Kriminal ›› Komisi B DPRD Maluku Sesali Tindakan Bripka Nurlatu

Komisi B DPRD Maluku Sesali Tindakan Bripka Nurlatu


Ambon - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku menyesali tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh Bripka Bernadus Nurlatu terhadap Rostinus Tortet (56), Kepala Sekolah SD Naskat Masnana.

Pasalnya, tugas dan fungsi kepolisian adalah sebagai pengayom, pelindung terhadap masyarakat dan bukan sebaliknya melakukan tindakan pengeroyokan terhadap masyarakat.

"Memang mestinya tidak boleh terjadi pemukulan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, sebab sejak awal itu, aparat kepolisian telah membangun semangat untuk menjadi pengayom, pelindung dan pelayan bagi masyarakat termasuk para guru, kepala sekolah juga adalah masyarakat yang harus dilindungi. Tindakan kekerasan pengeroyokan ini, menurut saya juga tidak bijaksana," kata Ketua Komisi D DPRD Maluku, M Suhfi Majid kepada Siwalima di ruang Komisi D DPRD Maluku, Senin (6/7).

Sebagai pelindung masyarakat, lanjut Majid, seharusnya pihak kepolisian dapat menciptakan rasa aman terhadap masyarakat dan bukan sebaliknya mengintimidasi masyarakat dengan berbagai ancaman yang dilontarkan.

"Seharusnya masyarakat meminta perlindungan di polisi, tapi kalau sebaliknya malah terjadi ancam-mengancam itu, maka harus ada sebuah proses mediasi yang dilakukan segera, sehingga masalah ini tidak menjadi rumit, karena tidak hanya para guru atau kepala sekolah itu merasa terintimidasi, tetapi juga akan mencoreng institusi Polri yang melayani masyarakat. Dimana, ada Kapolsek dan Kapolda disitu yang bisa melakukan pengayoman ulang terhadap bawahan beliau, khususnya pada aparat kepolisian yang ada di lapangan,"jelasnya.

Dikatakan, persoalan yang terjadi ini harus ditelusuri secara baik karena awal permasalahannya lewat langkah mediasi yang tepat, sehingga proses penuntasan persoalan ini dapat tertangani secara maksimal.

Untuk diketahui, sebelumnya, Bripka Bernadus Nurlatu yang diduga menjadi otak pengeroyokan terhadap Rostinus Tortet (56), Kepala Sekolah SD Naskat Masnana dilaporkan ke Propam Polda Maluku.

Korban terpaksa mendatangi dan melaporkan kasus kekerasan bersama ini ke Propam Polda Maluku karena menilai tidak ada langkah signifikan yang diambil oleh petugas polisi di Polsek Namrole, terhadap peristiwa ini sejak kekerasan terjadi Minggu (30/5) lalu.

Korban melapor ke bagian pelayanan pengaduan Propam Polda Maluku, Jumat (4/6) sekitar pukul 21.30 WIT, diterima oleh Bripda I Made Dwi yang langsung membuat Laporan Polisi (LP) atas peristiwa ini. (cr-2)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon