Olahraga ›› "Jangan Hanya Fokus di PON XX" Pengurus KONI Maluku Dilantik

"Jangan Hanya Fokus di PON XX"


Ambon - Ketua Umum KONI Pu­sat Tono Suratman mena­ruh harapan agar Pengu­rus KONI Maluku periode 2017-2021 yang baru saja dilantik, tidak hanya fokus untuk PON XX/2020 di Papua.

Harapan itu Tono Su­ratman ungkapkan saat melantik Pengurus KONI Maluku Masa Bakti 2017-2021 di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (26/9). Kepengurusan dipimpin Ketua Umum Profesor Tonny D Pariela dan Sek­retaris Umum Profesor J Leiwakabessy serta di­leng­kapi puluhan pengu­rus yang menempati sejumlah bidang sesuai SK Ketua Umum KONI Pusat Nomor 63 Tahun 2017 tanggal 14 September 2017.

Ia berharap KONI Maluku juga dapat fokus untuk memberikan sumbangsih pikir, bukan hanya bagi pembangunan olahraga di daerah seribu pulau ini, namun juga bagi pembangunan secara menyeluruh.

“Saya berharap pada kepenguru­san yang baru tidak hanya fokus pada PON XX, tetapi ikut serta membantu pemerintah daerah. KONI Provinsi harus bisa memberikan sumbangsih pemikiran tentang pembangunan olahraga khususnya bagi pembangu­nan Maluku secara menyeluruh. Saya mengucapkan terima kasih dan sela­mat kepada Profesor Tonny dan peng­urus yang dilantik. Harapan saya se­moga dapat membawa angin segar un­tuk semakin mantapnya KONI Malu­ku serta semakin tingginya prestasi para atlet Maluku menyongsong ka­lender olahraga kedepan,” ungkap Tono yang juga mantan Asisten Operasi Panglima TNI.

Walaupun memang meningkatkan prestasi pada PON ke XX merupakan suatu keharusan katanya, namun, KONI Maluku sejatinya harus bisa menciptakan Maluku yang kede­pan­nya dapat menghasilkan manu­sia-manusia yang luar biasa cer­dasnya. Apalagi Maluku dibidang olahraga menurut Tono Suratman, sangat berpengalaman sukses di sejumlah cabang olahraga.

“Kita harus menciptakan bahwa Maluku ini kedepan menjadi pro­vinsi yang menghasilkan manusia-manusia yang kecerdasannya luar biasa, mencerdasakan kehidupan bangsa, karena Maluku memiliki sujumlah pengalaman dibidang olahraga,” katanya.

Ia menginginkan agar KONI Maluku dapat memperbanyak pendidikan dan pelatihan bagi atlit, sebagai kunci sukses pembangunan olahraga di Maluku, dan tentunya juga pembangunan Maluku secara menyeluruh. “Perbanyak pendidikan dan pelatihan karena hal tersebut adalah kuncinya,” ujarnya.

Penegasan yang ia sampaikan ter­sebut, dilatarbelakangi kondisi olah­raga Indonesia saat ini yang sangat memprihatinkan. Yang oleh Presiden RI Joko Widodo telah menyampaikan Indonesia Darurat Olahraga. Padahal olahraga merupa­kan bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dari pembangu­nan Indonesia.

Kepada wartawan, Suratman mengatakan, dirinya melihat sosok Tonny Pariela dapat menjalankan amanah sesuai yang diharapkan. Ia juga berpesan agar kepengurusan yang baru tersebut dapat taat ke­pada manajemen.

“Saya melihat sosok pak Tonny pasti setidak-tidaknya dapat dijalan­kan dengan baik sesuai dengan diharapkan. Saya berpesan jangan lupa taat terhadap manajemen harus membuat rencana strategis selama empat tahun agar semua sasaran itu dapat tercapai,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Maluku Tonny Pariela menegaskan kepengurusan yang baru akan segera menggelar rapat pleno untuk menjabarkan program keputusan dari musyawarah Provinsi yang dilaksanakan Agustus 2017 kemarin.

“Selain itu, kita juga akan mem­per­cepat pembentukan persiapan dalam rangka PON XX nanti. Jadi proses tersebut harus berjalan karena waktu yang tersisa sangat pendek,” ujarnya.

Terkait dengan permintaan Ketua Umum KONI Pusat yang mengingin­kan agar KONI Maluku jangan hanya terfokus pada pe­nyelenggaraan PON ke-XX, menurut Pariela, yang dimak­sudkan oleh Ketua Umum pusat ialah, selain PON, KONI juga harus melakukan pembinaan karakter, terutama olahraga juga harus bisa mem­perkuat kondisi sosial.

“Pelatihan-pelatihan sudah tentu akan dilakukan, karena hal tersebut merupakan suatu rutinitas KONI Provinsi. Dimana setiap tahun kita menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas atlet, kali ini kita ingin menyebar ke Kabupaten Kota supaya akses dan jangkauannya lebih luas,” ungkapnya.

Ditambahkan, kekurangan atlet yang terjadi saat ini pun, bagi Pariela, KONI Maluku masih memiliki waktu 3 tahun untuk menyiapkan  atlet yang memang diperlukan untuk mengisi kekosongan.   (S-43)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon