Daerah ›› Kodam Pattimura Musnahkan Ratusan Senpi

Kodam Pattimura Musnahkan Ratusan Senpi


Ambon - Ratusan senjata api (senpi) baik standar maupun rakitan dimusnahkan Kodam XVI/Pattimura, Senin (6/5). Senpi standar yang dimusnakan sebanyak 20 pucuk,  terdiri dari laras panjang 12 pucuk, laras pendek 8 pucuk. Sedangkan senjata rakitan 381 pucuk, dimana laras panjang  221 pucuk dan laras pendek sebanyak 160 pucuk.

Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Eko Wiratmoko kepada wartawan usai memimpin upacara penerimaan Satgas Yon Armed 8/Angicipi Kostrad dan Yonif 611/Awang Long Kodam VI/Mulawarman dan pele­pasan Satgas Yonif 200/Raider Kodam II/Sriwijaya dan Yonif 512/Quratara Yudha Ko­dam V Brawijaya, Senin (6/5) di Lapangan Upacara Lantamal IX Halong Ambon menga­takan, senpi-senpi ini merupakan hasil penye­rahan masyarakat.

“Ini semua hasil penyerahan masyarakat baik di Provinsi Maluku maupun di Maluku Utara,” katanya.

Menurutnya, selama enam bulan bertugas, Satgas BKO dari Satgas Yonif 200/Raider Kodam II/Sriwijaya dan Yonif 512/Quratara Yudha Ko­dam V Brawijaya menjalin hubungan baik dengan masyarakat, sehingga dari situlah, senpi-senpi tersebut berhasil dikumpulkan.

“Kita selama bertugas senantiasa menjalin hubungan baik dengan ma­syarakat, sehingga memudahkan me­re­ka mengembalikan senpi-senpi yang dimiliki. Kita memberikan peng­har­gaan kepada warga yang menye­rah­kan senpi-senpi itu,” ujar Wiratmoko.

Dikatakan, jika masyarakat yang masih memiliki senpi dan menyim­pannya, sebaiknya diserahkan ke­pada aparat keamanan. Lebih baik lagi tambah Wiratmoko, menye­rahkan hal itu kepada pihaknya dan akan diberikan hadiah uang.

“Kalau sekarang mereka mau se­rahkan ya kita kasih uang. Ini se­mua kita lakukan agar tidak ada lagi benda-benda berbahaya di tangan warga kita,” ungkapnya.

Ditanyakan soal dugaan pencit­raan yang sengaja dilakukan TNI-AD setiap saat bertugas di daerah eks konflik, dengan tegas Wirat­moko membantahnya. Bahkan ketika menyinggung soal keterlibatan anggota Satgas BKO yang beberapa waktu lalu merakiut senpi, ia menegaskan hal itu adalah pribadi prajurit bersangkutan dan bukan atas nama TNI-AD. “Ya namanya juga anak muda, dia mau coba-coba, mungkin dengernya dulu eks konflik dapat membuat senjata, jadi dia juga mau coba. Tapi yang bersangkutan sudah mendapat hukuman guna mempertanggungjawabkan perbua­tan­nya itu,” tegas Pangdam. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon