Hukum ›› Kasus Dana SNMPTN, Kajari Diingatkan Konsisten

Kasus Dana SNMPTN, Kajari Diingatkan Konsisten


Ambon - Kepala Kejari (Kajari) Ambon, Herlie Robert Ilat diingatkan konsisten untuk me­nuntaskan kasus dugaan korupsi dana Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Unpatti tahun ajaran 2012/2013 senilai Rp 1,2 milyar.

Sikap Kajari yang terkesan mengulur-ulur waktu penetapan tersangka bisa membenarkan adanya intervensi Kajati  Maluku, I Gede Sudiatmaja dalam kasus ini.

“Sikap lambat dan mencari-cari alasan ini karena adanya dugaan intervensi itu, walau­pun jaksa beralibi namun fakta membuktikan bahwa jaksa turut ber­konspirasi de­ngan oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini,” tandas Korwil Pe­muda Muslim Indonesia Ma­luku, Syarief Heha­nu­ssa, kepada Siwa­lima, di Ambon, Selasa (6/5).

Belum adanya penetapan tersangka bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap Kejari Ambon dibawah pimpinan Herlie Robert Ilat.

“Publik bisa saja ragu dengan profesionalisme dan komitmen Kejari Ambon,” ujar Hehanussa.

Kajari terkesan men­cari-cari alasan untuk memperlambat penetapan tersangka kasus dugaan korupsi dana SNMPTN-SBMPTN Unpatti.

Awalnya Kajari beralasan Ia masih mem­pelajari dan mengkaji kasus ini karena dikhawatirkan tersangka akan bebas di peng­adilan. Namun anehnya, ketika dikonfirmasi lagi soal penetapan tersangka Ia beralasan masih menunggu ekspos dari tim penyidik. 

“Saya masih menunggu ekspos dari tim untuk kemudian kita akan tindaklanjuti, karena saya belum tahu hasil kerja tim seperti apa, karena selama ini belum pernah diekspos kepada saya,” kata Kajari saat ditemui Siwalima, Senin (5/5) di ruang kerjanya.

Dikatakan, ketua tim penyidik Fauzan Danish masih mengikuti diklat. Setelah Ia kembali baru dilakukan ekspos.

“Saat ini ketua timnya yakni Kasi Intel sementara mengikuti diklat sehingga kita akan menunggunya kembali baru dilakukan ekspos,” ujar Kajari.

Sikap yang ditunjukan Kajari patut dicurigai, karena sebelumnya sumber  Siwalima di kejaksaan menyebutkan penanganan kasus dana SNMPTN-SBMPTN telah diintervensi oleh  Kajati Maluku, I Gede Sudiatmaja. Akibat intervensi itu, Kajari tak berani menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Ada dugaan Kajati melakukan intervensi karena ada tekanan dari Kejagung,” ujar sumber Siwalima, Sabtu (26/4).

Sumber itu mengungkapkan, intervensi penanganan kasus ini berawal dari lobi yang dilakukan petinggi Unpatti. Kebetulan peti­nggi universitas negeri ternama di Maluku tersebut, mengenal salah satu oknum pejabat Kejagung. Ia lalu meminta bantuan agar kasus dana SNMPTN dan SBMPTN di-SP3. 

“Ada pejabat Unpatti yang kenal pejabat di Kejagung, Ia yang meminta bantuan agar kasus SNMPTN dan SBMPTN dihentikan, itu yang membuat Kajati meng­in­tervensi penanganan kasus ini, maka­nya  Kajari belum juga mene­tapkan tersangka,” kata sumber itu. 

Kasus SNMPTN-SNBMPTN di­naikan ke tahap penyidikan bersama kasus dugaan korupsi dana Pene­rimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Fakultas Ekonomi senilai Rp 3 Milyar pada 15 November 2013 lalu. Dalam kasus PNBP jaksa menjerat Dekan Fakultas Ekonomi, Latif Kha­rie dan bendahara Carolina Hahury, sementara kasus SNMPTN-SBM­PTN berjalan di tempat, padahal tim penyidik sudah mengantongi banyak bukti belanja fiktif.   

Saat Kejari Ambon dikomandai Rorogo Zega, calon tersangka su­dah dikantongi. Sayangnya, ketika Ia dimutasikan dan digantikan Herlie Robert Ilat kasus dana SNMPTN-SBMPTN mulai kabur pena­nganannya. “Ini kelihatan Kajari yang perlambat kasus. Ada upaya melindungi  pelaku korupsi,” kata Wakil Sekretaris Humas DPC HMNI Ambon, Adolof Unawekla, kepada Siwalima, Selasa (6/5).

Unawekla meminta  kasus dana SNMPTN-SBMPTN segera ditun­taskan, sehingga ada kepastian hukum. (S-16/S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon