Hukum ›› Koruptor Korupsi Puskesmas Uwen Dieksekusi

Koruptor Korupsi Puskesmas Uwen Dieksekusi


Ambon - Tiga koruptor korupsi proyek pembangunan puskesmas rawat inap Uwen Pantai, Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), diekseksui ke Lapas Klas II Piru oleh JPU Kejari Masohi, Jumat (8/6).

Para terpidana yang diekse­kusi itu adalah Johanis Octo­vianus Puttileihalat, yang ada­lah adik kandung eks Bu­pati SBB, Jacobus F Putti­leihalat, bersama dua ter­dakwa lainnya, Mohammad Zein Pattimura selaku PPK dan Direktur CV Sarana Teknik, La Saleh.

“Tiga terpidana korupsi pro­yek puskesmas Uwen su­dah kami eksekusi ke Lapas Klas II Piru, Kabupaten SBB pada Jumat 8 Juni 2018 lalu,” kata Kasi Pidsus Kejari Piru Djino Talakua, kepada Siwa­lima, melalui telepon seluler­nya, Senin (11/6).

Dikatakan Talakua, para ter­pidana dieksekusi ke La­pas Klas II Piru setelah me­reka memperoleh kekuatan hukum tetap dari Pengadilan Tipikor Ambon yang menghu­kum Joha­nis Octovianus Put­ti­leiha­lat, Mohammad Zein Pattimura selaku PPK dan Direktur CV Sarana Teknik, La Saleh, de­ngan pidana  2,6 tahun penjara.

“Karena mereka tidak lagi mengajukan upaya hukum banding maupun kasasi, maka kami anggap tiga terpidana telah menerima putusan maje­lis hakim Pengadilan Tipikor tersebut. Sehingga Johanis Oc­tovianus Puttileihalat cs, la­ngsung kami eksekusi ke La­pas Klas II Piru,” tutur mantan Kasipidsus Kejari Buru itu.

Divonis

Sebelumnya tiga terdakwa korupsi proyek pembangu­nan puskesmas rawat inap Uwen Pantai, Kecamatan Tani­wel Timur Kabupaten SBB, divonis 2,6 tahun penjara.

Tiga terdakwa terbukti se­cara sah dan meyakinkan me­la­kukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan negara dirugikan Rp 249.257.774,4. Hakim mengatakan perbuatan tiga terdakwa terbukti melang­gar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 ten­tang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ke-1 KUHPidana.

Yang memberatkan para ter­dakwa yakni, perbuatan mereka tidak mendukung program pe­merintah dalam upaya pembe­rantasan tipikor. Se­dangkan hal yang meringan­kan, para ter­dakwa bersikap sopan dan telah mengem­balikan kerugian negara 100 persen.

Untuk diketahui, tender pro­­yek pembangunan pus­kes­mas rawat Inap Uwen Pantai dengan nilai Rp.1,2 miliar lebih dilakukan pada 14 Juli 2016. Johanis Octovianus Puttilei­halat menggunakan bendera CV.Sarana Teknik milik La Saleh untuk mengikuti tender, dan dinyatakan seba­gai pemenang. Selama proses berjalan, ada beberapa item yang tidak dikerjakan. Namun anggaran dicairkan 100 persen.

Terdakwa La Saleh yang menerima pembayaran pro­yek, kemudian mentransfer uang tersebut kepada Puttilei­halat. Pembayaran pertama sebesar Rp301 juta lebih. Kemudian diserahkan kepada terdakwa Johanis Puttileihalat sebesar Rp300 juta, dibukti­kan dengan kwitansi terta­nggal 1 Agustus 2016.

Selanjutnya, Rp.201,2 juta ditransfer La Saleh ke reke­ning terdakwa Puttileihalat. Kemu­dian  dalam pencairan tahap tiga, La Saleh me­nyerahkan Rp.251 juta lebih kepada ter­dakwa dengan kwi­tansi tang­gal 9 November 2016. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon