Hukum ›› Kejati Hentikan Penyelidikan Proyek Kapal Ikan DKP Malteng Beralasan tak Ada Kerugian Negara

Kejati Hentikan Penyelidikan Proyek Kapal Ikan DKP Malteng


Ambon - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menghentikan proses penyelidikan terhadap dugaan korupsi dalam proyek kapal ikan milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Alasan pihak kejati menghentikan penyelidikan, karena berdasarkan hasil pemeriksaan ahli teknik Universitas Pattimura (Unpatti) tidak ditemukan kerugian negara dalam proyek tersebut.

“Kita sudah ekspos bersama di hadapan Kajati. Kasus ini dihentikan. Kita akan lapor ke Kejagung. Kita berhadapkan hasil pemeriksaan ahli, karena hasil ahli menyatakan tidak ada kerugian negara dan tidak ada masalah. Kapal itu diadakan tahun 2009 dan selesainya tahun 2010,” jelas Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Maluku, Abdul Azis kepada Siwalima di ruang kerjanya, Kamis (15/3).

Proses penyelidikan proyek ini diputuskan berdasarkan hasil eks­pos yang dilakukan beberapa waktu lalu. Ekspos itu dihadiri Kajati Malu­ku, Efendi Harahap; Wakajati Ma­luku, IG Sudiatmaja, seluruh asisten lingkup Kejati, tim pidsus dan tim jaksa yang menangani kasus ini.

Namun kata Asintel jika di kemudian hari ada bukti baru, maka penyelidikan terhadap proyek ini kembali dibuka. “Kita kan berda­sarkan hasil dari ahli. Dalam berita acara pemeriksaan ahli telah dite­rangkan item per item, sehingga itu yang diekspos. Tetapi kalau ada bukti baru, kasus ini dibuka lagi,” ujar Asintel.

Asintel menambahkan, berita acara pemeriksaan fisik kapal ini ditandatangani oleh keempat tim ahli Unpatti masing-masing Robi G. Wattimury, Erick Wattimena, Richard B. Luhulima dan Peter Tetelepta.

Pemeriksaan fisik kapal ikan ini dilakukan Tim Kejati Maluku bersama tim ahli Unpatti Ambon pada Kamis (16/2) lalu, yang dipim­pin Asintel Abdul Azis. Pemeriksaan dilakukan di lokasi kapal yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Soahoku, Kecamatan Amahai.

Awalnya proyek ini diusut karena kapal yang dibeli oleh DKP Tahun 2010 senilai Rp 1.315.882.000 ini, diduga kapal bekas milik Bupati Malteng, Abdullah Tuasikal.

Sejumlah perusahaan ikut dalam tender proyek ini, di an­taranya PT. Damis Mainsyo dengan direkturnya Sehguru Tuankotta, CV. Flamboyan, PT. Aneka Karya Mandiri milik Tommy Latuimahina, dan PT. Putera Sejati milik Hau.

PT. Damis Mainsyo yang meme­nangkan tender proyek ini, sebenar­nya adalah milik Abua Tuasikal. Namun dicantumkan nama  Sehguru Tuankotta sebagai direktur untuk kamuflase saja, agar tidak tercium bau KKN dalam proses tender.

Kemudian Tommy Latuimahina sebagai pemilik PT. Aneka Karya Mandiri dan Hau sebagai pemilik PT. Putera Sejati selama ini juga dikenal sebagai orang yang sangat dekat dengan Bupati Tuasikal.

Pembelian kapal penangkap ikan oleh DKP Kabupaten Malteng ini, ternyata juga tidak melalui proses tender. CV. Flamboyan, PT. Aneka Karya dan PT. Putera Sejati hanya dicantumkan saja untuk memenuhi administrasi. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon