Hukum ›› Kapolda: Harus beri Sanksi Tegas Tahanan Keluar Masuk Rutan Polres

Kapolda: Harus beri Sanksi Tegas


Ambon - Pihak-pihak yang terindikasi terlibat menge­luarkan Sura Suryanti dari rumah tahanan (Rutan) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease harus diberi sanksi tegas.

Hal itu diungkapkan Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Murad Ismail kepada Siwalima semalam. Menurutnya, anggota yang terlibat dalam menge­luarkan Sura, tersangka kasus pencurian kayu yang mendekam di Rutan Polres Ambon itu kini tengah mendekam di penjara sambil kasusnya diproses.

“Saya sudah perintahkan untuk anggota siapapun yang terlibat dalam kasus Sura diproses dan berikan sanksi hukum yang tegas,” ujarnya.

Menyangkut keterlibatan Kapol­res Ambon dan Pulau-pulau Lea­se, AKBP I Putu Dewa Alit Bintang Juliana dalam kasus ini, Murad Ismail mengaku kalau anak buahnya itu hanya punya dua tangan dan dua kaki.

“Kapolres itu dia punya dua tangan dan dua kaki. Dia hanya manusia biasa, kan dia punya bawahan, dia tahu setelah peristiwa sudah terjadi dan dia sudah ambil tindakan tegas. Saya juga perintahkan kapolres selaku atasan dari oknum anggota tersebut untuk segera proses dan berikan sanksi hukum yang tegas,” jelas Murad Ismail.

Menyangkut ekspektasi masyarakat untuk kapolres dievaluasi kinerja lantaran tahanan kerap bebas masuk keluar rutan polres, jenderal bintang satu ini menegaskan hal itu tidak bisa menyalahkan kapolres.

Sebab menurutnya, anggota sudah ditempatkan di satuan atau unitnya masing-masing, apalagi di bagian tahanan. “Saya mau tegaskan disini, kapolres memang bertanggungjawab soal hal ini tapi kan dia punya kaki dan tangan hanya dua. Dia mengetahui setelah peristiwa itu terjadi dan sudah diambil tindakan tegas saat itu juga terhadap anggota yang bersangkutan. Saya tegaskan tidak ada ampun, oknum anggota itu tetap diberikan sanksi tegas,” pungkas Murad Ismail.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Murad Ismail segera evaluasi kinerja Kapolres Ambon, AKBP I Dewa Putu Alit Bintang Juliana yang telah membiarkan tahanan bebas keluar rutan polres.

Kasus yang menimpa tahanan Sura Suryanti, tersangka kasus pencurian kayu yang mendekam di Rutan Polres Ambon kemudian bebas keluar rutan dengan diback-up Briptu Corneles Makintokang terindikasi institusi Polres Ambon bukan lembaga penegak hukum yang baik.

Diskriminasi terkesan sangat dominan di lembaga tersebut utamanya terhadap tahanan rutan. Tagal itu, kapolda harus secepatnya mengambil tindakan tegas melakukan evaluasi terhadap pimpinan polres saat ini.

“Kapolda harus segera evaluasi Kapolres Ambon, karena kami menilai lalai terhadap anak buahnya. Bahkan membiarkan tahanan keluar rutan tanpa izin yang jelas dan akhirnya terjadi kecelakaan dalam kondisi mabuk. Ini kami duga ada permainan anggota dengan tersangka untuk memuluskan niatnya keluar nikmati alam bebas namun akhirnya celaka,” kata Wakil Ketua GP Ansor Maluku, Faizal Yahya Marasabessy kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Kamis (20/3).

Ia mengatakan, sebagai pimpinan di tubuh Polri khususnya di Maluku, kapolda harus tegas terhadap setiap jajaran dan anak buahnya yang berulah. Kendati oknum polisi tersebut sudah diproses, akan tetapi evaluasi tetap harus dilakukan kepada pimpinan di satuan dalam hal ini kapolres.

Apalagi, tambah Marasabessy, peristiwa ini bukan pertama kali, sebab ada banyak laporan sering tahanan keluar masuk rutan. “Kalau boleh ada efek jerah kepada oknum anggota yang back-up tahanan termasuk atasan dalam hal ini kapolres. Mestinya kapolres itu lebih teliti dan tegas. Kami takutkan kejadian ini akan terjadi lagi terhadap tahanan-tahanan lain,” tukasnya.

Sementara itu, Briptu Corneles Makintokan (31) anggota pada tahanan dan barang bukti (Tahti) Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, kini sementara menjalani proses hukum pada Unit Propam Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Yang pasti oknum tersebut itu sudah langsung diamankan dimintai keterangan selanjutnya Propam polres langsung menahan dan kini sementara menjalani proses hukum. Kasus ini dalam pengembangan untuk mengetahui motifnya apa. Jadi  langkah disiplin sudah diambil sesuai dengan aturan dan tetap akan disidangkan. Namun ini kan masih dalam proses dan tahapan penyidik propam,” tandas Kasubbag Humas Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Uspril Futwembun kepada Siwalima, di Polres Ambon, Kamis (20/3).

Disinggung soal tindakan pemecatan, Futwembun enggan berkomentar  dengan alasan tahapan masih berjalan dan proses ini sudah ditangani oleh pihak propam.

“Pada prinsipnya setiap anggota yang melanggar aturan secara kode etik kepolisian ditindak, namun mekanisme dan sanksi dilihat saat proses pemberkasan selesai hingga pada persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, lantaran nekat keluar dari rumah tahanan (Rutan) Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease tanpa ijin, Sura Suryanti (37), tersangka kasus pencurian nyaris tewas saat mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Rabu (19/3).

Mobil Avanza warna merah yang dikendarainya, mengalami laka lantas yang cukup parah Rabu (19/3). Akibatnya Sura harus dirawat dan sementara kritis di Rumah Sakit Otto Kyuk.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIT di tikungan BTN Passo Indah Negeri Lama Kecamatan Baguala Kota Ambon. Kasubag Humas Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, Iptu Uspril Futwembun kepada wartawan Rabu (19/3) menjelaskan, laka lantas yang terjadi antara mobil Sura  nomor polisi DE 1528 AC dengan pengendara Suzuki Ertiga nomor polisi B 1857 WKE yang dikemudikan Bachry Latuconsina (60) warga Desa Tulehu Kecamatan Salahutu kabupaten Malteng itu sempat mengagetkan warga sekitar.

Menurutnya, peristiwa itu berawal dari korban Sura Suryanti saat mengendarai mobilnya yang bergerak dari arah Desa Poka menuju Kota Ambon, dengan kecepatan tinggi dan sudah dalam kondisi mabuk akibat konsumsi alkohol.

Setibanya di TKP, korban mengambil jalur tikungan kiri terlalu lebar, sehingga masuk ke jalur pengemudi Suzuki Ertiga yang bergerak dari arah Passo hendak menuju ke Desa Laha. Tak pelak, tabrakan pun tak terhindarkan.

Futwembun mengungkapkan, dari perstiwa itu korban mengalami patah pada paha kanan dan luka robek pada lutut kanan. Sementara mobil korban mengalami rusak berat dan mobil Suzuki Ertira juga mengalami rusak paga bagian kanan depan mobil.

Kerugian yang ditaksir dari laka lantas ini mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu setelah dikasak kusuk, ternyata Sura keluar dari tahanan diback up Briptu Corneles Makintokan (31). Kelancangan Makintokan yang adalah anggota pada tahanan dan barang bukti (Tahti) Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease, menyebabkan yang bersangkutan bakal ditindak tegas.

Informasi yang dihimpun Siwalima, Rabu (19/3) menyebutkan, Makintokan keluar bersama dengan Sura tersangka kasus pencurian pada toko kayu di kawasan petak 10 dengan alasan yang tidak jelas.

Padahal, saat hendak keluar pada Selasa (18/3) sore, Makintokan sudah ditegur oleh Kaur Bin Ops Polres Ambon, Ipda Cak Salamor, akan tetapi ia pun berdalih mengantarkan tersangka untuk berobat.

Anehnya, tindakan itu dibiarkan saja oleh Kasat Tahti bahkan bermalam hingga Rabu kemarin. Keluarnya Makintokan bersama dengan tersangka ini ternyata justru membawa malapetaka. Sebab mobil yang dikendarai oleh tersangka yakni Avanza merah DE 1528 AC yang didalamnya ditumpangi Makintokan mengalami laka lantas hingga menyebabkan tersangka kritis akibat luka yang dideritanya.

Makintokan akan Ditindak

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP I Dewa Putu Alit Bintang Juliana yang dikonfirmasi Siwalima, terkait ulah anak buahnya itu membenarkan peristiwa yang dialami Makintokan.

Bahkan menurut kapolres, Makintokan sementara menjalani pemeriksaan di unit Propam Polres Ambon. “Semua anggota yang menyalahi prosedur dan ketentuan tetap diproses hukum, saat ini semua sedang diperiksa propam  polres untuk didalami,” tegasnya.

Meskipun belum menjelaskan secara detail sanksi yang akan diberikan, namun mantan Kapolres MTB ini menandaskan, setiap anggota yang melanggar pasti diproses sesuai aturan yang berlaku.

Diduga Sura Punya WIL Pegawai Pemkot

Cerita yang berkembang di masyarakat, kuat dugaan dalam mobil Avanza warna merah yang dikendarai Sura Suryanti terdapat mantan Lurah Batu Meja, (NB). NB adalah pegawai Pemkot Ambon dan diduga merupakan wanita idaman lain (WIL) Sura Suryanti.

Kepala Badan Kepegawaian Kota Ambon, Benny Selanno yang dikonfirmasi Siwalima di ruang kerjanya, jumat (21/3) mengaku baru mendapat laporan dari masyarakat terkait kasus yang menimpa Sura dimana didalam mobil tersebut terdapat NB.

“Berdasarkan laporan itu kami akan mengecek di lapangan, apakah benar  dalam mobil tersebut juga terdapat mantan Lurah Batu Meja atau tidak. Kalau benar maka sanksi tegas akan berikan berupa pemecatan karena telah mencoreng nama dan menurunkan martabat serta citran pegawai,” ujar Selanno.

Sementara itu Sekretaris Korpri Kota Ambon ST.R Reawaruw kepada Siwalima di ruang kerjanya, Jumat (21/3) membenarkan, kalau belakangan ini, mantan NB tidak masuk kantor tanpa alasan yang tidak jelas.

Menurutnya, dari absensi harian NB, yang bersangkutan ternyata tidak mausk kantor sejak 14-21 Maret 2014 dengan alasan yang tidak jelas.  Sesuai aturan kata Reawaruw, sampai lima hari seorang PNS tidak masuk kerja akan d berikan sanksi berupa teguran lisan kepada yang bersangkutan.

“Saya akan cek kembali kepada staf karena dari laporan yang masuk yang bersangkutan jarang masuk ke kantor tetapi absensinya dibubuhi tanda tangan. Kalau memang benar ada pegawai yang mengisi absensinya kita akan selidiki lebih lanjut,” ujarnya.

Ditambahkan, sesuai dengan PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disipilin PNS, sanksi bagi mereka yang  lima hari tidak masuk kerja tanpa ijin yakni teguran lisan. Jika dalam lima hari itu kemudian tidak juga masuk kantor, akan diberikan sanksi berupa administrasi dan terakhir bisa dilakukan pemecatan apabilah melakukan pelanggaran yang sifatnya fatal. (S-32/S-39)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon