Daerah ›› Kemampuan Membaca Warga Masih Dibawah Rata-rata

Kemampuan Membaca Warga Masih Dibawah Rata-rata


Ambon - Gemar membaca harus ditanamkan sejak berada di dalam keluarga, kemudian ketika berada di sekolah maupun di dalam lingkungan, karena sangat didambakan adanya masyarakat Indonesia yang cinta dan gemar membaca.

“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa peneliti ternyata dari 1.000 buku yang tersedia hanya dibaca oleh satu orang dan pada tahun 1998 tercatat dari hasil survei BPS jika kemampuan membaca dibawah rata-rata, sehingga gemar membaca itu harus ditumbuhkan sejak berada di dalam keluarga, sekolah dan lingkungan,” ungkap Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaedy dalam sambutannya, saat membuka Roadshow Perpustakaan Nasional Tahun 2013 yang berlangsung di Gedung Islamic Centre, Sabtu (30/8).

Dijelaskan, kegiatan roadshow ini merupakan tindaklanjut dari Gerakan Nasional Gemar Membaca, yang telah dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 27 Oktober 2012 lalu.

“Kegiatan yang dilakukan saat ini juga karena hasil kerja sama dan dukungan dengan Pemerintah Provinsi Maluku yang telah memberikan perhatian dengan harapan gerakan gemar membaca ini dapat membawa dampak di Maluku khususnya Kota Ambon,” jelasnya.

Ia mengatakan, selama ini Perpustakaan Nasional selalu berpartisipasi dalam upaya pengembangan perpustakaan di Provinsi Maluku ini, yang dikembangkan oleh Badan Perpustakaan dan Kearsipan Nasional Maluku ini, dengan memberikan stimulant berupa mobil keliling dan perpustakaan desa.

Untuk menghasilkan masyarakat yang gemar membaca ini, tambah dia, maka butuh peran dan tanggung jawab semua pihak mulai dari keluarga, pemerintah dan berbagai stakeholder.

Sementara itu, Gubernur Maluku, KA Ralahalu dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Ros Far-Far mengatakan, membaca merupakan hal yang sangat penting dalam berkehidupan karena dengan membaca bisa terus mengembangkan diri dengan ilmu pengetahuan yang tidak akan habis dan terus berkembang.

“Membaca merupakan modal bagi kehidupan berbangsa Karena dengan membaca akan meningkatkan harkat dan martabat seseorang, membaca merupakan jendela dunia karena akan mengetahui banyak hal tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu namun untuk mencapai semua itu maka membaca harus dikembangkan sejak dini dan terus menerus yang bermuara pada gemar membaca. Olehnya, menjadi bagian dan tanggung jawab berbagai komponen tanpa mengenal batas usia mulai dari gemar membaca hingga menjadi kebiasaan membaca sehingga terbentuk budaya membaca,” katanya.

Dijelaskan,  di Indonesia tercatat memiliki minat baca yang sangat rendah dan jika hal ini tidak disikapi dengan bijak oleh seluruh komponen masyarakat maka masa depan bangsa tidak seperti yang diharapkan.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah provinsi Maluku bertekad untuk meningkatkan gemar membaca agar masyarakat Maluku benar-benar cinta terhadap buku. Kiranya kegiatan ini dapat memotivasikan masyarakat Maluku termasuk instansi terkait yang menjadi tanggung jawab harus berbuat banyak lagi untuk meningkatkan minat baca,” jelasnya.

Kegiatan Roadshow yang didalamnya juga dilakukan Talk Show menghadirkan nara sumber , Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaedy; Sekda Maluku Ros Far-Far; Duta Tunas Bangsa PBB Gayatri Wailissa, Budayawan A Watloly; dan Olga Lidya, yang dipandu oleh Ririn Agustarini.

Pada kesempatan itu juga Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaedy juga menyerahkan hadiah kepada pustakawan terbaik, perpustakaan umum dan perpustakaan SMP/MTs terbaik di Provinsi Maluku.  (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon