Hukum ›› Kasi Intel: Tim Ahli Sementara Analisa Fisik Fakultas Kedokteran

Kasi Intel: Tim Ahli Sementara Analisa Fisik Fakultas Kedokteran


Ambon - Tim Ahli Polteknik Negeri Ambon telah memeriksa fisik proyek pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Unpatti, dan hasilnya sementara dianalisa.

“Politeknik Ambon telah me­nunjuk tiga orang sebagai tim ahli guna memeriksa fisik pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran dan saat ini mereka sementara meng­analisa hasilnya,” ungkap Kasi Intel Kejari Ambon, Fauzan yang me­wakili Kajari Ambon, R Zega kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Rabu (27/11).

Dikatakan, pemeriksaan fisik Ge­dung Fakultas Kedokteran dilaku­kan pada Sabtu (23/11) lalu. “Me­reka masih melakukan analisa, kita menunggu saja hasil analisanya seperti apa,” ujar Fauzan.

Pemeriksaan fisik gedung tersebut dimaksud merupakan bagian dari rangkaian pengusutan proyek seni­lai Rp 36 miliar yang terindikasi bermasalah itu.

Kajari Ambon, R Zega menge­luarkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprinlid) terhadap proyek Gedung Fakultas Kedokteran sejak 18 November 2013 lalu.

Langkah ini diambil, setelah jaksa mencium ketidakberesan dalam pekerjaan proyek itu ketika me­ngusut kasus dugaan korupsi dana Penerimaan Negara kan Pajak (PNBP) di Fakultas Ekonomi (Fekon) senilai Rp 3 miliar.

“Kasus ini mulai diketahui setelah dilakukan proses penyelidikan ter­hadap kasus di Fekon dan Sprinlid juga telah dikeluarkan,” kata Kajari kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (18/11).

Kajari menjelaskan, selama tiga tahun Rektorat Unpatti mendapat­kan kucuran anggaran yang dialo­kasikan dari APBN tahun 2010, 2012 dan 2013 sebesar Rp 36 miliar. Kendati men­dapat kucuran dana yang begitu besar, namun volume pekerjaan proyek Ge­dung Fakultas Kedokteran tak seban­ding dengan nilai proyek tersebut.

Diduga pekerjaan proyek tidak sesuai dengan bestek yang tertuang dalam kontrak kerja antara rektorat dan pihak rekanan. Bahkan ada indikasi mark up.

“Sangat tidak rasional jika dengan anggaran yang dikucurkan pada tahun pertama hanya bisa dibangun pondasi, kemudian di tahun kedua dibuat tiga blok dan di tahun ketiga baru dibangun rangka. Kami men­duga ada ketidakberesan dalam proses pembangunan gedung ini se­hingga jaksa sementara meneli­tinya,” tandas Kajari.

Informasi yang diperoleh di kejaksaan, sejumlah pejabat Unpatti yang akan diperiksa diantaranya mantan PR II yang juga PPK Proyek Gedung Fakultas Kedokteran, Hengky Hattu. 

Hattu yang disebut-sebut ber­tang­gung jawab atas pelaksanaan proyek tersebut menyatakan siap untuk diperiksa kejaksaan. “Saya siap ketika dipanggil oleh pihak Kejari untuk memberikan keterangan,” kata Hattu kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, Senin (19/11).

Ditanyakan temuan jaksa soal adanya pekerjaan pembangunan yang tak sesuai bestek, dan terindi­kasi terjadi mark up, Hattu mene­gaskan, dirinya akan memberikan keterangan jika dipanggil jaksa.

“Kalau ada surat dari Kejari maka saya siap untuk memberikan kete­rangan atau siap untuk diperiksa,” tandas Hattu.

Untuk diketahui, tahap II pemba­ngunan Gedung Fakultas Kedok­teran ditangani PT. Dwi Ponggoseto dengan pagu anggaran sebesar Rp 12,5 miliar.

Proyek pekerjaan konstruksi de­ngan nilai HPS sebesar Rp 11.370. 000.000 tersebut, dime­nangkan oleh PT. Dwi Ponggoseto dengan nilai pe­nawaran sebesar Rp. 10.621. 959.000 dan berhasil mengalahkan sebanyak 26 perusahaan lain yang ikut mendaftar dalam proses pelelangan proyek tersebut.

“Proses pelelangan Tahap II senilai 12,5 Rp milyar itu dime­nangkan oleh PT. Dwi Ponggoseto (DP) dan sudah diumumkan di web­site secara elektronik sejak tanggal 9 Agustus 2012 lalu,” Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Unpatti, JR Patty  kepada Siwalima, di ruang kerjanya, Senin (13/8) tahun 2012 silam.

Menurutnya, tender proyek ter­sebut diikuti oleh 27 perusahaan, namun dalam perjalanannya hanya sembilan perusahaan yang hingga 31 Juli 2012 pukul 22.00 WIT memasukkan dokumen penawaran secara resmi kepada panitia tender.

“Selanjutnya, dari hasil evaluasi panitia, maka ada lima perusahaan yang lolos evaluasi administrasi sampai dengan evaluasi kualifikasi dan dari hasil pembuktian data kua­lifikasi terhadap calon pemenang, maka PT. DP diumumkan sebagai pemang dengan nilai penawaran Rp 10.621.959.000,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Patty, empat perusahaan yang lain sebagai dite­tapkan pemenang cadangan, yang terdiri dari PT. Polaris Jaya Sakti dengan nilai penawaran sebesar Rp. 10.947.888.000, PT. Pedoman Karya de­ngan nilai penawaran Rp 11.026. 400.000, PT. Bumi Cendrawasih Bumi Permai dengan nilai penawaran sebesar Rp 11.028.995.000 serta PT. Bangun Jaya Maluku dengan nilai penawaran Rp 11.141.380.000.

“Untuk pekerjaan kontruksi tahap II ini meliputi pembangunan ba­ngunan Blok C secara keseluruhan. Pekerjaan akan dilakukan selama 130 hari kalender terhitung sejak 15 Agustus 2012,” katanya.

Patty juga mengungkapkan, untuk pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran  Saat itu bernama Program Studi Ilmu Kedokteran telah dilakukan sejak tahun 2010 lalu.

Proses tender Tahap I dimenang­kan oleh PT. Ryantama Citrakarya Abadi dengan pagu anggaran se­besar 15 milyar. PT. Ryantama Citra­karya Abadi berhasil memenangkan proses tender waktu itu dengan nilai penawaran sebesar Rp 12.713. 000.000.

“Pekerjaan tahap I telah berakhir Desember 2010 dan dikerjakan oleh PT. Ryantama Citrakarya Abadi dengan pekerjaan berupa timbunan, pondasi gedung, slop antar tiang, kolom atau tiang sebanyak 105 buah serta tiang pancang sebanyak 200 titik,” ungkapnya.

Patty memperkirakan, pembangu­nan Gedung Fakultas Kedokteran akan dilakukan lebih dari dua tahap. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon