Hukum ›› Jaksa Yakin Kasus Air Bersih Kariu Naik Status

Jaksa Yakin Kasus Air Bersih Kariu Naik Status


Ambon - Kejari Ambon meyakini kasus du­gaan korupsi anggaran pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Desa Rawan Air Negeri Kariu, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2013 bakal ke tahap penyelidikan.

Tim intelijen menemukan sejum­lah bukti adanya perbuatan me­lawan hukum dalam proyek tahun 2013 senilai Rp1,2 miliar milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku itu.

“Dari hasil temuan dan per­mintaan keterangan terhadap se­jumlah saksi, maka diyakini kasus SPAM bisa ditingkatkan statusnya ke penye­lidikan bahkan penyi­dikan,” kata Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto kepada Siwalima, Kamis (11/7).

Sunoto mengaku, sejumlah pihak sudah dimintai keterangan sejak akhir Juni 2019 lalu, termasuk pimpinan PT. Wialah milik Abdulah Latuconsina dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Guntar Maha.

“Sejumlah pihak sudah pernah diminta keterangan, namun mereka tetap akan dipanggil lagi kalau kasus ini sudah ditingkatkan ke tahap penyelidikan,” ujarnya.

Usut Proyek

Seperti diberitakan, Kejari Ambon tengah mengusut s dugaan korupsi anggaran pembangunan SPAM Desa Rawan Air Negeri Kariu, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2013.

Diduga proyek tahun 2013 senilai Rp1,2 miliar milik BWS Provinsi Maluku itu tidak beres, padahal anggaran sudah dicairkan seratus persen.

“Benar kami sedang mengusut kasus dugaan korupsi anggaran pembangunan SPAM, namun status kasusnya masih dalam proses penyelidikan intel,” ujar Kasi Intel Kejari Ambon, Sunoto kepada Siwalima di Ambon, Rabu (10/7).

Sunoto menjelaskan, tim intel Kejari Ambon telah melakukan investigasi untuk melihat secara langsung kondisi fisik pekerjaan proyek tersebut berdasarkan Surat Perintah Operasi Intelijen Kepala Kejari Ambon No. 04/S.1.10/Dek/05/2019 tertanggal 07 Mei 2019.

“Tim intel Kejari Ambon sudah pernah ke lokasi pembangunan proyek, namun hasilnya belum bisa dipublikasi secara luas karena status kasus masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Informasi yang dihimpun me­nyebutkan, saat melakukan inves­tigasi tim intel Kejari menemukan sejumlah kekurangan dalam pelak­saan proyek SPAM diantaranya, instalasi jaringan pipa air bersih yang tidak rampung bahkan tak tersambung hingga ke bak pe­nam­pungan atau reservoir.  Selain itu, pengadaan pipa juga tak sesuai spek. (S-49)



comments powered by Disqus

Berita Terkait


Ambon