Hukum ›› Kepala BPN Maluku Mangkir Dari Panggilan Polisi Kasus Dokumen Palsu Hotel Anggrek

Kepala BPN Maluku Mangkir Dari Panggilan Polisi


Ambon - Kakanwil Pertanahan Provinsi Maluku, J Walalayo mangkir dari panggilan penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Selasa (16/1). Sesuai agenda, Walalayo seharusnya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease dalam kasus dugaan pemalsuan sertifikat eks Hotel Anggrek.

Ketidakhadiran Walalayo ini membuat tim penyidik harus kembali menjadwalkan pemeriksaan ulang guna kepentingan penyidikan terhadap perkara ini.

“Untuk perkara itu, sudah kami panggil untuk pe­merik­saan kepala BPN Maluku tetapi yang bersangkutan tidak hadir kemarin (Selasa-red). Selanjutnya akan kita jadwalkan lagi untuk pemeriksaan yang bersangkutan,” jelas Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddy kepada Siwalima, di Mapolres Ambon, Rabu (17/1).

Menurut Kasat, untuk kasus ini masih dalam proses, karena itu pemeriksaan masih diagendakan termasuk akan dilakukan pemeriksaan pihak Biro Hukum Setda Maluku. “Nanti ke situ juga. Nantilah kita jadwalkan yang ini dulu. Intinya masih kita telusuri dan akan dituntaskan,” tandas Kasat.

Sebelumnya, eks Direktur PD Panca Karya Jopie Huwae, kembali menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Senin (8/1).

Huwae diperiksa oleh penyidik sejak pukul 15.30 wit hingga pukul 17.30 wit dengan dicecar puluhan pertanyaan terkait dugaan pemalsuan sertifikat eks Hotel Anggrek.

“Benar tadi (kemarin-red) Jopie Huwae selaku eks Dirut Panca karya diperiksa lagi. Pemeriksaan ini masih sebagai saksi untuk  kebutuhan penyi­dikan lebih lanjut soal kasus tersebut. Kita masih terus telu­suri dan ini masih kita kembangkan lagi,” tandas Kasat Reskrim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Teddy kepada war­tawan di Mapolres Ambon, Senin (8/1).

Menurut Kasat, penyidik masih fokuskan untuk pengembangan Hak Guna Bangunan (HGB) No 99 milik Hotel Anggrek dan agenda pemeriksaan untuk pihak Biro Hukum juga segera dilaku­kan.

Menyinggung soal tersangka, Kasat belum berkomentar. Namun ia mengaku jika sudah ada tentunya segera disam­paikan. “Belum sampai disitu. Ini kita fokus dulu. Setelah eks dirut ini masih ada saksi lagi kita akan panggil lagi. Intinya masih jalan,” kata Kasat.

Sebelumnya, Huwae juga sudah diperiksa penyidik pada 28 Desember 2017 lalu. Saat itu kata Kasat, Huwae sempat menyentil HGB itu ada di jaksa. Sementara Dirut Panca Karya, Afras Pattisahusiwa Kamis (4/1).

Kasus dokumen palsu ini dilaporkan Marthin Stevanus Muskitta, ahli waris dari lahan eks Hotel Anggrek.

Informasi yang dihimpun di Sentra Pelayanan Kepolisiian Tetpadu Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease  27 September 2017 menyebutkan, keja­dian berawal dari korban Marthin Stevanus Muskitta yang merupakan ahli waris lahan tersebut digugat perdata di PN Ambon oleh PD Panca Karya.

Dalam laporan tersebut, korban me­rasa keberatan dengan gugatan, lanta­ran mengetahui gugatan tersebut ber­kaitan dengan putusan pidana dengan nomor : 139/PID B2014 atas nama Elexsius Anaktototy eks Kepala BPN Ambon yang sudah terbukti bersalah oleh PN Ambon dan memvonis yang bersangkutan selama enam bulan penjara.

Dalam gugatan itu korban menang di tingkat PN Ambon, sedangkan ditingkat banding korban kalah..Kasasi korban menang. Kemudian pada 9 Agustus 2017, PD Panca Karya yang adalah perusahaan daerah milik Pemprov Maluku itu me­ngajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) di PN Ambon dan sampai saat ini masih bergulir.

Korban menikai, alat bukti yang dipergunakan pelaku yakni PD Panca Karya tidak sah. Pasalnya, novum atau alat bukti tersebut sebelumnya sudah diputuskan di PN Ambon yang mem­pidanakan eks Kepala BPN Ambon, Alex Anatototy. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon