Politik ›› Jokohael: SA Harus Bersabar Jelang Suksesi Maluku

Jokohael: SA Harus Bersabar


Pernyataan Said Assagaff yang menye­pelehkan PDIP menimbulkan kekesalan di kalangan kader partai berlambang banteng itu.

Sang pe­ta­hana seha­rusnya bersabar karena hingga kini reko­men­dasi calon gubernur dari PDIP belum ditetapkan.

Kader senior PDIP, John Joko­hael mengaku kesal dengan per­nyataan SA, sapaan akrab Assagaff yang tidak menghargai PDIP yang pernah merekomendasikan diri­nya saat berpasangan dengan Karel Ralahalu, pada Pilkada tahun 2008 lalu.

“Mestinya SA bersabar dan tidak menge­luarkan pernyataan yang merendahkan dan meremehkan PDIP. SA harusnya berterima kasih kepada PDIP pernah memberikan dukungan kepada dirinya untuk berpasangan dengan Karel Ralahalu,” tandas Jokohael kepada Siwalima, melalui telepon selu­lernya, Selasa (10/10).

Menurut mantan anggota DPRD Kota Ambon ini, jika SA berke­inginan untuk mendapatkan re­komendasi dari PDIP maka harus membuka diri dan mampu mela­kukan bergaining politic sehingga kekuatirannya itu tidak membuat dirinya untuk mengeluarkan pernyataan yang menyinggung martabat PDIP.

“Pernyataannya menunjukan SA bukan seorang politisi. Harusnya SA harus membuka diri dan mam­pu untuk melakukan bergaining politic dengan DPP sehingga dapat meyakinkan kader PDIP jika dirinya mampu menggenggam rekomen­dasi dari PDIP,” ujarnya.

Jokohael menghimbau agar SA tidak gegabah dengan menge­luarkan pernyataan-pernyataan yang dapat membuat resistensi bagi partai-partai politik, apalagi sebagai petahana hingga kini belum mengantongi rekomendasi resmi dari parpol.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Ranting Passo, Christina Titirloloby mengaku kesal dengan pernya­taan SA yang mencederai kewi­bawaan partai.

“Ini sebuah pernyataan yang menunjukan rasa ketakutan. SA sendiri belum mendapatkan duku­ngan dari partai politik sehingga pernyataan yang dikeluarkannya menunjukan adanya rasa keta­kutan karena posisinya yang juga belum aman,” ujarnya.

Menurutnya jika SA ingin berbalas budi ke PDIP dan menghendaki adanya dukungan maka tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang membuat PDIP sendiri merasa tidak nyaman dengan keberadaan dirinya.

“PDIP ini partai besar, partai pemenang Pemilu di Maluku sehingga janganlah mengeluar­kan pernyataan yang nantinya juga merugikan dirinya sendiri. Nanti kita lihat saja, apakah SA akan memperoleh rekomendasi atau­kah tidak,” tandasnya. 

Pernyataan bernada merendah­kan dari SA yang akan menga­lahkan PDIP di pilkada, menun­jukan indikasi kuat sang petahana bakal gagal merebut rekomendasi partai tersebut.

Apa yang disampaikan SA, sapaan akrab Assagaff dinilai sebagai bentuk kekecewaannya, lantaran peluangnya memperoleh rekomendasi dari partai berlam­bang banteng itu makin tipis.

Padahal, dengan modal sebagai petahana, SA yang memiliki elektabilitas tinggi, sebagaimana dirilis berbagai lembaga survei, tentu tidaklah sulit untuk menda­patkan dukungan parpol. Namun faktanya, hingga hari ini SA belum memenuhi syarat untuk menca­lonkan diri, akibat minimnya dukungan.

SA sebelumnya dikabarkan be­rangkat ke Jakarta untuk melobi petinggi PDIP guna memuluskan langkahnya menggenggam reko­mendasi parpol pemenang pemilu di Maluku itu.

Namun sekembalinya ke Ambon, Minggu (8/10), SA enggan mengo­mentari terkait peluang meng­gondol rekomendasi PDIP. Ia justru tidak akan gentar dan yakin mengalahkan PDIP, jika partai itu mengusung calon lain.

“Yang pasti saya sudah siap. Lawan mereka pun (PDIP-red) siap. Dulu lawan mereka saya me­nang, apalagi sekarang peta­hana. Iya toh. Dulu saya wakil gubernur, jadi silahkan nanti kita lihat di la­pangan,” kata SA kepada wartawan usai menghadiri deklarasi DPD Pengajian Alhi­dayah se-Maluku untuk mendu­kung SA di Pilkada, yang ber­langsung Islamic Centre Ambon, Minggu (8/10).

Semakin banyak lawan yang maju dalam Pilkada Maluku, menurut SA semakin baik untuk demokrasi Maluku kedepan. “Banyak lawan juga bagus. Siapa saja yang mau maju silahkan, mau siapa atau siapa, kita tetap menang,” tandasnya.

Namun bagi Ketua DPD Golkar Maluku ini, jika terjadi pertarungan satu lawan satu atau head to head, dia justru sangat diuntungkan. Itu karena kinerjanya selama men­jabat, oleh masyarakat direspons positif.

Ditanya soal rekomendasi dan dukungan partai, SA mengaku su­dah memiliki dukungan yang cu­kup, sebagaimana disyaratkan undang-undang. Kendati begitu, dia enggan merinci partai apa saja yang sudah memberikan rekomen­dasi tertulis padanya. “Pokoknya re­komendasi saya sudah siap. Tidak usah kita tonjolkan,” ungkapnya.

SA sebelumnya mengaku telah menggengam rekomendasi Gol­kar, setelah partai tersebut hanya memprosesnya sebagai balon tunggal. Namun dengan hanya bermo­dalkan enam kursi Golkar di DPRD Maluku, belum cukup bagi SA untuk melaju sebagai peserta karena harus mengantongi minimal sem­bilan kursi gabungan parpol. Itu artinya, ia masih butuh tiga kursi lagi. (S-16)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon