Olahraga ›› Kejurnas Sepakbola Pelajar PPLP Ricuh

Kejurnas Sepakbola Pelajar PPLP Ricuh


Ambon - Perhelatan Kejur­nas Sepakbola Pelajar antar PPLP/PPLPD/SKO tahun 2016 sem­pat diwarnai kericu­han.

Kericuhan terjadi saat pertandingan pu­ta­ran 8 besar yang mempertemukan PPLPD Ka­bu­paten Bogor dengan PPLP Sumatera Utara.

Laga yang berlangsung di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Senin (7/11) pagi itu sejak awal memang sudah berlangsung alot. Namun sejak menit 22, Sumut sudah unggul 1-0 me­lalui gol yang diciptakan Dendri Perdana P (17).

Kendati tertinggal satu gol, namun semangat para pemain Bogor tetap tinggi untuk me­nyamakan kedudukan. Per­mai­nan pun sempat berlang­sung keras. Tiga pemain Su­mut bahkan mendapatkan kartu kuning masing-masing Ran Maldini (3), Adek Ra­madan (4) dan M Faisal Harahap (12).

Di menit 75, terjadi insiden di kotak pinalti Sumut. Per­gerakan serangan yang dila­ku­kan pemain Bogor Ramdani Tawainella (9) ternyata ber­hasil melewati beberapa pe­main Sumut. Akibatnya untuk menghentikan pergerakan tersebut, pemain Sumut Adek Ramadhan (4) mendorong Ramdani di kotak pinalti.

Wasit Anton Sarimolle yang memimpin pertandingan langsung menunjuk titik pi­nalti. Keputusan itu ternyata diprotes para pemain Sumut. Mereka menyerbu asisten wasit 1, Uya Liem. Menurut mereka, Ramdani terjatuh diluar kotak pinalti. Namun protes itu tak merubah kepu­tusan pinalti yang sudah diputuskan wasit.

Disaat pemain Bogor ber­siap mengeksekusi pinalti, tiba-tiba kericuhan pun ter­jadi. Para pemain Sumut ber­sama pelatihnya Safry Pylly dan manejer tim Pesta P Lumbangaol langsung masuk lapangan mengejar wasit Anton Sarimolle. Salah satu pemain Sumut, M Habib A (7) bahkan terlihat sempat memu­kul wasit. Langkah Habib itu pun diikuti rekan-rekannya diantaranya Rizki Nanda (3) dan Ran Maldini (8).

Bukan hanya Anton, na­mun dua asisten wasit yaitu Uya Liem dan Elisa Bernadus juga menjadi sasaran emo­sional pemain dan official Sumut.

Akibatnya pertandingan terhenti akibat kericuhan yang dilakukan pemain Su­mut. Me­lihat ulah pemain Sumut, beberapa penonton pun masuk lapangan menge­jar pemain Sumut. Bahkan ada beberapa penonton yang di­duga turut melakukan pemu­kulan terha­dap pemain Su­mut.

Saat situasi ricuh, salah satu pemain Sumut tergeletak di tengah lapangan. Tak terli­hat jelas penyebabnya, na­mun setelah sempat ditangani oleh tim kesehatan yang ber­tugas di stadion, pemain tersebut kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Setelah pertandingan ter­henti, Pengawas Pertandi­ngan JE Kailuhu memanggil kedua manajer tim guna me­redakan ketegangan. Usai si­tuasi normal, permainan ke­mudian dilanjutkan. Eksekusi pinalti tetap diberikan kepada pemain Bogor.  Namun lagi-lagi gagal menembus jala ga­wang Sumut yang dijaga Rifki S Sabillah (1).

Kedudukan 1-0 untuk ke­unggulan Sumut tetap berta­han hingga pertandingan ber­akhir. Sumut di semifinal nan­tinya akan menghadapi Jawa Tengah yang sebelumnya me­nang atas Papua 3-1.

Sementara itu, disaat per­tandingan mendekati akhir, sejumlah personil Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease tiba di Stadion Mandala Remaja, menciduk dua pe­non­ton yang diduga turut terlibat memukul pemain PP­LP Sumut. Namun setelah dimintai keterangan, kedua­nya pun dibebaskan.

Maluku Gagal

Sementara itu, tim PPLP Maluku gagal melangkah ke semifinal setelah kalah dari PPLP Sulawesi Selatan.

Saat pertandingan yang ber­langsung di Lapangan Lan­tamal IX Ambon, Senin (7/11) sore, PPLP Maluku kalah 0-2 dari Sulsel. Dua gol Sulsel diciptakan oleh Imam Fajrin di menit 10 dan 89.

Sulsel selanjutnya di semifinal yang akan menghadapi PPLP Aceh, sementara semifinal lainnya mempertemukan PPLP Jawa Tengah dan PPLP Sumatera Utara. Pertandingan semifinal akan berlangsung di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Ambon, Selasa (8/11). (S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon