Daerah ›› Komisi I akan Panggil Penjabat Negeri Batu Merah Sejumlah RT Tetap Diganti

Komisi I akan Panggil Penjabat Negeri Batu Merah


Ambon - Komisi I Kota Ambon berencana akan memanggil ulang pejabat Negeri Batu Merah Abdulrahmam Walla, apabila tetap mempertahankan kebijakannya dengan memberhentikan sejumlah Ketua RT/RW di desa tersebut.

 “Nanti kita lihat kedepan, apakah si penjabat ini tetap dengan kebijakannya. Jika tetap saja, maka komisi pasti akan tindaklanjuti dengan panggil ulang penjabat tersebut,” tandas Sekertaris Komisi I Muriany Dominggus saat dihu­bungi Siwalima melalui telepon seluler, Kamis (12/10).

Sementara itu, anggota Komisi I Jacob Usmany menambahkan, sebelumnya penjabat ini dalam rapat dengar pendapat antara Camat Sirimau, Kabag Pemerin­tahan, dan Komisi I, telah mengakui bahwa akan membatalkan pergantian sejumlah ketua RT/RW.

“Si penjabat ini kan pernah akui bahwa itu keteledoran dia. Bahkan dalam rapat itu penjabat ini akui kesalahannya karena tidak berkoordinasi dengan camat sebagai atasannya dia, saniri, dan Kabag Peme­rintahan, jadi kalau penjabat ini tetap ingin jalankan kebijakannya, berarti tidak in­dah­kan keputusan rapat tersebut,” tegas Usmany

Untuk itu, ia pastikan si penjabat ini akan kembali berhadapan dengan Komisi I. Pasalnya dalam pengambilan keputusan itu sudah melibatkan semua unsur, untuk masalah ini akan tetap ditindak lanjuti, setelah pimpinan komisi dan anggota komisi lainnya telah berada di DPRD.

Lepas Tanggung Jawab

Sementara itu ditempat terpisah Kebag Pemerintahan Kota Ambon Steven Domi­nggus ketika di konfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya terkait dengan hal ini mengaku tidak mengetahuinya.

“Itu kewenangan dari penjabat raja bukan pemkot,” kilahnya.

Bahkan dominggus terkesan melepas tanggung jawab tersebut dengan meminta Siwalima untuk mengkonfirmasi benar dan tidaknya ke penjabat terkait pen­copotan tersebut. “Silakan tanya langsung ke Plt Raja Batu Merah kerena dia lebih tahu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya setelah pulu­han warga datang memprotes proses pergantian ketua-ketua RT/RW di Desa Batu Merah dan akhirnya Komisi I ber­sama penjabat Desa Batu Merah dan pihak pemkot membatalkan proses tersebut, kembali puluhan masyarakat pada ling­kungan RT 004/RW 17 di kawasan Air Besar Batu Merah mendatangi Baileo Rakyat Belakang Soya untuk memprotes hal yang sama.

Namun sayangnya puluhan masyarakat yang datang ke Baileo Rakyat sejak pukul 10.00-12.00 WIT untuk menyampaikan aspi­rasi mereka ini harus gigit jari karena tak ditemui satupun anggota DPRD. Hal ini dikarenakan belum ada anggota DPRD yang masuk kantor. Puluhan masyarakat ini hanya ditemui oleh pendamping Komisi I Nova

“Kami sangat kecewa, karena tidak ada satupun anggota DPRD masuk kan­tor sehingga tak temui kami,” ungkap Seker­taris RT 004/RW 17 Muhammad Silara­tubun kepada wartawan usai bertemu dengan pendamping Komisi I,di Baileo Rakyat Belakang Soya, Rabu (11/10)

Dijelaskan, maksud dan tujuan warga lingkungan RT ini berkunjung ke DPRD karena ingin menyampaikan aspirasi mereka yang mana ingin memprotes proses pengangkatan ketua RT baru yang dilakukan oleh penjabat Desa Batu Merah Abdulrahman Walla secara sepihak karena tidak melibatkan semua masya­rakat di lingkungan RT tersebut.

Penunjukan La Safar selaku ketua RT baru secara sepihak yang dilakukan pen­jabat desa menggantikan Tajudin Temarud dinalai cacat sehingga masya­rakat meno­laknya, sebab ketua RT yang baru ini di­tunjuk tak melibatkan seluruh masya­ra­kat, yang bersangkutan juga akan men­calonkan diri sebagai anggota legislatf tahun 2019 mendatang karena masuk dalam kepengurusan Partai Perindo.

“Untuk itu kami harapkan agar Ranperda tentang Tata Cara Pemilihan RT/RW yang di godok DPRD kiranya segera ditetapkan agar ada regulasi yang mengatur hal ini,” desaknya.

Ia mengaku, pernah bertemu dengan penjabat desa bersama dengan Ketua RT/RW setempat terkait alasan pergantian jabatan ini, namun dalam pertemuan tersebut Silaratubun mengaku pergantian ini dilakukan atas instruksi Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler.(S-39/S-44)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon