Hukum ›› Kasus Narkoba, Warga Kudamati Divonis 5 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Warga Kudamati Divonis 5 Tahun Penjara


Ambon - Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis pidana penjara selama lima tahun terhadap Andry Abner Lakusa alias Andre (22) dalam persidangan yang digelar, Jumat (3/8).

Warga Lorong Kamar Mayat Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini terbukti bersalah memiliki dan menyimpan ganja kering sebanyak tiga paket plastik bening di rumahnya, pada Jumat, 16 Februari 2018.

Sidang putusan tersebut, digelar secara terbuka dipimpin majelis hakim yang diketuai, Esau Yerisitou didampingi Hery Setyobudi dan Lucky Rombot Kalolo selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Ahmad S. Soulisa.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp800 juta, subsider tiga bulan kurungan. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar ketentuan Pasal 111 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 Tentang  Narkotika.

Majelis hakim juga menetapkan barang bukti berupa, tiga plastik bening berisi ganja, satu pak kecil cigarette paper merek mars brown, dan dua lembar uang pecahan Rp 50.000, dirampas untuk dimusnahkan.

Vonis majelis hakim itu, jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU Kejari Ambon Junita Sahetapy. Yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara lima tahun dan dibebankan membayar denda Rp800 juta, subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, terdakwa Andre berhasil diringkus petugas Satuan Resnarkoba Polres Ambon di Lorong Kamar Mayat Kudamati, Jumat, 16 Februari 2018, sekitar pukul 01.00 WIT.

Awalnya, anggota Satresnakoba Polres Ambon mendapatkan informasi, bahwa terdakwa Andre memiliki ganja. Kemudian anggota Satresnakoba bernama Arman Matulessy menyuruh salah satu informan untuk menghubungi terdakwa dan mengajak terdakwa bertemu di Kudamati lorong kamar mayat untuk bertransaksi ganja.

Terdakwa lalu ke lorong kamar mayat untuk menemui informan tersebut. Saat itulah Andre langsung diringkus.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan tiga plastik bening berisi canja, satu pak kecil cigarette paper merek mars brown, dan dua lembar uang pecahan Rp 50.000. Terdakwa lalu digiring ke Satresnarkoba untuk menjalani proses secara hukum.

Usai mendengar pembacaan tuntutan JPU, Ketua Majelis Hakim Esau Yarisetou, didampingi dua hakim anggota Herry Setyobudi dan Lucky R Kalalo, menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon