Hukum ›› Kejari Surati Dinas PU Tanyakan Hasil Pemeriksaan SDN Ameth

Kejari Surati Dinas PU Tanyakan Hasil Pemeriksaan SDN Ameth


Ambon - Lantaran belum juga menyerahkan hasil pemeriksaan fisik SDN Ameth Kecamatan Nusalaut Kabupaten Malteng ke penyidik, pihak Kejari Ambon akhirnya menyurati Kadis PU Maluku guna mempertanyakan hasil pemeriksaan.

“Kita sudah surati Kadis PU untuk mempertanyakan hasil pemeriksaan fisik SDN Ameth dan suratnya sudah kita kirimkan sejak kemarin,” ungkap Kajari Ambon, Herlie Robert Ilat, kepada Siwalima, di kantornya Kamis (5/6).

Dirinya berharap tim ahli ini bisa secepatnya dapat diketahui apakah ada kerugian negara dari proses pembangunan ataukah tidak.

“Jadi kita menunggu saja, kalau dari hasil pemeriksaan fisik itu ada indikasi kerugian negara maka kita bisa tingkatkan ke penyidikan tapi nanti kita tunggu saja hasilnya seperti apa,” katanya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Ambon bersama dengan tim ahli dari Dinas PU Maluku melakukan pemeriksaan fisik pembangunan RKB SDN Ameth, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Malteng, Kamis (22/5).

Selain tim ahli dan tim penyidik yang terdiri dari Kasi Pedsus Kejari Ambon, Marvi de Queljoe didampingi Berthy Ternate dan Ridho Sampe juga hadir pula Direksi Lapangan Dinas Dikpora Kabupaten Malteng, Frangky Takarbessy serta PPTK, Saptono.

“Tim ahli bersama jaksa sudah ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi fisik pembangunan SDN Ameth,” ungkap Kajari Ambon, Herlie Robert Ilat, kepada Siwalima, Kamis (22/5).

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan fisik ini, maka ahli akan menyiapkan laporannya untuk disampaikan ke penyidik.

“Jadi kita tunggu saja, hasil pemeriksaan fisik seperti apa nanti kalau sudah selesai disusun maka akan diserahkan kepada kita,” ujarnya.

Untuk diketahui. pekerjaan pem­bangunan tiga unit RKB SDN Negeri Ameth  terindikasi tidak sesuai de­ngan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). “Kasus ini sementara diselidiki berdasarkan laporan yang diterima dari LSM sejak akhir Januari lalu, sehingga Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) telah dikeluarkan sejak awal Februari lalu,” kata Kajari Ambon kala itu, R Zega kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (17/2). 

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa komite sekolah dan kontraktor, Bendahara SDN Ameth, Corneles Wakano mantan Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Malteng, Lutfi Rumbia; Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Malteng, Djainudin Ali; Kepala Dinas Dikpora Malteng, Askam Tuasikal  serta Direksi Lapangan dari Dinas Disdikpora Kabupaten Malteng, Frangky Takarbessy.

Sementara kepala SDN Ameth, Marthen Sitianapessy belum bisa diperiksa karena sementara sakit dan dirawat di RS Masohi.   (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon