Hukum ›› Kapolda: Oknum Penganiaya Prada Gani Terancam Dipecat

Kapolda: Oknum Penganiaya Prada Gani Terancam Dipecat


Ambon - Kapolda Maluku Brigjen Ilham Salahudin tak tanggung-tanggung memberikan sanksi terhadap ang­gota yang melakukan pelanggaran apalagi tindak pidana.

Oknum anggota Satlantas Polres Malra yang diduga menganiaya Prada TNI Abdul Gani Waliulu, Tabakpan D Ton 2 Regu 2/ yonif 734/SNS Tual terancam dipecat. Walau begitu, Kapolda enggan merincikan identitas detail anggota dimaksud.

“Bisa sampai pemecatan tetapi kita akan lihat dari tingkat kesa­lahannya. Intinya anggota saya yang salah tetap saya tindak. Saya proses. Yang bersangkutan sudah ditahan dan di proses,” tandas Kapolda kepada Siwali­ma, di sela-sela pelaksanan upa­cara Hari Bhakti Adhyaksa ke-56 di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (22/7).

Menurut Kapolda, tidak ada tole­ransi kepada anggota yang mela­kukan pelanggaran. Tidak hanya yang di sana saja tetapi seluruh di wilayah hukum Polda Maluku.

“Sudah saya tindak. Satu orang saja dari hasil pemeriksaan. Saya kan jarang omong. Tetapi kalau yang salah tetap saya tindak. Kendatipun ada sebab akibat tetapi tetap anak buah saya salah,” ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Satlantas Polres Malra yang merupakan pela­ku penganiayaan sudah diproses dan dita­han di Mapolres Malra.

Hal ini disampaikan Kapolres Malra, AKBP Agus Riyanto kepada Siwalima, melalui telepon seluler­nya, Kamis (21/7).

Menurutnya, kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak buahnya itu tetap diproses. Pemeriksaan telah dilakukan sejak Rabu (20/7).

“Kita sudah bersama-sama tangani penyelesaiannya. Un­tuk anggota lantas  sebagai pe­laku sudah diamankan, dipe­riksa dan dimasukan ke dalam tahanan,” tandas Kapolres.

Ditanyakan soal sanksi dan identitas, Kapolres tak lagi menyebutkan namun menu­rut­nya pelaku sudah dipro­ses.

Sebelumnya diberitakan, nasib apes Prada TNI Abdul Gani Waliu­lu. Tabakpan D Ton 2 Regu 2/ Yonif 734/SNS Tual itu, di­aniaya tiga anggota Satlantas Polres Malra, Rabu (20/7).

Tindak penganiayaan itu ter­jadi di pertigaan Werhir, Keca­matan Dulah Selatan. Kota Tual, sekitar pukul 08.15 WIT.

Informasi yang diterima Si­walima menyebutkan, peris­tiwa itu berawal saat sekitar pukul 08.00 WIT korban dari komplek Werhir mengendarai sepeda motor untuk menjem­put tukang pijit yang berada di kompleks Kiom. Karena buru-buru ia lupa memakai helm.

Saat berada di jalan depan kompleks Islamic Center, kor­ban menghentikan sepeda motor karena melihat empat orang anggota Satlantas me­ng­en­darai sepeda motor dari arah pasar Tual. Mereka langsung me­minta korban untuk membawa sepeda motor ke pos Lantas pertigaan Werhir. Korban kemudian meminta maaf dan menyampaikan bahwa korban adalah anggota Kompi 734.

Dalam perjalanan menuju pos lantas, tiga anggota Satlantas menganiaya korban saat korban menaikan gas sepeda motor yang saat itu mesinya rewel. Saat korban dianiaya, salah satu anggota TNI, Pratu H Talapessy yang tengah membonceng istrinya lang­sung menghentikan se­peda motor dan melerai.(S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon