Politik ›› Kampanye Dimulai, Alat Peraga Belum Ditenderkan

Kampanye Dimulai, Alat Peraga Belum Ditenderkan


 

Ambon - Kendati tahapan kampanye calkada  dimulai hari ini Kamis (27/8), namun peng­adaan alat peraga di empat kabupaten pelaksana pilkada, belum juga ditenderkan.

Kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Selasa (25/8), Sekretaris KPU Kabupaten SBT, Bakri Mony mengaku sebenarnya berdasarkan instruksi KPU, pengadaaan alat peraga kampanye memang harus melalui proses tender sejak awal Juli.

Namun karena menunggu proses pengundian nomor urut pasangan calon, maka proses tender ditunda hingga sampai pasangan calon memasukan desain alat peraganya.

“Kami sudah berkoordinasi de­ngan tim penghubung masing-ma­sing pasangan calkada dan mereka segera akan memasukan desain spanduk dan baliho,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses tender proyek pengadaan alat peraga ke­mungkinan akan dilaksanakan oleh KPU Maluku dan akan dibuka secara serentak oleh KPU Maluku.

Mony mengatakan KPU telah bertemu dengan kedua pasangan calon dan partai pengusungnya ser­ta pihak Panwaslu untuk melakukan rapat dalam mensosialisasikan atu­ran kampanye yang berlaku.

“Kami telah bertemu dan me­nyebutkan apa-apa saja yang men­jadi aturan dalam pelaksanaan Kampanye. Tentunya kami meminta mereka berlaku sesuai aturan agar pada akhirnya tidak diidentifikasi Panwaslu sebagai suatu pelang­garan dan merugikan mereka,” katanya.

Ia juga belum bisa berkomentar lebih jauh soal skenario pelaksanaan kampanye karena menunggu surat edaran dari KPU RI mengenai mekanisme pelaksanaan kampanye.

“KPU bersama dua pasangan calon, Kamis (27/8)  akan menga­dakan deklarasi dan penandata­nganan deklarasi kampanye pemilu damai secara terbuka. Dan itu untuk mengawali proses kampanye se­telah ini,” cetusnya

Ia menambahkan, pasangan cal­kada kali ini tidak boleh melakukan pemasangan alat peraga kampanye selain yang disediakan oleh KPU. Namun calkada diperbolehkan saat pelaksanaan kampanye memasang spanduk di hari tersebut tetapi harus langsung dicabut setelah selesai melaksanakan kampanye.

Sementara itu, Ketua Panwaslu SBT, Ismail Kilwaga kepada Kepada Siwalima melalui telepon selu­lernya, Selasa (25/8) menjelaskan setelah penetapan oleh KPU SBT, Panwaslu telah menginstruksikan seluruh jajaran dibawahnya untuk melakukan pengawasan selama proses kampanye.

“Misalnya untuk partai pengu­sung calkada seperti PPP dan Golkar di SBT tidak boleh ada didalam spanduk atau atribut kampanye lain­nya namun bisa ada didalam proses kampanye dan hal ini memang harus diawasi secara seksama karena pasti ada banyak pelanggaran yang dilakukan,” tandasnya.

Dikatakan, untuk SBT sendiri yang paling utama yang harus diantisipasi adalah mobilisasi PNS dalam kampanye karena pada saat deklarasi dijumpai kedua pasangan calon  ada kehadiran PNS bahkan juga menggunakan fasilitas pemda seperti gedung dan kendaraan.

Untuk itu, Panwaslu SBT akan mela­kukan pengawasan dan sosia­lisasi agar hal ini tidak kembali ter­ulang saat pelaksanaan kampanye.

“Kami punya strategi dalam pe­ngawasan pelaksanaan kampanye yaitu dengan menerapkan peng­awasan preventif dengan bekerja sama dan melakukan komunikasi intens dengan tim pemenangan, ke­mudian dengan KPU dan pasangan calon. Dan jika nantinya ditemukan pelanggaran akan kami tidnak lanjuti sesuai dengan perturan yang ber­laku,” tambah Kilwaga

Sementara itu, Sekretaris KPU MBD, Edy Ubro menjelaskan KPU dan Panwaslu MBD akan bertemu dan membicaralan soal alat peraga dan pelaksanan proses kampanye dengan pasangan calon yang telah ditetapkan.

“Untuk pengadaan alat peraga, kami nantinya akan melakukan proses tender secara terbuka dan ada dua opsi yakni lelang akan berlangsung di KPU Provinsi atau di MBD saja karena disini juga kami memiliki Unit Layanan Pengadaan (ULP) sendiri,” jelasnya kepada Siwalima melalui telepon seluler­nya, Selasa (25/8).

Ia mengatakan lelang dilakukan karena nilai proyek diatas Rp 200 juta dan kemungkinan alat peraga yang disediakan KPU akan siap September mendatang.

Deklarasi Damai Bursel

Sementara itu, Ketua KPU Bursel Said Sabi menjelaskan, di hari pertama kampanye, pihaknya akan menggelar deklarasi kampanye damai dan penandatangan kesepa­katan siap terpilih dan siap tidak terpilih.

“Masing-masing pasangan cal­kada hanya diperbolehkan membawa 100 massa pendukungnya untuk meng­ikuti deklarasi kampanye damai. Setelah itu kita akan pawai bersama. Ada dua alternatif  rute yaitu pertama kita akan start dari GOR Kilo Meter II dan finish di Lapangan Desa Elfule. Alternatif kedua adalah start dari Lapangan Desa Elfule dan finish di Dermaga Pelabuhan Namrole. Jadi, kita masih koordinasi lagi dengan pemilik GOR dan Lapangan Desa Elfule,” jelas­nya.

Sabi mengatakan selama masa kampanye 27 Agustus – 5 Desember, masing-masing pasangan calon memiliki waktu kampanye sebanyak 94 hari, dengan pola kampanye berupa rapat umum, tatap muka dan kampanye terbatas.

“Telah disepakati rapat umum pasangan calon nomor urut 1 akan berlangsung 1 Desember dan nomor 2 pada 2 Desember. Sedangkan, pada 3 Desember itu akan dilakukan debat kandidat,” katanya.

Ditambahkan, KPU Bursel juga telah membagi dua zona kampanye yaitu zona barat dan zona timur.

“Zona timur meliputi Kecamatan Namrole, Waesama dan Ambalau sedangkan zona barat itu terdiri dari Kecamatan Leksula, Kepala Madan dan Fenafafan,”  ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kepualuan Aru, Vicktor Sjaair kepada Siwalima, di kantor KPU Aru, Rabu (26/8) mengatakan,  kampanye belum bisa dilaksanakan Kamis (27/8), karena  alat peraga belum ditenderkan.

“KPU Aru telah bertemu pasangan calkada bersama tim kampanyenya serta Panwaslu Aru untuk mem­bicarakan kesepahaman kampanye. Setelah ada kesepahaman bersama, barulah kita bisa tenderkan seluruh alat peraga kampanye,” ungkap Sjaair.

Sebagaimana diketahui, Pilkada di Kabupaten Kepulauan Aru diikuti pasangan calkada yang ditetapkan yaitu pasangan Johan Gonga-Muin Sogalrey (yang diusung koalisi Nasdem, PKS, Demokrat dan PKP Indonesia) dan Welhelm ‘Titi’ Kurnala-Azis Goin (PDIP, Hanura dan PAN).

Sementara di Kabupaten MBD, diikuti 3 pasangan yaitu Bar­nabas Orno-Benjamin Noach (PDIP, PKP Indonesia, Golkar dan Demokrat), Simon Moshe Maahury-Kim David Markus (Hanura dan Gerindra) dan Nikolas Kilikili-Johanes H Frans (Nasdem dan PKB).

Berbeda dengan dengan MBD, di Kabupaten SBT, 2 pasangan yang mendaftar juga ditetapkan lolos sebagai peserta pilkada yaitu Abdul Mukti Keliobas-Fachry H Alkatiri (Gerindra, PKS dan Demokrat) dan Sitti U Suruwaky-Sjaifuddin Goo (Nasdem, PKB, PDIP, Hanura dan PKP Indonesia).

Begitu juga di Kabupaten Bursel, pasangan Tagop S Soulisa-Ayub ‘Buce’ Seleky (PDIP, PKB, Hanura, Nasdem, PPP, PAN, Demokrat dan Golkar) dan Hakim Fatsey-Anthon Lesnussa (Gerindra dan PKS).  (S-42/S-25/S-35)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon