak ada hal-hal yang seperti pada putaran pertama kemarin,” tandasnya.

Lanjut Tatuhey, jika tidak ada keberatan dari pasangan calon saat pleno 28-29 Desember, KPU langsung menetapkan pasangan  gubernur dan wakil gubernur terpilih pada 3 Januari 2014.

“Jadi kalau memang tidak ada keberatan saat pleno tanggal 28-29 Desember itu maka KPU langsung menetapkan gubernur dan wakil gubernur terpilih dan tanggal 3 Januari 2014 KPU dan menyerahkan hasil tersebut ke DPRD Maluku. Kalau ada gugatan maka kita tunggu lagi,” tukasnya, sembari menambah­kan tidak ada perubahan nomor pasangan calon. Pasangan SETIA tetap Nomor 5 dan DAMAI Nomor 3.

Tatuhey juga menjelaskan, CV. Pratan Adikarya Jakarta yang akan mencetak surat suara. Hari ini Divisi Logistik KPU akan berangkat ke Jakarta bersama salah satu pimpinan Bawaslu untuk mengawal proses pencetakan suara tersebut.

“Kami juga minta pihak kepolisian untuk mengawal proses pencetakan surat suara. Kalau di Ambon pakai satu mesin untuk cetak agak lama. Surat suara yang akan dicetak beratnya 8,6 ton. Mereka akan mengirimnya dalam tiga kali. Kita perkirakan satu trip pertama itu tanggal 25 November sudah tiba di Ambon, kalau lebih cepat lebih bagus dan hari ini sudah mulai dicetak. Mudah-mudahan satu minggu sudah cetak selesai, itu yang kami inginkan,” ujarnya.

Dikatakan, jika 25 November trip pertama surat suara sudah tiba, maka langsung disortir.

“Setelah kita sortir, kita akan mendistribusikannya ke kabupaten yang jauh yakni Kabupaten MBD, Kabupaten MTB, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten SBT. Untuk distribusi logistik  kita juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Lantamal, Pemda Maluku dan Pelni. Mudah-mudahan Tuhan tolong kita dengan cuaca,” ungkap Tatuhey.

Tatuhey menambahkan, hasil pleno KPU akan dilaporkan kepada Caretaker Gubernur Maluku Saut Situmorang hari ini.

“Kita mintakan beliau juga untuk melakukan rapat koordinasi dan mengundang Muspida, tokoh-tokoh agama dan stakeholder agar mem­-back up seluruh proses pilkada. Mudah-mudahan lewat kesepakatan kita, Insya Allah akhir Desember paling tidak sudah ada putusan me­ngenai gubernur terpilih. Siapapun terpilih itu rakyat punya pilihan,” tandasnya.

Laporkan ke KY

Kubu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Herman Koe­doeboen-Daud Sangadji (MAN­DAT) belum juga mau menerima putusan MK. Pasangan ini akan melaporkan majelis hakim MK ke Komisi Yudisial (KY).

Tak hanya itu, MANDAT juga  akan melaporkan KPU Maluku ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kita tidak terima dengan putusan MK itu, karena bagi kita MK tidak melakukan telaah dan kajian secara mendalam tentang materi gugatan kita,” kata Sekretaris Tim Peme­nangan MANDAT, Thobyhend Sahureka kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Minggu (17/11).

Begitupun dengan KPU Maluku. Sebagai penyelenggara, KPU dinilai tidak melaksanakan proses pilkada putaran pertama hingga Pemungu­tan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten SBT secara profesional dan maksimal karena ada begitu banyak kecurangan yang dilakukan.

Menurutnya, MK bertindak tidak adil dan tidak melakukan telaah secara mendalam, terhadap materi gugatan yang diajukan, baik itu menyangkut DPT yang ganda dan tidak dilakukan koreksi secara baik. “Kami akan melaporkan tindakan MK ini ke KY, agar KY memeriksa ma­jelis hakim MK terhadap putusan yang telah dikeluarkan itu,” tandas­nya.

Gerindra Belum Tentukan Sikap

Sementara Partai Gerindra yang mengusung pasangan Abdullah Tuasikal-Hendrik Lewerissa (TULUS) belum menentukan sikap politik untuk mendukung pasangan SETIA ataukah DAMAI .

Ketua DPD Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Sabtu (16/11) mengatakan, sampai saat ini Gerindra masih terus mengkaji dan menumpulkan semua data dan informasi tentang SETIA dan DAMAI dari seluruh pengurus DPC sebagai bahan pertimbangan.

“Kita belum mengambil sikap kepada siapa kami harus membe­rikan dukungan politik baik itu ke SETIA atau DAMAI. Sekarang kita baru sampai pada tingkat koordinasi dengan partai pendukung pasangan calon yang masuk putaran kedua dan belum sampai penetapan langkah politik kita ke pasangan yang mana kita akan mendukung mereka,” ujarLewerissa.  (S-37)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon