Kriminal ›› Kepala BKK Pastikan Pecat Bendahara SMPN 2

Kepala BKK Pastikan Pecat Bendahara SMPN 2


Ambon - Kepala Badan Kepegawaian Kota  (BKK) Ambon, Benny Selanno me­mastikan akan memecat Bendahara SMP Negeri 2 Ambon, Timotius Kastanya. Tindakannya membawa kabur gaji 13 milik guru dan pegawai senilai Rp 433.179.000 dinilai sebagai pelanggaran berat.

Warga Dusun Eri, Desa Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe itu akan diberikan hukuman disiplin berat yaitu pember­hentian tidak dengan hormat sebagai­mana diatur dalam PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS pasal 7 huruf (e).

“Jadi apapun keputusannya nanti yang bersangkutan telah melanggar Disiplin PNS dan sudah pasti sanksi pemecatan akan diberikan kepada yang bersangkutan karena telah membuat malu institusi PNS,” tegas Selanno  kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (6/8).

Selanno berharap, Kastanya segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

“Kami berharap yang bersangkutan segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian dan jangan menghambat proses hukum,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Benny Kaimana juga memastikan sanksi pemecatan akan diberikan kepada Timotius Kastanya. Perbuatan Kastanya tak bisa ditoleransi.

“Kita pasti pecat dan proses itu ada di Badan Kepegawain sehingga Dinas Pendidikan juga masih menunggu proses hukum yang sementara dilakukan oleh pihak kepolisian walaupun sebagian uang sudah berhasil disita tetapi sanksi tegas tetap diberikan,” kata Kainama.

Hingga kini polisi masih memburu Timotius Kastanya. Keberadaan otak penggelapan gaji 13 milik ratusan guru dan pegawai ini masih misterius.

Sebanyak empat saksi telah diperiksa penyidik Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease.

“Bendahara masih dalam pencarian. Masih kita kejar terus. Saksi masih empat orang. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi dan sementara jalan,” ujar Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKP Agung Tribawanto, Kepada Siwalima di Mapolres, Sabtu (2/8).

Agung juga mengungkapkan, polisi telah menyita uang sebanyak Rp 300 juta di rumah Timotius Kastanya, setelah sebelumnya menyita uang Rp 29 juta dan sejumlah buku tabungan serta beberapa ATM dan Barang Bukti (BB) lainnya.

“Kita berhasil sita lagi BB sebanyak 300 juta di lemari dapur tersangka. Jadi BB sekarang berjumlah 329 juta. Awalnya sudah kita geledah tetapi tidak ditemukan di tempat itu tetapi setelah istrinya ditahan barulah kita geledah lagi dan menemukan BB tersebut di laci lemari dapur,” beber Agung.

Istri Timotius, Yohana Kastanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara pada Rabu (30/7). Ia terbukti bersekongkol dengan suaminya untuk menggelapkan gaji 13 guru dan pegawai SMPN 2 Ambon senilai Rp 433.179.000.

Penyidik akan menerapkan pasal berlapis bagi istrinya yang sudah dijadikan tersangka maupun Timotius selaku pelaku utama. Pasal yang dikenakan yaitu pasal 372, 374 jo pasal 55, jo pasal 56 dan atau pasal 480 sub 1e, 2e KUHP tentang pengge­lapan dan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Gaji 13 milik 105 guru dan pegawai SMP Negeri 2 Ambon dibawa kabur oleh Kastanya setelah mencairkannya dari Bank Maluku, Jumat (18/7) lalu.

Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Hi. Lasiteny kepada wartawan, Rabu (23/7) mengaku dirinya tidak menyangka kalau Kastanya yang sudah mengabdi sebagai bendahara di sekolah tersebut selama tiga tahun bisa melalukan tindakan nekat seperti itu.

“Pada Jumat tanggal 18 Juli yang bersangkutan cairkan uang dan kemudian kabur. Karena kami menunggu 1 x 24 jam tidak ada khabar sehingga ini unsur kesengajaan untuk meresahkan guru-guru dan pegawai,” ungkapnya.

Lasiteny mengatakan, dirinya sudah melaporkan Kastanya ke Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. “Secara resmi sudah saya laporkan ke Polres untuk diproses hukum,” ujarnya.

Lasiteny menduga, Kastanya dan istrinya berkonspirasi untuk membawa kabur uang tersebut. Sebab keduanya bersama-sama ke Bank Maluku, dan istrinya mengaku menggunakan uang sebesar Rp 7 juta.

“Setelah dikonfirmasi istrinya, uang senilai 3 juta telah dipakai untuk membayar angsuran kredit dan 4 juta lagi diambil oleh istrinya, sedangkan uang sisanya sesuai penjelasan istri telah dibawa kabur oleh bendahara,” beber Lasiteny.

Lasiteny berharap, pihak kepolisian bisa secepatnya meringkus yang bersangkutan. “Saya mengharapkan agar kepolisian bisa menuntaskan kasus ini. Ini sangat meresahkan semua pihak,” tandasnya. (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon