Hukum ›› Kapolres: Polisi Telah Bersikap Profesional

Kapolres: Polisi Telah Bersikap Profesional


Ambon - Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Didik Agung Widjanarko mengaku saat ini jajarannya telah bersikap profesional dalam melakukan proses penyidikan kasus tindak pidana maupun kasus lainnya.

"Sikap profesional dibuktikan saat penyidik yang menangani kasus tersebut pada setiap minggunya harus menyampaikan kepada pihak pelapor tentang proses perkembangan kasus tersebut yang mana disebut dengan SP2HP (surat proses pengembangan hasil penyidikan).

SP2HP ini tetap akan diberikan kepada pelapor oleh penyidik yang tangani kasus itu serta juga harus melampirkan nomor HP penyidik tersbeut agar dapat diketahui oleh si pelapor," ungkap Kapolres kepada wartawan saat dialog hukum yang diselenggarakan oleh Crime and Justice Press Community di Restoran Panorama Ambon, Sabtu (1/8).

Diaukinya dalam proses penyidikan satu kasus oleh kepolisian maka saat ini sudah tidak lagi ada unsur paksaan bahkan dari pimpinan sekalipun karena si penyidik diberi ruang untuk tetap melakukan proses penyidikannya secara professional.

"Polisi harus profesional agar semua kasus yang ditangani oleh penyidik itu dapat diselesaikan dengan benar sebab jika tidak maka tentunya ada celah untuk warga yang sementara ditangani kasusnya mengajukan praperadilan kepada polisi di pengadilan sehingga nantinya proses penyidikan ini akan dibuktikan dipengadilan nanti. Jika polisi paksakan satu kasus untuk naik ke siding dan nantinya terungkap bahwa penyidik tersebut melakukan tugasnya dengan tidak professional sesuai dengan putusan di pengadilan saat praperadilan maka penyidik tersebut dapat ditindak dengan kode etik profesi," ungkapnya.

Kapolres juga menjelaskan, jika pimpinan dari penyidik ini tidak menghukum anggotanya tersebut maka tentunya pimpinannya juga yang akan mendapatkan hukuman yang dijerat dalam sidang kode etik profesi.

Disisi lain, Kapolres juga mengaku, angka tindak pidana yang ditangani oleh jajarannya hingga tahun 2009 mengalami peningkatan.

"Selama tahun 2008 Polres Ambon menangani sekitar 600 kasus namun ditahun 2009 hingga bulan juli saja ternyata tindak pidana yang telah ditangani sebanyak 800 kasus," ungkapnya.

Dirincikan, tindak pidana yang paling banyak ditangani adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga kemudian disusul dengan kekerasan bersama, namun dari kasus KDRT yang ditangani oleh Polres rata-rata itu kebanyakan si pelapor melakukan pencabutan perkara. (S-21)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon