Kriminal ›› Kasus Aniaya Warga Porto Mandek di Polisi PH Korban Minta Tuntaskan

Kasus Aniaya Warga Porto Mandek di Polisi


Ambon - Penanganan kasus penganiayaan terhadap Jhon Lopulalan (49), warga Porto Kecamatan Saparua Kabupaten Malteng dengan tersangka Orlando Pelamonia (25) warga Haria Kecamatan Saparua Kabupaten Malteng sampai sekarang mandek di penyidik kepolisian.

Alhasilnya, Penasehat Hukum (PH) korban, Oriana Eikel angkat suara. Kepada  wartawan di Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Senin (6/7), Eikel menjelaskan, tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada 8 Mei 2015 sekitar pukul 13.00 WIT tepatnya di hutan jati-jati dekat Rumah Sakit Umum Saparua itu, belum juga sampai ke pengadilan, padahal kasus penganiayaan lain­nya yang terjadi setelah kasus yang menimpa kliennya sudah sampai ke pengadilan untuk disidangkan.

Eikel mempertanyakan penanga­nan kasus ini yang dilakukan pe­nyidik Satuan Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. “Kami dari pihak eluarga korban me­rasa tidak puas dengan sikap lam­batnya proses hukum yang dilaku­kan oleh Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. Kasus-kasus yang baru terjadi di Saparua semua­nya

sudah dituntaskan. Sementara kasus klien saya sudah sejak awal Mei lalu. Kita sudah cek ke penyi­diknya, tetapi dijelaskan masih dilengkapi lagi. Kalau masih dileng­kapi itu kan berarti masih ada petunjuk ataupun kebutuhan penyi­dikan yang harus dilengkapi oleh polisi. Kalau terus menerus alasan­nya hanya lengkapi, lalu sampai kapan kasus ini bisa dituntaskan. Masakan kasus-kasus lainnya sudah bisa dituntaskan bahkan su­dah diserahkan untuk proses sidang, kok kasus ini masih terus dilengkapi. Ini kan aneh,” kesal Eikel.

Sebagai pihak korban, Eikel mengharapkan agar kasus ini segera diproses, karena ditakutkan hingga masa penahanan berakhir, polisi tidak mampu menuntaskannya se­hingga tersangka akan bebas demi hukum.

“Keluarga korban menilai, adanya sikap lambat oleh polisi padahal bukti sangat jelas dan pelaku sudah ditahan. Kami minta agar segera dituntaskan. Karena kasus ini sudah sejak bulan Mei. Masakan kasus lain bisa cepat sementara kasus ini yang sudah jelas dan sudah penahanan tersangka belum bisa dituntaskan. Jika polisi larut dalam kelambanan penyidikan, maka kami khawatir, sampai selesai masa penahanan, tersangka akan bebas demi hukum tetapi kasus tidak tuntas,” tukas Eikel.

Untuk diketahui, peristiwa peng­aniayaan itu berawal ketika korban bersama dengan istri dan anaknya Jumat (8/5) sekitar pukul 13. 00 Wit melintas di hutan jati-jati dekat Rumah Sakit Umum Saparua dengan menggunakan sepeda motor. Saat itu, juga korban dihadang oleh pelaku dan langsung dianiaya. Korban berusaha untuk menghindar dari tindakan pelaku yang hendak memotong korban dengan meng­gunakan parang. Akan tetapi pelaku terus melancarkan aksinya dan akhirnya mengenai kaki korban hingga terluka. Akibat perbuatan pelaku, korban harus menjalani proses perawatan dengan 45 jahitan di kakinya.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon