Daerah ›› Kabupaten Buru Berkembang Pesat Masuki Usia ke-18

Kabupaten Buru Berkembang Pesat


Namlea - Kabupaten Buru kini memasuki usia ke-18. Perayaan HUT ter­sebut, Kamis (12/10) berlangsung meriah yabng dipusatkan di La­pangan Upacara Pattimura, Namlea.

Acara puncak yang dipusatkan di Lapangan Upacara Pattimura Namlea itu dihadiri ribuan tamu dan undangan serta khalayak ramai dari kampung-kampung termasuk Gubernur Maluyku Said Assagaff. Puncak acara itu diakhiri dengan makan patita bersama.

Sehari sebelum puncak acara, juga digelar festival budaya Ka­bupaten Buru yang disatupadukan dengan budaya dari daerah lain di Maluku, dan juga di bumi Nusantara.

Puncak acara yang jatuh setiap tanggal 12 Oktober ini, masih terus berlangsung hingga malam hari. Berbagai aktraksi kesenian ditampilkan di panggung hiburan.

Kendati telah berkembang pesat, namun Bupati Buru Ramly Umasugi saat puncak HUT tersebut menga­takan di usia yang ke-18 ini, bersama wakilnya Mustofa Besan telah bertekad untuk membangun Buru dengan lebih baik lagi yang akan dituangkan dalam RPJM dengan mengakomodir berbagai harapan dan mengeleminir berbagai tanta­ngan serta hambatan. “Saat ini Festival Gebyar Pesona Bupolo yang telah menjadi angenda nasional. Kita terus promosi dan membangun sektor pariwisata karena Buru memiliki potensi wisata alam dan budaya yang sangat luar biasa,” ungkapnya.

Dikatakan, momentum peringatan HUT Kabupaten Buru yang ke-18 kali memiliki makna khusus bagi dirinya dan Wakil Bupati Amustofa Besan, karena merupakan perayaan HUT pertama di masa periodesasi dan menjadi masa kepemimpi­nannya yang kedua dimana ia kembali terpilih sebagai Bupati Buru periode 2017-2022.

Ramly berharap dukungan dan doa seluruh element masyarakat agar pelaksanaan program serta visi dan misi dalam pelaksanaan pem­bangunan Kabupaten Buru Kede­pan dapat berjalan dengan baik.

“Dengan kebersamaan yang utuh serta dukungan seluruh masyarakat dapat dijadikan sebagai pegangan hidup dan sumber inspirasi, maka akan menjadi modal yang sangat kuat untuk membangun sebuah masyarakat Bupolo yang menjun­jung tinggi toleransi dan perda­maian,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, peringatan HUT Kabupaten Buru yang ke 18 tahun ini, masih tetap dirangkai dalam se­buah agenda wisata bertajuk Gebyar Pesona Bupolo ke-2. “Festival pesona Bupolo yang dilaksanakan ini telah menjadi sebuah agenda wisata nasional yang secara rutinitas akan dilaksanakan setiap tahunnya. Pelaksanaan Gebyar Pesona Bupolo ini merupakan suatu upaya pemkab menjadikan Buru sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di Indonesia yang telah masuk dalam agenda nasional pariwisata Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Said Assagaff dalam sambutannya me­ngatakan, Buru memiliki keka­yaan alam dan kekayaan budaya yang sangat luar biasa. “Hari ini sudah 18 tahun Kabu­paten Buru berdiri, banyak suka dan duka telah dilewati bersama dalam baileo besar bumi bupolo. Ka­bu­paten ini telah mengalami perkem­bangan pembangunan terbaik di Maluku.Dua puluh tahun lalu orang Buru mau ke Ambon atau orang dari Ambon mau ke Buru sangat mem­butuhan waktu lama, karena meng­gunakan sarana transportasi seada­nya. Tapi saat ini waktu tempuh sudah sangat singkat,” ungkapnya.(S-31)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon