Kriminal ›› Kasus Penyerangan Pos Brimob Loki Disidangkan

Kasus Penyerangan Pos Brimob Loki Disidangkan


Masohi - Pengadilan Negeri (PN) Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menyidangkan kasus penyerangan Pos Brimob Loki yang terjadi pada 16 Mei 2005 dengan terdakwa Ikman Marinda.

Sidang tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Ch Tetelepta didampingi dua hakim anggota masing-masing, Feliks R. Wuisan dan Erwino M Amahorseja dengan agenda persidangan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) A.A. Raka Putra Dharma, sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Rustam Maruapey.

JPU dalam dakwaannya menyebutkan, peristiwa penyerangan Pos Brimob Loki, Kecamatan Seram Bagian Barat (SBB) tersebut terjadi pada hari Senin, 16 Mei tahun 2005 lalu.

JPU mendakwa terdakwa telah melakukan tindakan kekerasan yang menimbulkan korban secara masal dengan cara merampas kemerdekaan dan mehilangkan nyawa orang lain sebagai termuat didalam UU nomor 15 Tahun 2003 tentang tindak pidana teroris.

Saat itu, terdakwa bersama dengan Asep Djaja, Abdulah Umamiti, Abdul Halik, Dodi dan Nurdin berkumpul melakukan pertemuan di rumah Arsyad untuk membicarakan tentang penyerangan pos brimob di Desa Loki.

Sebelum keberangkatan ke Desa loki dilakukan secara bertahap, Abdul Harun membawa perlengkapan berupa senjata api 4 pucuk, sedangkan terdakwa bersama Umamiti membawa dua buah senjata api dan 80 butir peluru

Akibat penyerangan tersebut, mengakibatkan enam orang meninggal dunia, diantaranya lima orang petugas brimob dan satu orang warga sipil. Sidang tersebut kemudian ditunda majelis hakim hingga pekan depan. (S-24)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon