Kriminal ›› Koordinator LIRA Maluku Diancam Bakal Dibunuh Minta Jaksa Jangan Lindungi Koruptor

Koordinator LIRA Maluku Diancam Bakal Dibunuh


Ambon - Belum berakhirnya kasus proyek rumah Komunitas Adat Terpencil (KAT) tahun 2012 di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) senilai Rp 1,2 Milyar, yang sementara dilakukan penyidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Namlea, ternyata kasus ini sudah melahirkan kasus yang baru.

Betapa tidak, Koordinator Lum­bung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku, Jurmin Lesilawang yang me­minta jaksa untuk tidak melin­dungi koruptor yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, ia malah diancam akan dibunuh oleh oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Ancaman tersebut diungkapkan Lesilawang saat menghubungi Siwalima melalui telepon selular­nya, Selasa (9/4).

Menurutnya, desakan yang diung­kapkan agar Kejari Namlea mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkapkan siapa-siapa para tersangka tersebut, adalah sebuah proses pengawasan secara langsung dari Lembaga Swa­daya Masyarakat yang sesuai deng­an aturan hukum, turut mengawasi kinerja aparat penegak hukum termasuk kejaksaan.

Sehingga desakan tersebut, kata dia, masih dalam tataran hukum yang sah dan sebagai upaya penegakan supremasi hukum.

Karena merasa terancam, lanjut­nya, ia langsung mendatangi Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease mela­porkan kasus tersebut, sehingga ada langkah antisipasi maupun langkah hukum yang bisa dilakukan oleh pihak kepolisian menyusul adanya ancaman itu.

“Setelah saya berkomentar terkait dengan Kasus KAT itu, saya lang­sung mendapat ancaman dari pihak keluarga Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bursel untuk dibunuh, sehingga saya telah mendatangi Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease untuk melaporkan kejadian pengancaman itu, supaya ada lang­kah-langkah tegas dari pihak kepo­lisian,” kata Lesilawang.

Menurut Lesilawang, para pelaku pengancaman tersebut mengaku sebagai keponakan dari Hamis Mahu, padahal dalam berita tersebut ia hanya mengungkapkan kontraktor dan oknum-oknum lainnya yang diduga terlibat dan tidak menyudut­kan siapapun, karena masih dalam tataran hukum.

“Mereka mengancam bakal men­datangi kos-kosan saya untuk mela­kukan tindakan pelanggaran hukum yang mengancam saya. Dan mau memotong saya. Kasus ini kami laporkan sehingga bisa diresponi cepat oleh pihak kepolisian. Sebab, hal-hal seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Apalagi ini menyangkut dengan pengancaman terhadap nyawa saya,” ungkapnya.(S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon