Daerah ›› Kejari Masohi Komitmen Tuntaskan Korupsi Proyek Bibit Jeruk

Kejari Masohi Komitmen Tuntaskan Korupsi Proyek Bibit Jeruk


Masohi - Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi komitmen untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek bibit jeruk milik Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2008 senilai Rp 760.375.000

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Masohi, Millian Marantika kepada Siwalima di ruang kerjanya, kemarin.

Marantika menjelaskan, penyidikan kasus dugaan korupsi proyek bibit jeruk masih terus dilakukan dan pihaknya akan maksimal, sehingga dalam waktu dekat kasus ini sudah bisa diekspos.

“Kita akan terus berupaya agar penyidikan ini harus sukses, dan kasus ini akan kita selesaikan dan kita akan kerja secara maksimal,” jelas Marantika.

Marantika mengungkapkan, tim penyidik Kejari Masohi telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi baik mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Malteng, M. Usemahu serta sejumlah staf dinasnya, para petani dan kontraktor.

“Kita sudah lakukan pemeriksaan beberapa saksi, kita sudah panggil dua saksi dari Dinas Pertanian dan Peternakan, tetapi dua saksi itu tidak datang,” katanya.

Marantika enggan menyebutkan dua staf dinas tersebut dengan alasan demi kepentingan penyidikan, sehingga pihaknya akan kembali melakukan pemanggilan terhadap mereka untuk kembali diperiksa.

Dari hasil ekspos kasus dugaan korupsi proyek bibit jeruk ini, lanjut Marantika, ternyata masih membutuhkan pemeriksaan saksi tambahan, sehingga pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malteng, M. Usemahu dan beberapa saksi lainnya dari dinas tersebut.

“Kasus proyek jeruk itu dari hasil ekspos ternyata kita harus mesti melakukan pemanggilan pada saksi tambahan, saksi tambah sudah kami panggil tiga orang dari dinas pertanian sendiri dan baru satu orang yang memenuhi panggilan dan sudah kita periksa, sementara duanya tidak hadir karena berhalangan, “ terangnya.

Lebih jauh kata Marantika, setelah selesai melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi staf dinas Pertanian dan Perkebunanan Kabupaten Malteng serta mantan kadis, maka pihaknya akan kembali melakukan ekspos untuk menentukan tersangka.

“Kalau sudah selesai maka kita akan lakukan ekspos kembali,” katanya
Sementara pemeriksaan kembali terhadap mantan kadis, M. Usemahu, tambah Marantika, akan dijadwalkan  ulang karena keterangannya kepada pihak penyidik masihlah kurang.

Proyek bibit jeruk milik Dinas Pertanian dan Perkebunanan Kabupaten Malteng tahun 2008 ini tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Salahutu di Desa Liang, Kecamatan Amahai dan Kecamatan TNS.

Proyek ini ditangani oleh kontraktor, Halija Tuasikal dan Pimpinan Proyek (Pimpro), Ngatmin Syarir. Proyek ini diduga bermasalah karena sebagian petani tidak menerima bibit jeruk padahal anggarannya telah dicairkan 100 persen. (S-24)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon