Hukum ›› Kejari Ambon tak Kenal Istilah Tembang Pilih

Kejari Ambon tak Kenal Istilah Tembang Pilih


Ambon - Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon Victor Suribory mengatakan, penanganan kasus korupsi yang dilakukan pihaknya tidak mengenal tembang pilih.

Hal ini disampaikan Suribory dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi I dan Polres di lantai II ruang rapat pimpinan Baeleo Rakyat Belakang Soya, Kamis (16/9) menyikapi masukan salah satu anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Ridwan Hasan yang menanyakan mengapa sampai kejari lamban dalam menangani kasus-kasus yang bernuansa politik, sementara untuk kasus-kasus biasa Kejari cepat untuk melakukan penanganan.

Menurutnya kejari tidak pernah tembang pilih atau memilah-milah perkara politik atau perkara biasa, sebab dalam penangan perkara status perkara baik itu perkara politik maupun biasa, semuanya sama dan penanganan perkara di Kejari tidak pernah disengajakan untuk diperlambat malah kasus politik kejari lebih mempercepat prosesnya.

"kita tidak pernah memilah perkara politik atau perkara biasa, sebab status semuanya sama, karena kalau Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) masuk dan dalam penunjukan jaksa ,mungkin ada jaksa melakukan penyelidikan atau mungkin juga sidang , Jadi posisinya kita tidak pernah memilah kasus politik ini lambat-lambat saja, malah kasus politik ini yang kita percepat, bukan kita main untuk perlambat kasus-kasus yang ada," katanya.

Suriborry menyebutkan, tahun 2009 Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) yang masuk khususnya perkara-perkara di Polres dan Polsek di Kota Ambon maupun Polsek Leihittu dan Haruku ditangani Kejari berjumlah 374 perkara dan yang sudah diserahkan ke penuntut berjumlah 334 perkara yang sudah diselesaikan.

Sementara untuk tahun 2010 dari bulan Januari sampai dengan Agustus SPDP yang masuk berjumlah 333 perkara dan sampai bulan Agustus perkara yang sudah diselesaikan berjumlah 212 perkara. (S-34)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon