Hukum ›› Klaim Masih Saksi, Tersangka Mobil Penyuluh Somasi Siwalima Palapia: Nikijuluw Itu Sudah Jadi Tersangka

Klaim Masih Saksi, Tersangka Mobil Penyuluh Somasi Siwalima


Ambon - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Heidy Nikijuluw rupanya belum siap menerima kenyataan bahwa dia telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan mobil penyuluhan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon oleh Kejati Maluku.

Nikijuluw mengklaim masih ber­status saksi. Karena itu, dia meradang dengan pemberitaan yang menyebut­nya sebagai tersangka, sehingga dia mengirim somasi kepada Siwalima

Dalam somasi tertanggal 8 Okto­ber 2014 yang diterima Siwalima, Kamis (9/10) Nikijuluw menyatakan keberatannya atas beberapa pembe­ritaan Siwalima, masing-masing ter­bitan Rabu,  16 Juli 2014 pada hala­man 15, paragraf ke-6 yang merupa­kan sambungan dari halaman 1. Terbitan Selasa, 16 September 2014 pada paragraf 4. Kemudian terbitan Senin, 6 Oktober 2014 halaman 14 kolom 1,2 dan 3.

Menurut Nikijuluw, dirinya sampai saat ini tidak pernah ditetapkan se­bagai tersangka, dan statusnya ma­sih sebagai saksi pada kasus peng­adaan satu unit mobil operasional penyuluhan DKP Kota Ambon.

Nikijuluw menilai, pemberitaan Siwalima telah melampaui kewe­nangan sebagai insan pers bahkan bisa dianggap telah menghakimi dirinya tanpa proses hukum.

Bukan Rekayasa

Koordinator Liputan Harian Pagi Siwalima, Lootje Pattipawae tak ke­be­­ratan dengan somasi yang dila­yangkan oleh Nikijuluw. Tetapi ia me­nilai substansi yang dipaparkan Nikiju­luw dalam somasinya adalah keliru, dan sama sekali jauh dari fakta hukum.

Berita yang dilansir Siwalima yang menyebutkan status Nikijuluw sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan mobil penyulu­han di DKP Kota Ambon bukan sebuah rekayasa, tetapi apa yang di­sajikan adalah fakta dengan sumber pemberitaan yang jelas yaitu, pimpinan Kejati Maluku mela­lui Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia.

“Substansi somasinya keliru. Ka­lau dia mengatakan bahwa dia masih se­bagai saksi, sama artinya dia menuduh kita merekayasa fakta. Tidak ada rekayasa. Sumber berita jelas, masa kalau dia masih saksi kita sebutkan tersangka, kan salah. Jadi yang pasti apa yang kita sajikan sesuai fakta yang sebenarnya,” tandas Pattipawae.

Pattipawae menyebutkan, pembe­ritaan Siwalima edisi 16 Juli 2014 dengan judul Jubir Pemkot: KPA & PPK Bertanggung Jawab”, selanjut­nya 16 September 2014 berjudul: Lagi, Jaksa Periksa Saksi Kasus Mobil Penyuluhan DKP, dan 6 Okto­ber 2014 dengan judul Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Baru Mobil Pe­nyuluh DKP merupakan pemberitaan lanjutan dari berita awal edisi Rabu, 9 Juli 2014 dengan judul: Kasus Mobil di DKP, Jaksa Tetapkan Nikijuluw Tersangka

“Jadi yang dia sebutkan itu sudah berita lanjutan. Penetapan dia  seba­gai tersangka disampaikan oleh pimpinan Kejati Maluku melalui Kasi Penkum dan Humas secara resmi pada hari Selasa, 8 Juli 2014,”  ujar Pattipawae.

Berikut kami turunkan lagi berita Siwalima edisi Rabu, 9 Juli 2014 dengan judul: Kasus Mobil di DKP, Jaksa Tetapkan Nikijuluw Ter­sang­ka secara utuh sebagai refe­rensi bagi yang bersangkutan.

Kejati Maluku menetapkan Heidy Nikijuluw sebagai tersangka kasus du­gaan korupsi pengadaan satu unit mobil operasional penyuluh di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ambon tahun 2013 senilai Rp 430,55 juta.

Pengadaan mobil itu dialoka­si­kan dalam APBD tahun 2003, na­mun baru direalisasi pada tahun 2014.

Penetapan Nikijuluw yang men­jabat sebagai Pejabat Pembuat Ko­mit­men (PPK) sebagai tersangka dila­­kukan setelah penyidik mela­kukan eks­pos di ruang Kajati Ma­luku, I Gede Sudiatmaja dan diikuti sejum­lah petinggi di jajaran Kejati Maluku, Selasa (8/7).

“Penetapan tersangka ini karena jaksa telah mengantongi sejumlah perbuatan melawan hukum berda­sarkan pengakuan sejumlah saksi yang telah diperiksa,” ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Bobby Palapia, kepada Siwalima,  di ruang kerjanya.

Menurut Palapia, kemungkinan ada tersangka baru karena pengem­bangan penyidikan sementara dila­kukan. “Sampai saat ini jaksa baru me­netapkan satu tersangka dan ti­dak menutup kemungkinan ada ter­sangka tambahan lagi,” tandasnya.

Informasi yang diperoleh, peng­adaan mobil di DKP Kota Ambon itu bertujuan untuk mendukung opera­sional para penyuluh. Mobil terse­but seharusnya diadakan tahun 2013, namun baru direalisasikan tahun 2014. Sementara dana telah dicairkan 100 persen.

“Kami menurunkan berita ini secara utuh agar Nikijuluw tahu bahwa penetapan dia sebagai ter­sangka disampaikan resmi oleh pimpinan Kejati Maluku melalui keterangan pers, itu berita awal yang kami sajikan, dan itu sumbernya je­las, bukan rekayasa,” tandas Pattipawae. 

Nikijuluw itu Tersangka

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku Bobby Palapia kembali menegaskan, status hukum Heidy Nikijuluw sebagai tersangka, dan bukan saksi. “Heidy Nikijuluw seba­gai ter­sangka karena sudah meme­nuhi alat bukti yang kuat,” ungkap Palapia kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (9/10).

Palapia mengatakan, pemeriksaan Nikijuluw sebagai tersangka akan dilakukan setelah penyidik meram­pungkan seluruh pemeriksaan saksi-saksi. “Penetapannya sebagai ter­sa­ngka sudah diumumkan oleh kejak­saan melalui media massa,” tandas Palapia.

Palapia menjelaskan, dalam surat perintah penyidikan untuk peme­riksaan saksi-saksi sudah disebut­kan diperiksa dalam kasus apa dan dalam perkara dengan tersangka siapa.

“Dalam kasus mobil penyuluh DKP para saksi yang dipanggil un­tuk diperiksa atau didengar ketera­ngan sudah disebutkan dalam kasus mobil penyuluh operasional dengan tersangka Nikijuluw,” ujarnya.

Disinggung soal klaim Nikijuluw bahwa dia masih sebagai saksi bukan tersangka, Palapia mene­gas­kan, kejaksaan tidak berkewa­jiban untuk menyampaikan kepada yang bersangkutan bahwa dia sudah ber­status tersangka. “Tidak ada kewa­jiban kejaksaan yang mengharuskan untuk disam­paikan kepada yang bersangkutan sebagai tersangka. Bisa dilihat di ke­jaksaan, kepolisian dan KPK apakah diberitahukan sebagai tersangka, tetapi langsung diumumkan,” tan­das Palapia.

Palapia menambahkan, tersangka tambahan tergantung hasil pengem­bangan penyidikan. “Nanti kita lihat perkembangannya seperti apa, ka­lau ada bukti pasti ditetapkan seba­gai tersangka,” ujarnya. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon