Daerah ›› Kemendag Sidak Stok Kebutuhan Pokok

Kemendag Sidak Stok Kebutuhan Pokok


Ambon - Menjelang bulan suci Ra­madhan dan Idul Fitri, Kemen­terian Perdagangan melakukan inspeksi mendadak di pasar tradisional maupun pasar mode­ren hingga tingkat didistributor di Kota Ambon.

Sidak tersebut bertujuan untuk meninjau ketersediaan kebutuhan pokok. Sidak yang berawal dari Pasar Tradisional Mardika, Kamis (20/4) pukul 08.00 WIT dipimpin oleh Staf Ahli Mendag Bidang Hubungan Internasional Dody Edward didam­pingi Caretaker Walikota Ambon yang juga Kepala Disperindag Maluku FJ Papilaya, Asisten III Sekda Maluku Bidang Ekonomi dan Investasi Zulkifly Anwar, berserta rombongan dari Humas Kemendag.

Untuk diketahui, sidak tak hanya dilakukan di Pasar Mardika namun mereka juga turun di Gudang Bulog dan Distirbutor UD Gema Rejeki.

Dari hasil sidak tersebut, Edward mengaku stok kebutuhan pokok di Provinsi Maluku aman selama menjelang Bulan Suci Ramadhan hingga Idul Fitri.

“Dari hasil sidak, kita bisa lihat sendiri stok kebutuhan pokok cukup sehingga kita bisa memastikan ketika memasuki bulan puasa dan idul fitri cukup tersedia di Maluku. Tentunya ini hal yang sangat meng­gembirakan tinggal kita kawal saja,” ungkap Edward kepada wartawan disela-sela sidak UD Gema Rejeki.

Dikatakan, dari pasar tradisional sendiri harga kebutuhan pokok dan stok dapat dijamin. “Untuk itu, diharapkan pedagang dapat menjaga ketersediaan pasokan yang ada sehingga harga dapat tetap ter­jangkau,” katanya.

Menyangkut pasokan di gudang Bulog, Edward mengakui stok sa­ngat banyak sehingga ketika adanya terlambatan distribusi dari luar Maluku maka bisa memanfaatkan pasokan yang ada di gudang Bulog.

Rakor

Setelah melakukan sidak, rombo­ngan lanjut melakukan rapat koordinasi indentifikasi barang kebutuhan pokok yang berlangsung di kantor Gubernur Maluku, yang melibatkan Disperindag kabupaten/kota dan instansi terkait.

Kadisperindag Maluku FJ Papi­laya dalam rapat tersebut mema­parkan, stok kebutuhan pokok di Provinsi Maluku.

“Untuk stok kita yang tersedia, untuk beras masih punya stok se­banyak 9.995 ton yang berada di gu­dang Bulog, sementara di peda­gang 9.900 ton, apalagi stok beras terus masuk, stok gula 879 ton, tepung terigu 557 ton,  untuk minyak goreng masih cukup hingga bebe­rapa hari kedepan, stok telur saat ini cukup banyak dan kita punya stok telur biasanya batas hanya sampai 7 hari saja nanti baru dipasok lagi karena telur tidak bertahan lama,” jelasnya.

Untuk mengatasi terjadinya lonja­kan harga, kata Papilaya, pihaknya telah melakukan beberapa hal yang dapat menekan harga yakni mela­kukan koordinasi dan pemantauan disentra-sentra distribusi, lakukan rapat koordiasi Disperindag kabu­paten/kota dengan instansi terkait.

“Kita juga melakukan rapat koordinasi dengan para distributor,  agen dan pengecer karena semuanya bersumber dari mereka sehingga kita ingin memastikan apakah kendala untuk menjaga ke stabilan stok dan harganya, serta setiap memasuki hari keagamaan kita selalu meng­gelar pasar murah,” jelasnya. (S-40)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon