Daerah ›› Ketahuan Calo, Kapolda Ancam Pecat Panitia

Ketahuan Calo, Kapolda Ancam Pecat Panitia


Ambon - Kapolda Maluku Irjen An­dap Budhi Revianto tidak main-main dalam proses pene­rimaan ang­gota Polri baik Akpol, bintara maupun tam­tama. Ia bersikap tegas dan ti­dak segan-segan memecat anggotanya jika kedapatan calo.

Ancaman ini disampaikan jen­deral bintang dua itu di hadapan ribuan orang tua calon siswa dalam penandata­nganan pakta integritas dan pengambilan  sumpah panitia calon taruna  akpol, bintara dan tamtama Polri tahun ang­garan 2018 Polda Maluku, Jumat (13/4) di Kristen Center Ambon.

Revianto menegaskan, pene­rimaan aggota Polri tidak dipungut biaya alias gratis. Bahkan proses penerimaan dan seleksi secara transparan. “Apabila ada penyimpangan laporkan ke saya selaku ka­polda. Catat nomor telepon saya. Silahkan laporkan. Saya ingatkan kembali kepada panitia belajar dari penga­laman. Ditempat lain sudah ada yang dipecat jadi silah­kan saja kalau mau nyusul. Saya akan tindak tegas pu­ngu­tan liar  yang dilakukan panitia penerimaan polri, bila perlu  dipecat secara tidak hormat,” ancamnya.

Menurut Revianto, berbi­cara tentang pakta integritas  itu berarti berkaitan dengan komitmen diri yang dinya­takan dan diambil sumpah, bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Terkait itu maka ditegaskan untuk penerimaan ini tidak ada yang akan bisa menolong calon anggota Polri melainkan diri pribadi sendiri dan doro­ngan serta suport  dari para orang tua.

“Dengan usia penugasan selaku anggota Polri yaitu 38-40 tahun  itu berarti masuk polisi dilarang bayar alias gratis. Sama seperti saya yang dari keluarga miskin dan bukan dari keluarga polri, namun alhamdulillah saya bisa merubah dunia hingga bisa menyandang pangkat bin­tang dua. Ini sebagai su­port kepada adik-adik calon angota polri secara keselu­ru­han agar jangan pernah min­der, jangan pernah rendah diri  dan semangat,” tandasnya.

Diungkapkan,  transparansi dan bersih  dalam penerimaan anggota polri, proses ini di­buat secara mekanisme dan sistematis sehingga tidak ada lagi penyimpangan yang dilakukan dalam penerimaan angota Polri tahun 2018.

Revianto menekankan agar panitia memegang teguh prinsip penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan dan akuntabel serta humanis. “Saya selaku Kapolda Ma­luku sekaligus sebagai ketua panitia daerah penerimaan Polri tahun 2018 memerintah­kan kepada panitia untuk me­masang CCTV untuk meng­awal saat proses pendaftaran bagi calon anggota Polri. Apa­bila ada yang konspirasi atau calon anggota polri bersama orang tua  ataupun walinya, saya tidak ragu-ragu  untuk mendiskualifikasikan calon anggota polri tersebut kenda­tipun sudah lolos. Saya su­dah pernah butkikan hal ter­sebut saat saya pernah men­jabat Kapolda Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Ditambahkan, transparan dilakukan dengan one day service  artinya setelah menja­lani proses tes langsung di­umum­kan hasilnya sehingga tidak ada lagi pengocokan data  karena hasilnya lang­sung diumumkan. Penerimaan ini pula bebas KKN dan ja­ngan  jadi broker atau calo, pungli dan rekayasa dengan cara menghubungi peserta  dan memberikan janji akan meluluskan anggota Polri  dalam rekruitmen tahun 2018.

Bagi tim adminisrasi harus benar-benar memeriksa kele­ng­kapan administrasi  dengan benar sesuai dengan persya­ratan serta kaitkan  dengan instansi pemerintah.

“Saya yakin dan percaya, tidak ada panitia penerimaan anggota polri  yang mau me­nggadaikan pangkat dan jaba­tannya untuk menolong dan menerima imbalan. Kalau tidak ingin dipecat  tidak hor­mat. Kita belajar  dari daerah lain  yang panitia penerimaan  anggota polri sudah ada yang dipecat secara tidak hormat karena menerima imbalan saat peneri­maan polri,” ungkap Revianto.

Usai penandatanganan pak­ta integritas itu, Revianto kepada wartawan juga me­nam­bahkan  animo masya­ra­kat tahun ini yang mendaftar sebanyak 2.934. Dari jumlah itu gugur sebanyak 1.665.

“Kalau untuk kuota Polda Maluku tahun 2018 ini, untuk calon taruna akpol sebanyak lima orang. Untuk polisi laki-laki sebanyak 180 orang dan polisi wanita delapan orang. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu. Tetapi sudah saya tekankan di dalma proses rekruitmen polri sesuai kebijakan bapak Kapolri kita harus bersih dan transparan. Semoga nanti terpilih putra-putri terbaik,” harap Revianto. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon