Hukum ›› Kejati Maluku Pasti Periksa Etha & Titus Asintel: Bagus, Kalau Buka-bukaan

Kejati Maluku Pasti Periksa Etha & Titus


Ambon - Kejati Maluku memastikan memeriksa Plt Kepala Kantor Satpol PP Pemprov Maluku, Titus Renwarin dan sekretaris Etha Unawekla dalam kasus dugaan korupsi pembayaran gaji anggota Satpol PP ilegal.

Titus dan Etha sudah masuk dalam agenda peme­riksaan tim jaksa. Sebab, keduanya punya peran penting dalam kasus yang diduga merugikan negara Rp 500 juta itu.

“Pastilah akan diagen­da­kan permintaan kete­rangan terhadap Plt Kepala dan Sekretaris Kantor Satpol PP,” kata Asisten In­telijen Kejati Maluku, Mu­hammad Iwa Pribawa kepa­da Siwalima, Senin (27/5).

Tak hanya Titus dan Etha, kata Pribawa, sejum­lah pihak terkait juga akan dipanggil terkait rekrutmen dan pembayaran gaji 48 anggota Satpol PP tahun 2018, yang diduga ilegal.

“Intinya semua pihak yang diduga memiliki peran di kasus dugaan pembayaran gaji 48 anggota Pol PP tahun 2018 akan dimintai keterangan. Tetapi permintaan keterangan, baru bisa dilakukan usai cuti lebaran,” ujarnya.

Pribawa merespons positif per­nyataan Etha yang akan buka-bu­kaan kepada jaksa. Hal itu lebih bagus sehingga proses penyelidi­kan berjalan lancar.

“Kami hargai itu, kalau memang yang bersangkutan beritikad mem­bantu silakan saja,” tandasnya.

Praktisi hukum Jhoemicho Syara­namual mengatakan, pemeriksaan Titus Renwarin dan Etha Unawekla harus dilakukan. Sebab, keduanya memiliki peran yang strategis.

“Lewat keterangan keduanya diyakini kasus ini bisa menjadi terang, dan pihak mana saja yang diduga terlibat akan terungkap,” kata Syaranamual.

Menurutnya, pernyataan Etha bisa dijadikan pintu masuk untuk mengungkap dugaan korupsi pem­bayaran gaji 48 anggota Satpol PP.

EthaJanji

Seperti diberitakan, Sekretaris Kantor Satpol PP Pemprov Maluku, Etha Unawekla janji buka-bukaan ke Kejati Maluku, soal dugaan korupsi pembayaran gaji 48 anggota Pol PP yang diduga ilegal.

Etha tak terima dituding oleh Plt Kepala Satpol PP, Titus Renwarin sebagai orang yang paling tahu dan bertanggung jawab soal rekrutmen dan pembayaran gaji 48 anggota Satpol PP tahun 2018 yang diduga ilegal sebesar Rp 500 juta.

Ia bahkan siap membeberkan peran Titus Renwarin dalam pen­cairan gaji puluhan anggota Satpol PP itu ke korps adhyaksa jika dipanggil.

“Atas pernyataan Plt Kasatpol PP yang mengatakan kalau saya yang lebih bertanggung jawab saya siap, saya punya bukti,” tandas Etha ketika dihubungi Siwalima, melalui telepon selulernya, Sabtu (25/5).

Etha tak mau banyak berkomentar. Ia hanya menyatakan siap memberi­kan keterangan jika dipanggil jaksa.

“Saya punya bukti aturan terkait masalah ini, saya siap memberikan keterangan,” tandasnya lagi.

Sementara Titus Renwarin yang dihubungi beberapa kali, namun enggan mengangkat telepon se­lulernya.

AmankanDokumen

Tim jaksa Kejati Maluku telah mengamankan sejumlah dokumen dari ruang bendahara Kantor Satpol PP Maluku, Ny. Kasman dan Kasu­bag Kepegawaian, Pola Sinanu, sa­at penggeledahan pada Jumat (24/5).

Dokumen yang diamankan dianta­ranya pembayaran gaji dan proses rekrutmen anggota Satpol PP.

Saat pemeriksaan ditemukan, ada kejanggalan antara dokumen pembayaran gaji  dan rekrutmen anggota Satpol PP di Kantor Satpol PP, dengan dokumen yang sudah dikantongi jaksa.

“Saat dicocokan dokumen, kok tidak  sama dokumen yang dikanto­ngi jaksa dengan yang ada di ruang bendahara,” kata sumber di Kejati Maluku.

AkuiKedatangan Jaksa

Plt Kepala Satpol PP Maluku, Titus Renwarin mengakui, tim jaksa dari Kejati Maluku melakukan pe-meriksaan di kantor yang dipim­pinnya.

“Kedatangan tim jaksa terkait dengan rekrutmen 48 anggota Sat­pol PP dan waktu itu saya tidak ber­ada di tempat hanya dilaporkan oleh staf,” kata Renwarin saat dikonfir­masi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/5)

Renwarin mengaku, mendukung Kejati Maluku mengusut dugaan korupsi pembayaran gaji 48 anggota Satpol PP ilegal.

Dugaan korupsi tersebut dilapor­kan ke Kejati Maluku pada 28 Desember 2018 oleh Stella Rewaru saat menjabat Kasubdit dan Penin­dakan Sapol PP Maluku.

“Saya mendukung proses itu, saya juga minta jaksa untuk menye­lesaikan kasus ini,” ujar Renwarin.

Soal rekrutmen anggota Satpol tahun 2018, kata Renwarin, yang lebih tahu adalah Sekretaris Satpol PP, Etha Unawekla.

“Soal perekrutan itu ibu sekretaris yang lebih tahu dan saya belum menjabat. Jadi saya mendukung pihak kejaksaan menyelesaikan kasus ini,” tandasnya.

Renwarin menyatakan siap mem­berikan keterangan jika dipanggil oleh jaksa. “Saya siap apabila nanti­nya dipang­gil,” tandasnya lagi. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon