Hukum ›› Korupsi Lahan TPU Arbes, Kadis LHP Kota Dicecar

Korupsi Lahan TPU Arbes, Kadis LHP Kota Dicecar


Ambon - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Lucia Izack diperiksa ter­kait dugaan korupsi pembelian lahan seluas 5 hektar di ka­wasan Air Besar Desa Batu Me­rah, Kecamatan Sirimau Kota, Ambon tahun 2008-2009 senilai Rp 2 milyar. 

Lucia diperiksa oleh tim penyidik Tipikor Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, pada Selasa (9/7) pukul 11.00-15.00 WIT.

“Kita periksa Kadis Lingku­ngan Hidup untuk kasus TPU Arbes. Setelah ini masih ada pemeriksaan tambahan untuk beberapa kadis sebelum ka­sus ini diekspos,” jelas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Rifal Efendi Adikusuma kepada Siwalima, Selasa (9/7).

Rifal mengatakan, kasus ini akan dituntaskan sesuai bukti-bukti yang dikantongi oleh tim penyidik.

Banyak Pihak

Banyak pihak disinyalir terlibat dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan seluas lima hektar di kawa­san Air Besar Desa Batu Merah.

“Banyak yang harus berta­nggungjawab dalam perkara ini sehingga tim penyidik masih terus melakukan pe­ngembangan,” kata Kapol­res Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso kepada Siwa­lima di Ambon Rabu (6/6).

Tim 9 dinilai paling berta­nggung jawab dalam kasus senilai Rp 2 milyar ini. Tim tidak melaksanakan tugas dengan baik. Setelah lahan dibayar kepada Tan Kho Hang Hoat alias Fat, ironis­nya hingga kini Pemkot Ambon tidak memiliki  sertifikat  hak milik atas lahan itu.

“Ada tahapan yang diabai­kan, sehingga sudah kurang lebih 10 tahun, pemkot bayar ganti rugi kepada pemilik, tetapi tidak memiliki sertifi­kat. Sertifikat seharusnya pisah dari sertifikat induk, tetapi tidak dilakukan,” kata sumber di Polres Ambon.

Periksa

Sejumlah pihak sebelum­nya sudah diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Mereka adalah, eks Ke­pala Dinas PU Kota Ambon, Brury Nanulaitta. Ia diinte­rogasi dengan 29 perta­nyaan, pada Jumat (25/5).

Nanulaitta yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pe­rumahan dan Kawasan Permukiman Kota Ambon, mulai diperiksa pukul 10.00 hingga 19.00 WIT.

Sebelumnya mantan Ke­pala BPN Kota Ambon Ale­xius Anaktototy diperiksa penyidik, Selasa (22/5).  Anak­tototy dicecar pukul 09.30 hingga 14.30 WIT  de­ngan 22 perta­nyaan dalam kapasitasnya seba­gai sek­re­taris Tim 9.

Informasi yang diperoleh, Tim 9 yang mengurusi pem­belian lahan  seluas lima hek­tar di kawasan air besar, untuk pembangunan rumah susun dan TPU itu, diketuai oleh HJ Huli­selan yang saat itu men­ja­bat sekot, wakil ketua dijabat Asisten I  Ny Yos Lopulalan (al­mar­huma), dan sekretaris dijabat Kepala BPN Kota Ambon Alexsius Anaktototy.

Kepala Bappekot Syarief Tuasikal, Kepala Inspek­torat AG Latuheru, Raja Negeri Soya Ridho Rehatta dan pemilik lahan Tan Kho Hang Hoat alias Fat juga masuk dalam tim 9.

Sebelumnya, HJ Huliselan sudah diperiksa oleh penyi­dik dan Fat selaku pemilik lahan  sudah diperiksa.

Selain itu, penyidik juga me­meriksa Kepala Badan Pe­nge­lolaan Keuangan dan Aset Dae­rah Kota Ambon, Jac­ky Tala­hatu. Eks Kepala Bappekot Syarif Tuasikal dan Raja Soya Ridolof Rehatta juga telah diperiksa, Rabu (30/5).

Belum Miliki

Seperti diberitakan, lahan seluas lima hektar di arbes, Desa Batu Merah, Keca­ma­tan Sirimau, Kota Ambon yang dibeli Pemkot Ambon senilai Rp 2 milyar lebih tahun 2008-2009, hingga saat ini belum diman­faatkan.

Lahan yang telah dibeli sejak tahun 2008 itu, akan digunakan untuk pemba­ngu­nan rumah susun dan TPU, tetapi tidak bisa dilaku­kan, karena pemkot belum mengantongi sertifikat.

Informasi yang diperoleh, lahan seluas lima hektar itu, hingga kini masih tercatat milik Tan Kho Hang Hoat alias Fat dengan sertifikat hak milik nomor 55 dan 56 tahun 1997/2005. Aneh bin ajaib. Anggaran Rp 2 milyar lebih sudah digelontorkan oleh Pemkot Ambon, tetapi tidak memiliki sertifikat atas lahan yang dibeli itu. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon