Hukum ›› Kapolda Perintahkan Kapolres Tindak Tegas Kapolsek Salahutu Dua Orang Tahanan Sudah Tertangkap

Kapolda Perintahkan Kapolres Tindak Tegas Kapolsek Salahutu


Ambon - Hingga saat ini personil Polsek Salahutu bekerja sama dengan Pol­res Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, baru berhasil menangkap dua orang tahanan dari delapan orang tahanan Polsek Salahutu yang kabur sejak Kamis (10/11).

Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Syarief Gunawan kepada Siwalima, Minggu (13/11), mengaku, dua orang tersebut tertangkap di tengah hu­tan oleh petugas yang saat itu sedang melakukan penyisiran.

“Penangkapan terhadap tahanan tersebut berawal dari informasi war­ga yang menemukan mereka di tengah hutan. Para tahanan ini me­mang sudah paling pintar, kita lalai habis sudah, pasti kabur,” ujarnya.

Kendati upaya pencarian baru dua orang yang berhasil ditangkap, na­mun insiden tersebut memaksa Kapolda memerintahkan Kapolres Ambon, AKBP Suharwiyono untuk tegas terhadap Kapolsek Salahutu.

Saat ditanya siapa saja yang ditangkap, jenderal bintang satu ini tidak dapat menjelaskan lebih jauh, namun demikian, ia memastikan baru dua orang yang tertangkap dan sudah dibawa ke Polsek Salahutu.

“Saya sudah perintahkan Kapol­res Ambon untuk tegas kepada Kapolsek. Yang jelas kami tetap me­la­kukan pencarian terhadap tahanan lainnya yang sampai sekarang masih kabur,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebanyak dela­pan orang tahanan berhasil kabur dan melarikan diri dari Rumah Ta­hanan (Rutan) Mapolsek Salahutu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kamis (10/11).

Para tahanan yang rata-rata terli­bat kasus tindak pidana umum (pidum) inikabur sekitar pukul 02.45 WIT.

Mereka yang berhasil kabur di antaranya Samsidar Tuasalamony (19), Reza Ohorella alias Reza (19), Abdulhaji Nahumury alias Haji (14), Muhammad Satria Lestahulu alias Satria (18), Jafal Kelwilaya alias Jafar (19), Hasim Nahumury alias Hasyim (18), dan Ariayanggai Lestahulu. Para tahanan tersebut merupakan warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng.

Kaburnya para tahanan tersebut diduga disebabkan jajaran Polsek Salahutu lalai dalam menjalankan tugas pengamanan Rutan.

Bagaimana tidak, saat peristiwa tersebut terjadi, anggota jaga atau piket Polsek Salahutu yang berjaga selama 1 x 24 jam terdapat Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK) Brigadir Polisi Zulhan Abas, yang didampingi Briptu La Ode Alioni, Briptu Sarip Neka, Briptu Haerul Tuharea, Brigadir Polisi Hery de Lima (Intelkam) dan Briptu Faisal Pellu (Reskrim).

Informasi lainnya yang dihimpun dari laporan situasi Kamtibmas Polda Maluku mengatakan, para tahanan tersebut kabur dari Rutan Mapolsek Salahutu setelah menggergaji terali besi.

Sesuai laporan kamtibmas juga terungkap, saksi Suparman Wally (17), pelajar SMK Rijali yang meru­pakan warga Desa Tulehu mengaku, kaburnya para tahanan tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIT dengan cara menggergaji besi ruang tahanan.

Suparman Wally mengetahui hal tersebut dari pengakuan salah satu tahanan yakni Muhammad Satria Lestaluhu.

Sesuai pernyataan Lestaluhu, para tahanan yang kabur menggunakan gergaji untuk menjebol besi ruangan tahanan. Gergaji didapat dari sese­orang berinisial IM yang dibawa melalui tembok samping belakang ruang tahanan Mapolsek Salahutu.

Kapolsek Salahutu, AKP Ujaima Salatalohy yang dikonfirmasi warta­wan, Jumat (11/11), membenarkan kaburnya delapan tahanan di Polsek Salahutu tersebut.

Menurutnya, sampai sekarang para tahanan itu sementara diburu, sebab mereka setelah berhasil melarikan diri keluar tahanan dan masuk ke hutan.

Menyangkut kaburnya para tahanan itu akibat kelalaian petugas rutan, Salatalohy menolak untuk berkomentar lebih jauh dengan alasan sementara memburu para tahanan tersebut. (S-32)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon