Hukum ›› Kajati Pastikan Tersangka Terminal Transit Diseret ke Pengadilan

Kajati Pastikan Tersangka Terminal Transit Diseret ke Pengadilan


Ambon - Penanganan kasus du­gaan korupsi proyek pembangunan terminal transit Pa­sso, Kota Ambon tahun 2008-2009 belum juga tuntas. Padahal tersangka proyek gagal yang meng­uras anggaran lebih dari Rp 55 milyar ini, sudah dite­tapkan hampir setahun.

Lambannya penuntasan kasus ini, memun­cul­kan isu kalau para tersangka ber­upa­ya melobi Kejati Maluku agar me­reka diselamatkan dari ancaman huku­man.

Kejati Maluku menetapkan  konsultan pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Metubun, bos PT Re­mi­nal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina dan PPTK pro­yek  terminal Transit Passo tahun 2008-2009, Angganoto Ura sebagai tersangka pada 29 Agustus 2017 lalu.

Namun Kepala Kejati Ma­luku, Triyono Haryanto yang di­konfirmasi menepis isu tersebut. Ia memastikan ko­rupsi terminal transit Passo akan dituntaskan.

“Tidak ada lobi melobi. Tunggu tanggal mainnya saja. Semua akan berjalan se­suai jalur hukum. hanya saja ini sudah masuk liburan dan cuti bersama saya  tidak bisa mengambil hak pegawai untuk  cuti. Intinya proses ini tetap jalan,” tandas Haryanto saat dikonfirmasi Siwalima, melalui telepon selulernya, Senin (11/6).

Ia mengatakan, tim penyidik masih menunggu hasik audit kerugian negara dari BPK.

“Kami kan sedang menu­nggu hasil penghitungan dari BPK, begitu selesai  langsung kami limpah untuk disidang­kan,” ujarnya.

Haryanto belum memasti­kan kapan audit selesai. Ka­rena itu, pihaknya selalu mela­kukan koordinasi untuk mempercepat prosesnya.

Audit kerugian negara pro­yek gagal yang meng­habis­kan  anggaran lebih dari Rp 55 miliar itu, sudah dilakukan sejak Oktober 2017 lalu. Na­mun hingga kini belum juga tuntas. Hal ini menyebabkan penanganan kasus yang men­jerat tiga tersangka ini terkatung-katung.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapu­lette juga memberikan alasan yang sama.

“Kalau soal terminal transit masih jalan. Masih menunggu hasil audit BPk. Saat ini sudah dibahas dengan Aspidsus dan tim nanti akan temui BPK untuk melakukan koordinasi terkait hasil audit tersebut,” jelas Sapulette kepada warta­wan di ruang kerjanya, Kamis (22/3).

Sapulette mengatakan, pe­nyi­dik masih menunggu hasil audit kerugian negara dari BPK untuk menuntaskan ka­sus proyek terminal transit Passo.

Audit kerugian negara melibatkan BPK pusat, karena kerugian negara diperkirakan lebih dari Rp 1 milyar. (S-27)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon