Hukum ›› Kapolsek Namrole Ancam Pidanakan Pengelola Judi Bola Guling

Kapolsek Namrole Ancam Pidanakan Pengelola Judi Bola Guling


Namrole - Kapolsek Namrole, AKP Amin mengancam, akan mempidanakan setiap pengelola Judi Bola Guling (JBG) di Desa yang masih nakal, untuk mengaktifkan aktivitas haram tersebut pasca diinstruksikan untuk ditutup permanen sejak minggu lalu.

“Tidak ada pindah tempat. Jadi, kita pastikan itu tutup secara permanen. Kalau ada, tolong kami diinformasikan. Kalau memang itu memenuhi unsur pelanggaran pidana, maka kita akan tindak. Jadi, kalau ada yang pindah tempat kita di kasih tahu,” tegas Kapolsek ketika diminta keterangan oleh sejumlah wartawan terkait dengan aktivitas perjudian tersebut, Selasa (11/10).

Menurutnya, pihaknya baru mengetahui adanya pemindahan lokasi tersebut dari wartawan, karena belum ada laporan sebelumnya yang masuk kepadanya terkait hal itu.  Walaupun demikian, kapolsek berjanji akan mengecek kebenaran tersebut.

Ia menjelaskan, aktivitas JBG telah meresahkan masyarakat sekitar yang kemudian mengkomplain kepada pihaknya dan atas komplain itu pun, pihaknya telah melakukan langkah-langkah penutupan terhadap ketiga JBG  yang ada di Desa Labuang sebanyak dua tempat dan satu tempat di Desa Waenono, Kecamatan Namrole.

“Jadi, masyarakat yang merasa terganggu dan mengkomplain, kita komodir bahwa ternyata betul itu terjadi aktivitas yang mengarah ke unsur judi, sehingga kita tutup dan itu sudah dilakukan,” terangnya.

Lanjutnya, langkah penutupan itu pun di dukung oleh Pemkab Bursel dan direncanakan tempat-tempat JBG itu tak hanya akan di tutup saja, tetapi akan di bongkar untuk memastikan bahwa penutupan itu dilakukan secara permanen.

“Kita sudah melakukan upaya hingga penutupan secara permanen, dan itu didukung oleh pemerintah daerah. Sejak seminggu lalu telah dilakukan rapat bersama dan telah diputuskan bahwa pemilik usaha itu agar di tutup tempatnya, karena mengganggu aktivitas masyarakat sekitar,” tuturnya.

Dukung Penutupan

Langkah penutupan terhadap ketiga tempat JBG di pusat Kabupaten Burse itu

pun mendapat dukungan dari Nahdatul Ulama Kabupaten Bursel.

“Saya setuju sekali agar tempat judi bola guling ini ditutup,” tegas Ketua NU Kabupaten Bursel, Naim Loilatu kepada wartawan di  Kantor Bupati Bursel.

Menurut Loilatu, perjudian itu tak boleh dibiarkan beraktivitas dan menjamur di tengah-tengah pemukiman masyarakat karena akan merusak moral masyarakat maupun generasi muda daerah ini kedepannya.

olehnya itu, Naim berharap agar penutupan ini mendapat dukungan penuh dari semua pihak, utamanya Pemerintah Daerah dan TNI/Polri.

Karena itu, lanjutnya, Loilatu yang juga Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten

Bursel ini pun menghimbau agar seluruh tokoh agama di daerah ini pun tak diam melihat aktivitas perjudian itu merusak moral masyarakat di daerah ini.

Jika semua pihak memiliki kepekaan untuk meresponi aktivitas haram yang di larang agam tersebut,tambahnya,  maka sama saja telah mendukung aktivitas JBG itu merusak masa depan generasi di daerah ini.(S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon